Pengelompokan Kecamatan di Kabupaten Sumedang Berdasarkan Fasilitas Kesehatan Menggunakan Algoritma K-Medoids
Abstract
Pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan setiap insan di seluruh dunia. Setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan dan pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat (1). Salah satu upaya tersebut yaitu dengan peningkatan ketersediaan dan pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti puskesmas di setiap daerah (2). Data yang dipakai di dalam penelitian ini penulis dapatkan dari Kabupaten Sumedang Dalam Angka 2022 (3) dan penulis menggunakan algoritma K-medoids dikarenakan algoritma ini mampu mengatasi data yang terdapat outlier. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Non-Hirarki dapat disimpulkan bawa metode K-Medoids membentuk sebanyak dua cluster. Pada cluster 1 diperoleh sebanyak 7 kecamatan serta pada cluster 2 diperoleh sebanyak 19 kecamatan. Dengan nilai tengah tertinggi berada pada cluster 1 untuk tiga variabel dari lima variabelnya dan disimpulkan bahwa cluster 1 memiliki lebih banyak fasilitas Kesehatan daripada cluster 2. Pada hal ini pengelompokan kecamatan menggunakan metode K-Medoids bermanfaat untuk menentukan kecamatan mana yang perlu di prioritaskan untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintahan di Kabupaten Sumedang.
References
Adeline Vinda Septiani, Hasibuan, R. A., Anwar Fitrianto, Erfiani, & Alfa Nugraha Pradana. (2023). Penerapan Metode K-Medoids dalam Pengklasteran Kab/Kota di Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Intensitas Bencana Alam di Jawa Barat pada Tahun 2020-2021. Statistika, 23(2), 147–155. https://doi.org/10.29313/statistika.v23i2.3057
BPS. (n.d.). Kabupaten Sumedang dalam Angka Tahun 2022.
Budiman, A. S., & Hajarisman, N. (2024). Analisis Mediasi Multipel Paralel Kausal Step pada Data Stunting menurut Kabupaten/Kota. Jurnal Riset Statistika, 31–40. https://doi.org/10.29313/jrs.v4i1.3860
Damayanti CR, M., & Yanti, T. S. (2022). Regresi Poisson Invers Gaussian (PIG) untuk Pemodelan Jumlah Kasus Pneumonia pada Balita di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Jurnal Riset Statistika, 1(2), 143–151. https://doi.org/10.29313/jrs.v1i2.523
Presiden Republik Indonesia. (1997). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik, 1997(1), 1–5.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar 1945. 4(1), 1–12.
Trianto Syahbannu Prayoga, & Suliadi. (2024). Korelasi Rank-Spearman pada Hubungan Beberapa Variabel Produk Domestik Regional Bruto. Jurnal Riset Statistika, 137–144. https://doi.org/10.29313/jrs.v4i2.5162
Ummah, M. S. (2019). RANCANGAN RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2019. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.