Pengaruh Hardiness terhadap Prososial Perawat Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung
Abstract
Abstract. Hardiness is understood as a personality that allows individuals to survive stressful situations, while prosocial behavior refers to the act of helping voluntarily. This study aims to analyze the effect of hardiness on prosocial behavior of nurses in the Emergency Department of RSHS Bandung with 56 subjects. Quantitative method was used as an approach in this study. The measuring instrument utilized is the Occupational Hardiness Questionnaire developed by Jimenez, et al (2014) and has been adapted to the Indonesian language by Widiatmoko (2022). The prosocial measuring instrument is a prosocial scale compiled by Rudyanto (2010) based on aspects of Mussen et al., (in Cholidah, 1996) which includes dimensions of sharing, cooperation, helping, honesty, donating and paying attention to welfare. Data were processed using multiple linear regression with the results showing that hardiness has a significant contribution of 24.3% to nurses' prosocial behavior.
Abstrak. Hardiness dipahami sebagai kepribadian yang memungkinkan individu bertahan menghadapi situasi penuh tekanan, sementara perilaku prososial merujuk pada tindakan menolong secara sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hardiness terhadap perilaku prososial perawat Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung dengan jumlah subjek 56 perawat. Metode kuantitatif dipakai sebagai pendekatan dalam penelitian ini. Alat ukur yang dimanfaatkan yaitu Occupational Hardiness Questionnaire yang dikembangkan oleh Jimenez, et al (2014) dan telah diadaptasi ke bahasa Indonesia oleh Widiatmoko (2022). Alat ukur prososial yaitu skala prososial yang disusun oleh Rudyanto (2010) berdasarkan aspek-aspek Mussen et al., (dalam Cholidah, 1996) yang meliputi dimensi membagi, kerjasama, menolong, kejujuran, menyumbang dan memperhatikan kesejahteraan. Data diolah menggunakan regregsi liniear berganda dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa hardiness memiliki kontribusi signifikan sebesar 24,3% terhadap perilaku prososial perawat.
References
Akira, A., & Jatmika, D. (2017). Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak “X” di Bandung. Psibernetika, 8(1).
Amalia, R. & Desiningrum, D. R. (2017) Hubungan Antara Hardiness Dengan Perilaku Prososial Pada Mahasiswa Yang Mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal Empati. Volume 6 (Nomor 4). Hal 313-318.
Ayudhia, R. R., Kristiana, I. F. (2016). Hubungan antara Hardiness dengan Perilaku Prososial pada Siswa Kelas XI SMA Islam Hidayatullah Semarang. Jurnal Empati, Volume 5(2), 205-210.
Cholidah, L., & Ancok, D., Haryanto. (1996). Hubungan Kepadatan Dan Kesesakan Dengan Stres Dan Intensi Prososial Pada Remaja Di Pemukiman Padat. Jurnal Psikologika. No. 1, 56-64.
Cooper, C. L., Dewe, P. J. & O'Driscoll, M. P. (2001). Organizational Stress: A review and Critique of Theory, Research, and Applications. SAGE Publications, Inc.
Dayakisni, T., Hudaniah. (2015). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press.
Eisenberg, N. (2000). Dispositional Emotionality and Regulatin: Their Role in Predicting Quality of Social Functioning. Journal of Personality and Social Psychology. 78(1), hal. 136-157.
Forero, R., McCarthy, S. & Hilman, K. (2011). Access Block and Emergency Department Overcrowding. Critical Care, 15(2), 216.
Hurlock, E. B. (2003). Child Development. New York: McGraw-Hill.
Kobasa, S. C., Maddi, S. R. & Kahn, S. (1982). Hardiness and Health: A Prospective Study. Journal of Personality and Social Psychology, 42(1), 168.
Naser, R. W. A. M., Mulyadi & Malara, R. (2015). Hubungan Faktor-Faktor Eksternal Dengan Response Time Perawat Dalam Penanganan Pasien gawat Darurat di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan, 3(2).
Safaat, H., & Jumadil, T. (2018). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Organisasi Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Luwu. Voice of Midwifery, 8(01), 723-733.
Santrock, J. W. (2002). Life-Span Development. New York: McGraw-Hill.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tentang Rumah Sakit. (2009). Jakarta: Presiden Republik Indonesia.
Van der Graaff, J., Carlo, G., Crocetti, E., Koot, H. M., & Branje, S. (2018). Prosocial Behavior in Adolescence: Gender Differences in Development and Links With Empathy. Journal of Youth and Adolescence, 47(5), 1086-1099.
Wahyuni, R., & Dimyati, D. (2019). Pengaruh Agreeableness Terhadap Perilaku Prososial pada Perawat Rumah Sakit Umum Daerah Istimewa Yogyakarta. Ecopsy, 6(1), 375752.
Yula Wardani, S., Dwi Sholikhah, L., Purwanta, E., & Astuti, B. (2023). Kajian Bimbingan Dan Konseling Karier. UNIPMA Press Universitas PGRI Madiun.
Ghaniyyaturrahmah, N., & Djamhoer, T. D. (2023). Pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Perawat RSUD Majalengka. Jurnal Riset Psikologi, 3(2), 93–100. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i2.2752
Lutfiyah, Z. F., & Dwarawati, D. (2023). Pengaruh Resilience at Work terhadap Subjective Well-Being pada Perawat Rumah Sakit Jiwa. Jurnal Riset Psikologi, 39–46. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i1.1982
Zahra Raudia Gozali. (2022). Pengaruh Stres Kerja terhadap Komitmen Organisasi pada Perawat Unit Rawat Inap RSUD Sekarwangi. Jurnal Riset Psikologi, 27–32. https://doi.org/10.29313/jrp.v2i1.677