Karakteristik Gamers Mobile Legends: sebuah Tinjauan Demografis

Authors

  • Hanung Firmansyah Rachman Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Fanni Putri Diantina Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsps.v6i2.24268

Keywords:

Karakteristik Demografi, Gamers Mobile Legends, Dewasa Awal

Abstract

Abstract. Mobile Legends: Bang Bang is one of the most popular Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) games in Indonesia, attracting players across a wide range of demographic backgrounds. This article aims to describe the demographic characteristics of Mobile Legends gamers based on gender, age, occupational status, and daily playing duration. This descriptive quantitative study involved 191 respondents selected through purposive sampling, with criteria including being 18–25 years old and having actively played Mobile Legends for at least six months. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using frequency distribution. The results show that the majority of respondents were male (60.2%), aged 21–22 years (35.6%), status as college students (42.9%), and played for 1–3 hours per day (30.9%). These findings indicate that the typical Mobile Legends gamer profile in this study is a male, early-adult, student who engages in moderate daily play sessions. This demographic profile provides a contextual basis for further research on gaming behavior, motivation, and psychological outcomes among MOBA players.

Abstrak. Mobile Legends: Bang Bang merupakan salah satu game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang paling populer di Indonesia dan diminati oleh pemain dengan latar belakang demografi yang beragam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik demografi gamers Mobile Legends berdasarkan jenis kelamin, usia, status pekerjaan, dan durasi bermain harian. Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 191 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria berusia 18–25 tahun dan aktif bermain Mobile Legends minimal enam bulan terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60,2%), berusia 21–22 tahun (35,6%), berstatus mahasiswa (42,9%), dan bermain selama 1–3 jam per hari (30,9%). Temuan ini mengindikasikan bahwa profil umum gamers Mobile Legends dalam penelitian ini adalah laki-laki, berada pada fase dewasa awal, berstatus mahasiswa, dengan intensitas bermain harian yang tergolong sedang. Profil demografi ini memberikan dasar kontekstual bagi penelitian lanjutan mengenai perilaku bermain, motivasi, dan aspek psikologis lain pada pemain MOBA.

References

Alvredo, Y. (2025, 9 Agustus). Mengapa game MOBA lebih populer dari FPS? IDN Times. https://www.idntimes.com/tech/games/game-moba-lebih-populer-fps-c1c2-01-xkk7y-rzrm7n
Ambarwati, M., Nurhadi, & Rahman, A. (2022). Trash-Talking Pemain Mobile Legends: Bang Bang Mahasiswa FKIP UNS. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(3), 243–255. https://doi.org/10.37329/ganaya.v5i3.1833
APJII. (2025). Survei penetrasi internet Indonesia 2025. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Barseli, M., & Sriwahyuningsih, V. (2023). Peran Game online Mobile Legends sebagai pemicu turunnya motivasi belajar siswa. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 164. https://doi.org/10.29210/1202322743
Bogacheva, N., & Alekseeva, A. (2021). Aggression, impulsiveness and gaming motivation in young adult video gamers: An empirical study. Proceedings of the International Conference "Internet and Modern Society" (IMS-2021), CEUR Workshop Proceedings, 3090.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches(5th ed.). SAGE Publications, Inc.
Devita, R., Hasibuan, E. J., & Barus, R. K. (2018). Dampak Game online Mobile Legends: Bang Bang terhadap mahasiswa. PERSPEKTIF, 6–12.
Duarte, F. (2025, 21 Mei). Countries with the highest number of internet users (2025). Exploding Topics. https://explodingtopics.com/blog/countries-internet-users
Erizka, M. A. (2019). Korelasi intensitas bermain Game online Mobile Legend dengan keterampilan sosial siswa MAN 3 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 60–66.
Gisbert-Pérez, J., Martí-Vilar, M., Merino-Soto, C., Chans, G. M., & Badenes-Ribera, L. (2024). Gender differences in internet gaming among university students: A discriminant analysis. Frontiers in Psychology, 15, Article 1412739. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1412739
GoodStats Data. (2025, 1 Februari). Genre game favorit pria dan wanita Indonesia 2025.https://data.goodstats.id/statistic/genre-game-favorit-pria-dan-wanita-indonesia-2025-nRqX6
Handayani, R. (2018). Analisa aktivitas fandom Mobile Legend Indonesia dalam membangun struktur komoditas baru (studi tentang media baru). Al-Munzir, 11(1). https://ejournal.iainkendari.ac.id/index.php/al-munzir/article/download/934/821
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Erlangga.
Jakpat. (2025, 23 Oktober). Game online yang paling banyak dimainkan anak muda RI September 2025. Data Books. https://insight.jakpat.net/indonesian-gaming-behavior/
Khan, A., & Muqtadir, R. (2016). Motives of problematic and nonproblematic online gaming among adolescents and young adults. Pakistan Journal of Psychological Research, 31(1), 119–138.
Kumar, A., Dodda, S., Kamuni, N., & Vuppalapati, V. S. M. (2024). The emotional impact of game duration: A framework for understanding player emotions in extended gameplay sessions. Proceedings of the 2024 3rd IEEE International Conference on Artificial Intelligence for Internet of Things (AIIoT 2024).
Lase, H. Y., & G., H. (2025). Intensitas bermain Game online Mobile Legends berhubungan dengan perilaku agresif pada mahasiswa sarjana keperawatan Universitas Indonesia Maju. Open Access Jakarta Journal of Health Science, 9–17.
Lemercier-Dugarin, M., Romo, L., Tijus, C., & Zerhouni, O. (2021). "Who are the Cyka Blyat?" How empathy, impulsivity, and motivations to play predict aggressive behaviors in multiplayer online games. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 24(1), 63–69. https://doi.org/10.1089/cyber.2020.0041
Nasution, F., Wibowo, A., Nasution, T. M. S., & Edith, I. R. (2024). Konsep dasar, ruang lingkup psikologi dewasa dan manula, kondisi dewasa awal. Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan, 1(3), 108–114. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jipk
Nawawi, M. I., Pathuddin, H., Syukri, N., Alfidayanti, A., Poppysari, S., Saputri, S., Ramdani, M., Jun, M., & Marsuki, I. (2021). Pengaruh game Mobile Legends terhadap minat belajar mahasiswa/i Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. AL MA'ARIEF: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 3(1), 46–54. https://doi.org/10.35905/almaarief.v3i1.2039
Putri Diantina, F., Restu Gunawati, A., & Dwitama, D. (2024). Peran motif pada hubungan konsep diri dan perilaku problematic gaming pada gamers MOBA. Schema: Journal of Psychological Research, 9(02), 82–93. https://doi.org/10.29313/schema.v9i02.5349
Salsabela, G., Farial, & Aminah. (2025). Frustration in Mobile Legends and verbal aggression among SMAN 12 students. Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi (JKPP), 2(3), 77–87. https://altinriset.com/journal/index.php/jkpp
Sandya, S. N., & Ramadhani, A. (2021). Pengaruh intensitas bermain Game online terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(1), 202–213. https://doi.org/10.30872/psikoborneo
Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). McGraw-Hill.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Published

2026-07-31