Pengaruh Teacher Self Efficacy terhadap Burnout pada Guru Non-ASN SDN Kota Bandung
Abstract
Abstract. Teachers are required to follow developments in science, technology and comply with applicable regulations. Every teacher at any level of education Different ones have their own challenges. The burden that non-primary elementary school teachers have ASN (Honorary) is the same as ASN teachers, but non-ASN teachers get benefits which is smaller than the benefits for ASN teachers. Teacher self-efficacy is one of the variables that influences teachers when teaching. Teacher Self-Efficacy is the belief that educators have the power to influence student learning outcomes. Stability of teacher performance in the classroom to a large extent depending on their teacher's level of self-efficacy; fatigue will occur by lack of self-confidence. Burnout is a psychological and physical result serious from excessive stress levels at work. The purpose of this research is to find out how teacher self-efficacy affects burnout non-ASN teachers. Bandung City non-ASN elementary school teachers were used as subjects The study numbered 150 people. This research uses quantitative techniques causality based on simple linear regression analysis. Instruments that used was the Sense of Teacher Efficacy Scale by Tschannen-Moran & Woolfolk (2001) and Maslach Burnout Inventory by Maslach & Jackson (1981) and has been adapted by Palupi & Pandjaitan (2022). Results of this research shows that teacher self-efficacy has a significant influence against burnout of 37.9%.
Abstrak. Guru dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan patuh terhadap aturan yang berlaku. Setiap guru pada jenjang Pendidikan yang berbeda memiliki tantangannya masing-masing. Beban yang dimiliki guru SD Non- ASN (Honorer) sama dengan guru ASN, tetapi guru Non-ASN mendapatkan benefit yang lebih kecil di banding benefit pada guru ASN. Teacher self efficacy merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi guru ketika sedang mengajar. Teacher Self-Efficacy merupakan keyakinan bahwa pendidik mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi hasil belajar siswa. Stabilitas kinerja guru di kelas sebagian besar bergantung pada tingkat teacher self efficacy mereka; kelelahan akan diakibatkan oleh kurangnya rasa percaya diri. Burnout adalah akibat psikologis dan fisik yang serius dari tingkat stres yang berlebihan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teacher self efficacy mempengaruhi burnout guru non-ASN. Guru SDN non-ASN Kota Bandung yang dijadikan subjek penelitian berjumlah 150 orang. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif kausalitas berdasarkan analisis regresi linier sederhana. Instrumen yang digunakan adalah Teacher Sense of Efficacy Scale oleh Tschannen-Moran & Woolfolk (2001) dan Maslach Burnout Inventory oleh Maslach & Jackson (1981) dan telah diadaptasi oleh Palupi & Pandjaitan (2022). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teacher self efficacy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap burnout sebesar 37,9%.
References
[2] Ariga, S. (2022). Implementasi kurikulum merdeka pasca pandemi covid-19. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 662-670.
[3] Bandura, Albert. 1997. Self-efficacy - The Exercise of Control, New York: W.H. Freeman and Company.
[4] Bandura, A. (1995). Self-Efficacy in Changing Societies
[5] Dewi, R. S. (2017). Pengaruh pelatihan efikasi diri sebagai pendidik terhadap penurunan burnout pada guru di sekolah inklusi: Pengaruh pelatihan efikasi diri sebagai pendidik terhadap penurunan burnout pada guru di sekolah inklusi. Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), 155-167.
[6] Fahmi, A. Z., Muthia, W. S., Alfarizi, F., Wangsadikrama, M. G., & Widiasmara, N. (2019). Kebersyukuran dan Burnout pada Guru Sekolah Dasar di Yogyakarta. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 24(2), 105-114
[7] Fitriyah, C. Z., & Wardani, R. P. (2022). Paradigma kurikulum merdeka bagi guru sekolah dasar. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(3), 236-243.
[8] Harnany, L., & Putra, F. W. (2021). Burnout Pada Guru Sekolah Dasar Fullday: Menguji Peranan Kecerdasan Emosional dan Dukungan Sosial. Nathiqiyyah, 4(1), 1-17.
