Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Self-Esteem pada Mahasiswa Korban Kekerasan dalam Pacaran di Kota Bandung

  • Ridha Fadhila Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Farida Coralia Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: kecerdasan emosional, self-esteem, kekerasan dalam pacaran

Abstract

Abstract. Dating violence is particularly prevalent among individuals aged 18-24, predominantly affecting students and learners. One negative consequence of dating violence is the low self-esteem of victims, who often feel unable to terminate relationships due to fear, perceived threats, or normalization of the violence. Emotional intelligence plays a crucial role in victims' inability to recognize and understand dating violence as an unhealthy relationship dynamic. This study investigates the relationship between emotional intelligence and self-esteem among student victims of dating violence in Bandung City. The research employs a correlational design, utilizing accidental sampling to obtain a sample of 106 respondents. The instruments used include Schutte's Assessing Emotion Scale (AES) to measure emotional intelligence and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) by Rosenberg to assess self-esteem. Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation technique, yielding a correlation coefficient of 0.467 and a p-value (Sig.) of 0.000 < α = 0.05. The results indicate a moderate relationship between emotional intelligence and self-esteem among student victims of dating violence in Bandung City, with a positive correlation suggesting that higher emotional intelligence is associated with higher self-esteem.

Abstrak. Kekerasan dalam pacaran rentan terjadi pada usia 18-24 tahun yang didominasi oleh populasi mahasiswa dan pelajar. Salah satu dampak negatif akibat kekerasan dalam pacaran ialah rendahnya self-esteem korban. Mereka cenderung merasa tidak mampu untuk memutuskan hubungan dengan pasangan karena merasa takut, merasa terancam, atau menilai bahwa kekerasan tersebut sebagai hal yang biasa. Kecerdasan emosional menjadi salah satu faktor penyebab korban tidak mampu untuk melihat dan memahami  kekerasan dalam pacaran sebagai bentuk hubungan yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan self-esteem pada mahasiswa korban kekerasan dalam pacaran di Kota Bandung. Metode penelitian yang dipakai ialah korelasional. Teknik pengambilan sampel yakni accidental sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 106 responden. Alat ukur yang dipakai ialah The Assesing Emotion Scale (AES) oleh Schutte guna mengukur kecerdasan emosional dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) oleh Rosenberg guna mengukur self-esteem. Studi ini memakai teknik analisis korelasi Rank Spearman. Nilai korelasi yang dihasilkan yakni 0,467 dan p-value (Sig.) = 0,000 < α = 0,05. Hasil studi ini memperlihatkan hubungan yang sedang antara kecerdasan emosional dengan self-esteem pada mahasiswa korban kekerasan dalam pacaran di Kota Bandung. Nilai positif pada korelasi memperlihatkan  makin tinggi kecerdasan emosional maka makin tinggi self-esteem.

