Scoping Review: Persepsi Pernikahan pada Emerging Adulthood

  • Wenry Ainasya Salsabila Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Yunita Sari Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Persepsi Pernikahan, Emerging Adulthood, Scoping Review

Abstract

Abstract. Emerging adulthood is a crucial stage in building romantic relationships and searching for a life partner or “soul mate”. Individuals' views on marriage take on an important role before they make the decision to marry. These views become the foundation for individuals in shaping their family life. This article aims to review the current literature on perceptions of marriage in emerging adulthood, a developmental period that occurs between the ages of 18 and 29. Databases were searched through Google Scholar, Scopus and SageJournals. Based on studies from 2013 to 2024, several themes emerged in marriage perceptions including marriage knowledge, past experiences, cultural constructs, marriage expectations, sociodemographic characteristics and parenting. This review highlights the need for future research to explore the dynamic process of marriage perception formation in emerging adults.

Abstrak. Emerging adulthood merupakan tahap krusial dalam membangun hubungan romantis dan mencari pasangan hidup atau "belahan jiwa". Pandangan individu tentang pernikahan memainkan peran penting sebelum seseorang mengambil keputusan untuk menikah. Pandangan ini menjadi landasan bagi individu dalam membentuk kehidupan keluarga mereka. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkini yang membahas mengenai persepsi pernikahan pada masa emerging adulthood yaitu sebuah periode perkembangan yang terjadi pada usia 18 hingga 29 tahun. Basis data ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, dan SageJournals. Berdasarkan studi dari tahun 2013 hingga 2024, ditemukan beberapa tema yang muncul dalam persepsi pernikahan yaitu pengetahuan pernikahan, pengalaman di masa lalu, konstruksi budaya, harapan pernikahan, karakteristik sosiodemografi dan pola asuh orang tua. Tinjauan ini menyoroti perlunya penelitian di masa depan untuk mengeksplorasi proses dinamis pembentukan persepsi pernikahan pada individu emerging adults.

References

[1] Arnett, J. J., Žukauskienė, R., & Sugimura, K. (2014). The new life stage of emerging adulthood at ages 18–29 years: Implications for mental health. The Lancet Psychiatry, 1(7), 569-576.
[2] Himawan, K. K., Bambling, M., & Edirippulige, S. (2018). What does it mean to be single in Indonesia? Religiosity, social stigma, and marital status among never-married Indonesian adults. Sage Open, 8(3), 2158244018803132.
[3] Hull, T. H. (2002). The marriage revolution in Indonesia. Paper presented at the Population Association of America, Atlanta, GA
[4] Asih, E. (2024). Angka Pernikahan di Indonesia Turun, Faktor Ekonomi dan Psikologis Dituding Jadi Sebab. Pikiran Rakyat
[5] Situmorang, A. (2007). Staying single in a married world. Asian Population Studies, 3, 287-304
[6] DePaulo, B. M., & Morris, W. L. (2006). The unrecognized stereotyping and discrimination against singles. Current Directions
in Psychological Science, 15, 251-254.
[7] Hawa, S. (2007). Siap-siap Nikah. PT Lingkar Pena Kreative.
[8] Lybertha, D. P., & Desiningrum, D. R. (2016). Kematangan emosi dan persepsi terhadap pernikahan pada dewasa awal: studi korelasi pada mahasiswa fakultas hukum Universitas Diponegoro. Jurnal Empati, 5(1), 148-152.
[9] Putrini, A. (2002). Pengambilan Keputusan untuk Menikah dan Tidak Menikah Saat Masa Kuliah pada Mahasiswi. Universitas Indonesia.
[10] Arksey, H., & O’Malley, L. (2005). Scoping studies: Towards a Methodological Framework. International Journal of Social Research Methodology, 8(1), 19–32.
[11] Lam, B. C., Cross, S. E., Wu, T. F., Yeh, K. H., Wang, Y. C., & Su, J. C. (2016). What do you want in a marriage? Examining marriage ideals in Taiwan and the United States. Personality and Social Psychology Bulletin, 42(6), 703-722.
[12] Cho, S., & Yu, J. (2019). Perception of marriage and marriage preparation-Consumers' age-related behavior differences. The Research Journal of the Costume Culture, 27(5), 461-478.
[13] Hanum, S. H., Nopianti, H., & Almubaroq, H. Z. (2023). Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Preferensi Pemilihan Pasangan Hidup Pada Remaja Umur 18-24 Tahun: Trends In Preference For Life Partners Based On Gender. Jurnal Sosiologi Nusantara, 9(1), 51-60.
[14] Dewi, I. S., & Putra, S. (2020). Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Ditinjau Dari Latar Belakang Budaya (Batak dan Jawa). BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 3(1), 112-119.
[15] Karunia, N. E., & Rahaju, S. (2019). Marriage readiness of emerging adulthood. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 9(1), 29-34.
[16] Aulia, M. R., Rifayanti, R., & Putri, E. T. (2021). Persepsi Pernikahan Menurut Wanita Dewasa Awal yang Orang Tuanya Bercerai. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 9(2), 286-296.
[17] Wahyuni, S., Khumas, A., & Jafar, E. S. (2023). Persepsi Tentang Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Mengalami Fatherless. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 2(6), 1050-1066.
[18] Miranti, Arlinda. (2015). Pengaruh Kualitas Pesan Kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan Terhadap Tingkat Preferensi Usia Kawin Pertama yang Dimediasi oleh Tingkat Pengetahuan Remaja di Kabupaten Ban-jarnegara. Universitas Diponegoro.
[19] BKKBN. (2010). Modul Pendewasaan Usia Perkawinan dan Hak-hak Reproduksi Bagi Remaja Indonesia.
[20] Shukla, A., Deodiya, S., & Singh, T. B. (2013). Marriage Perception Scale (MPS): Development of a measure to assess unmarried adolescent’s perception about marriage. Social Medicine, 44, 1-2.
[21] Yanti, Y., Hamidah, H., & Wiwita, W. (2018). Analisis Faktor Penyebab Dan Dampak Pernikahan Dini Di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak. Jurnal Ibu Dan Anak, 96–103.
[22] Naibaho, Hotnatalia. (2013).Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pernikahan Muda (Studi Kasus Di Dusun Ix Seroja Pasar VII Tembung Kecamaan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Universitas Sumatera Utara, 2(4), 1-12.
[23] Sultana, Israth, Mohammad Emdad Hossain & Mohammad Nazmul Hoq (2015). Factors Affecting on Early Marriage of Women in Rural Areas, Bangladesh. Asian Journal of Humanity, Art and Literature, 2(3), 149-158.
[24] Adler, A. (2006). Jadikan Hidup Lebih Bermakna. Alih Bahasa: Mely Septiani. Jogjakarta: Paragrad Books.
[25] Su’adah, H. (2005). Sosiologi Keluarga. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
[26] Diana, P & Agustina. (2023). Gambaran Persepsi Pernikahan pada Perempuan Dewasa Muda dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai dan Fatherless. Journal of Social and Economics Research, 5(2), 720-731.
Published
2025-01-31