[9] Hartawati, D., & Mariyanti, S. (2013). Hubungan antara self-efficacy dengan burnout pada pengajar taman kanak-kanak sekolah “X” di Jakarta. Jurnal Psikologi Esa Unggul, 12(2), 54-60.
[10] Islami, Z. N., & Kartika, L. (2016). Analisis Tingkat Burnout Guru MTS Assa’idiyyah Ditinjau dari Tipe Kepribadian Disc. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 7(1), 48-62.
[11] Jatmika, D., & Utomo, S. D. (2019). Peran konflik peran ganda terhadap spiritualitas di tempat kerja pada guru wanita sekolah dasar negeri (sdn) di Jakarta. Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim, 15(2), 130-140.
[12] Jumiati, J., & Kartiko, A. (2022). Pengaruh Self Efficacy dan Locus of Control Terhadap Kinerja Guru. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 1(1), 32-44.
[13] Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M. P. (2001). Job burnout. Annual Review of Psychology, 52, 397–422.
[14] Nuri, C., Demirok, M. S., & Direktör, C. (2017). Determination of Self-Efficacy and Burnout State of Teachers Working in the Special Education Field in Terms of Different Variables. Journal of Education and Training Studies, 5(3), 160-166.
[15] Orpina, S., & Prahara, S. A. (2019). Self-efficacy dan burnout akademik pada mahasiswa yang bekerja. Indonesian Journal of Educational Counseling, 3(2).
[16] Palupi, V. C., & Pandjaitan, L. N. (2022). Self Efficacy dan Burnout pada Guru. Keluwih: Jurnal Sosial dan Humaniora, 3(1), 28-39.
[17] Pines, A. & Maslach C. (1993) Characteristics of staff burnout in mental health settings. Hospital Community Psychiatry, 29, 233-237.
[18] Puspitasari, D. A., & Handayani, M. M. (2014). Hubungan tingkat self-efficacy guru dengan tingkat burnout pada guru sekolah inklusif di Surabaya. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 3(1), 59-68.
[19] Rahman, U. (2007). Mengenal burnout pada guru. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 10(2), 216-227.
[20] Rosidah, C. T., Pramulia, P., & Susiloningsih, W. (2021). Analisis kesiapan guru mengimplementasikan asesmen autentik dalam kurikulum merdeka belajar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(01), 87-103.
[21] Savas, A. C., Bozgeyik, Y., & Eser, İ. (2014). A study on the relationship between teacher self efficacy and burnout. European Journal of Educational Research, 3(4), 159-166.
[22] Sehangunaung, G.A., Mandey, S.L., Roring, F. (2023). Analisis Pengaruh Harga, Promosi Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pengguna Aplikasi Lazada Di Kota Manado. Jurnal EMBA, 11 (3)., 1-11.
[23] Silaswati, D. (2022). Analisis Pemahaman Guru Dalam Implementasi Program Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education), 5 (4), 718–723.
[24] Septianisa, S., & Caninsti, R. (2016). Hubungan self efficacy dengan burnout pada guru di sekolah dasar inklusi. Journal Psikogenesis, 4(1), 126-137.
[25] Tschannen-Moran, M. & Woolfolk Hoy, A. (2001). Teacher efficacy: Capturing and elusive construct. Teaching and Teacher Education, 17, 783-805.
[26] Varina, C.P., et al. (2022). Self Efficacy dan Burnout pada Guru. Jurnal Ilmiah. KELUWIH: Jurnal Sosial dan Humanior, 3(1).
[27] Windayanti, W., Afnanda, M., Agustina, R., Kase, E. B., Safar, M., & Mokodenseho, S. (2023). Problematika guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Journal on Education, 6(1), 2056-2063.
[28] Yusup, F. (2018). Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 17-33. https://dx.doi.org/10.18592/tarbiyah.v7i1.2100
[29] Zhu, M., Liu, Q., Fu, Y., Yang, T., Zhang, X., & Shi, J. (2018). The relationship between teacher self-concept, teacher efficacy and burnout. Teachers and Teaching, 24(7), 788-80