References

Arifin, S., & Rahmawati, A. (2015). Tindak Kekerasan Mahasiswa Terhadap Pacar Dalam Relasi Multi-Partner. 1-14.
Ashley, O. S. (2005). Adolescent Help-Seeking For Dating Violence: Prevalence, Sociodemographic Correlates, And Sources Of Help. Journal Of Adolescent Health, 25-31.
Barenns, & Swandi. (2023). Gambaran Pengalaman Perempuan Korban Kekerasan Dalam.
Barker, G. (2007). Barker, G. (2007). Adolescents, Social Support And Help-Seeking Behaviour: An International Literature Review And Programme Consultation With Recommendations For Action. World Health Organization.
Chansa, M. T., BM, S., Husodo, B. T., & Widagdo, L. (2017). Hubungan Kecerdasan Emosi Terhadap Niat Mengatasi Kekerasan Dalam Pacaran Pada Mahasiswa Di Kota Semarang (Studi Kasus Di Kecamatan Tembalang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 601-610.
Duval, Alicia, Lanning, B. A., & Patterson, M. S. (2020). A Systematic Review Of Dating Violence Risk Factors Among Undergraduate College Students. Trauma, Violence, & Abuse, 567-585.
Jackson, & Susan. (1999). Issues In The Dating Violence Research: A Review Of The Literature. Aggression And Violent Behavior, 233-247.
Kamila, F. M., & Halimah, L. (2020). Hubungan Self Esteem Dengan Kekerasan Dalampacaran Pada Korban Remaja Putri Di SMA Pasundan7 Bandung. Prosiding Psikologi.
Katz, Jennifer, & Arias, I. (1999). Psychological Abuse And Depressive Symptoms In Dating Women: Do Different Types Of Abuse Have Differential Effects? Journal Of Family Violence, 281-295.
Kemenpppa. (2022). Diambil Kembali Dari Https://Kekerasan.Kemenpppa.Go.Id/Ringkasan
Komnas Perempuan. (2021). Perempuan Dalam Himpitan Pandemi: Lonjakan Kekerasan Seksual, Kekerasan Siber, Perkawinan Anak dan Keterbatasan Penanganan Di Tengah Covid-19. Komnas Perempuan.
Komnas Perempuan. (2022). CATAHU 2022: Bayang-Bayang Stagnansi: Daya Pencegahan Dan Penanganan Berbanding Peningkatan Jumlah, Ragam Dan Kompleksitas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan. Komnas Perempuan.
Lewis, S., & Fremouw, W. (2001). Dating Violence: A Critical Review Of The Literature. Clinical Psychology Review, 105-127.
Mariani, N. N., & Mentari, Y. I. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan Remaja Perempuan Tentang Kekerasan Dalam Pacaran, Lamanya Pacaran Dan Kecerdasan Emosional Dengan Kejadian Kekerasan Dalam Pacaran Di Sman 9 Cirebon Tahun 2014. Media Informasi, 23-30.
Mariani, Nirmaya, N., & Mentari, Y. I. (2016). Hubungan Antara Pengetahuan Remaja Perempuan Tentang Kekerasan Dalam Pacaran, Lamanya Pacaran Dan Kecerdasan Emosional Dengan Kejadian Kekerasan Dalam Pacaran Di Sman 9 Cirebon Tahun 2014. Media Informasi, 23-30.
Murray, J. (2007). Abusive Dating Relationships.
Napitupulu, R. (2019). Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Self Esteem Pada Siswa/Siswi Kelas Xii Sma Kartini Kota Batam Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Zona Psikologi.
Pratiwi, P. C. (2017). Upaya Peningkatan Harga Diripada Dewasa Muda Penyitas Kekerasan Dalam Pacaran Dengan Cognitive Behavior Therapy. Jurnal Psikologi Ulayat.
Ramadhani, D. P., & Herdiana, I. (2022). Hubungan Kekerasan Dalam Pacaran Dengan Self-Esteem Pada Korban Wanita Dewasa Awal. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental.
Rickwood, D., Deane, F. P., Wilson, C. J., & Ciarrochi, J. (2005). Young People’s Help-Seeking For Mental Health. Australian E-Journal For The Advancement Of Mental Health.
Rosenberg. (1965). Society And The Adolescent Self-Image.
Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional Intelligence. Imagination, Cognition And Personality, 185-211.
Sari, I. P. (2018). Kekerasan Dalam Hubungan Pacaran Di Kalangan Mahasiswa : Studi Refleksi Pengalaman Perempuan. Jurnal Dimensia.
Sintyasari, D., & Fridari, G. (2021). Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Keputusan Perempuan Untuk Bertahan Dalam Abusive Dating Relationship. Jurnal Psikologi Udayana, 58-71.
Sintyasari, N., & Fridari, I. (2021). Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Keputusan Perempuan Untuk Bertahan Dalam Abusive Dating Relationship. Jurnal Psikologi Udayana, 58-71.
Subekti, & Rachma. (2014). Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Harga Diri Remaja Di Pondok Pesantren Darut Taqwa Semarang. Jurnal Unimus.
Subekti, Tri, A., & Rachma, N. (2014). Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Harga Diri Remaja Di Pondok Pesantren Darut Taqwa Semarang. Prosiding Seminar Nasional & Internasional.
Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Tsirigotis, K., & Łuczak, J. (2015). Emotional Intelligence Of Women Who Experience Domestic Violence. Psychiatr Q, 165-176.
Tsirigotis, Konstantinos, & Łuczak., J. (2016). Emotional Intelligence Of Women Who Experience Domestic Violence. Psychiatric Quarterly, 165-176.
Wolf, & Temple. (2018). Adolescent Dating Violence, Theory, Research And Prevention. London: Elsevier.
Published
2025-01-30