Pengaruh Father Involvement terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan pada Dewasa Awal di Kota Bandung

  • Ayisha Galea Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Eni Nuraeni Nugrahawati
Keywords: Father Involvement, Preferensi Pemilihan Pasangan, Dewasa Awal

Abstract

Abstract. Fathers' involvement in parenting is important for children's development, yet many fathers contribute less emotionally. Early adults who have lost their fathers tend to experience anxiety and distrust, which can make them fearful of marriage and commitment [1]. Although they see commitment as positive, there is pessimism about its viability, making them more cautious in choosing a partner. Previous studies have shown mixed results regarding the influence of father involvement on partner selection. This study aims to determine and obtain empirical data on how much influence father involvement has on partner selection preferences among early adults in Bandung City. This study uses quantitative methods with non-probability sampling techniques, namely convenience sampling. The measuring instrument used in this study is the Nurturant Fathering Scale (NFS) which measures father involvement, and the Nine Mate Criteria Selection measuring instrument which measures partner selection preferences. This study involved 119 respondents in accordance with the selected research criteria. Data analysis was conducted using simple linear regression test to determine the effect of independent variables on the dependent variable under study. The results showed that there is a significant influence of father involvement on partner selection preferences in early adults aged 20 to 39 years with a coefficient of determination of 0.417, which means that the influence of father involvement on partner selection preferences is 41.7%.

Abstrak. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan penting bagi perkembangan anak, namun banyak ayah kurang berkontribusi secara emosional. Dewasa awal yang kehilangan peran ayah cenderung mengalami kecemasan dan ketidakpercayaan, yang dapat membuat mereka takut terhadap pernikahan dan komitmen [1]. Meskipun mereka melihat komitmen sebagai hal yang positif, ada pesimisme terhadap kelangsungan komitmen tersebut, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Studi sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam mengenai pengaruh keterlibatan ayah dengan pemilihan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan data empiris mengenai seberapa besar pengaruh father involvement terhadap preferensi pemilihan pasangan pada dewasa awal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling non-probability sampling yaitu convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nurturant Fathering Scale (NFS) yang mengukur keterlibatan ayah, serta alat ukur Nine Mate Criteria Selection yang mengukur preferensi pemilihan pasangan. Penelitian ini melibatkan 119 responden sesuai dengan kriteria penelitian yang dipilih. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi liniear sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan father involvement terhadap preferensi pemilihan pasangan pada dewasa awal usia 20 sampai 39 tahun dengan nilai koefisien determinasi 0,417 yang artinya bahwa pengaruh father involvement terhadap preferensi pemilihan pasangan adalah sebesar 41,7%.

References

Annisa Salsabila, & Dinda Dwarawati. (2022). Hubungan antara Forgiveness dan Post Traumatic Growth pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Pacaran pada Usia Dewasa Awal di Kota Bandung. Jurnal Riset Psikologi, 1(2), 124–131. https://doi.org/10.29313/jrp.v1i2.558

Ramdhini, S. A., & Afrizal, S. (2024). Dinamika Gender Dalam Keseimbangan Peran Keluarga: Studi Kasus Peran Ayah Dalam Kegiatan Rumah Tangga Di Kp. Sukacai. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 6(2), 100-109.

Santrock, J. W. (2012). Life-span development Perkembangan Masa Hidup Edisi Ketigabelas Jilid 2. Jakarta. Penerbit Erlangga

Berk, L. (2012). Development through the lifespan dari prenatal sampai remaja, transisi menjelang dewasa (volume 2). Jakarta: Pustaka Pelajar.

Finaka, A. W., & Oktari, R. (2024, March 13). Mayoritas Anak Muda Indonesia Belum Kawin. Indonesiabaik.Id.

Pebyamoriski, N., Minarni, M., & Musawwir, M. (2022). Perbedaan Kecemasan Memilih Pasangan Hidup pada Dewasa Awal Berdasarkan Demografi. Jurnal Psikologi, 15(2), 219-228.

Ramdani, N. S., & Herawati, T. (2023). The Effect Of Religiosity And Social Support On Marriage Readiness In The Young Adult Age Group. Journal Of Child, Family, And Consumer Studies, 2(3), 270-280. https://doi.org/10.29244/jcfcs.2.3.270-280

Rosalinda, Irma & Michael, Timothy. 2019. Pengaruh Harga Diri Terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan Hidup Pada Wanita Dewasa Awal Yang Mengalami Quarter-Life Crisis. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 8(1), 20-26.

Mardiyah, R. (2020). Komunikasi Antarpribadi Dengan Lawan Jenis Pada Perempuan Fatherless: Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Antarpribadi Dengan Lawan Jenis Pada Perempuan Fatherless Di Kota Medan. Komunika, 16(2), 1-9.

Corneau, G. (1991). Absent Fathers, Lost Sons. Colorado: Shambala Publications.

Feliciana, E., & Nurdibyanandaru, D. (2020). Hubungan Persepsi Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dan Kesiapan Menikah Emerging Adult Perempuan di Surabaya. INSAN Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Mental, 4(1), 28.

Yuliani, W., & Khoiryasdien, A. D. (2023). Hubungan Antara Harga Diri dengan Preferensi Pemilihan Pasangan Hdiup pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan di Yogyakarta. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(12), 5356-5363.

UNICEF. (2020). Situasi Anak Di Indonesia (2020th Ed.). UNICEF.

Maryani, T., Handayani, N. S., & Julianti, A. (2024). Studi Pada Wanita Bekerja Yang Belum Menikah Dalam Memilih Pasangan Hidup. Arjwa: Jurnal Psikologi, 3(1), 13-27.

Leman, J. P. (2014). Dampak ketidakhadiran ayah terhadap preferensi pasangan pada wanita dewasa awal. Jurnal Psikologi Keluarga, 12(2), 45-58.

Fiqrunnisa, A., Yuliadi, I., & Saniatuzzulfa, R. (2023). Hubungan Persepsi Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Dengan Pemilihan Pasangan Pada Perempuan Dewasa Awal Fatherless. Psyche: Jurnal Psikologi, 5(2), 152-167.

Silalahi, U. (2015). Metode penelitian sosial (4th Ed.). PT Refika aditama.

Finley, G. E., & Schwartz, S. J. (2004). The Father Involvement and Nurturant Fathering Scales: Retrospective measures for adolescent and adult children. Educational and Psychological Measurement, 64(1), 143-164.

Muzdalifah, F., & Putri, T. T. (2019). Pengaruh Keterlibatan Ayah terhadap Cyberbullying Remaja Pengguna Instagram. Jurnal Psikogenesis, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.24854/jps.v7i1.871

Townsend, J.M. (1993). Gender differences in mate preference among law students: Divergence and convergence of criteria. The Journal of Psychology, 127, 507-28.

Qairani, S. (2023). Pengaruh Celebrity Worship Terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan Hidup Pada Individu Dewasa Awal Penggemar K-Pop Di Malang Raya. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Zirima, H. (2020). Father absence and sexual partner preference amongst women in Masvingo urban, Zimbabwe. Global Journal of Psychology Research: New Trends and Issues. 10(1), 85–94. https://doi.org/10.18844/gjpr.4116

Muhammad Dandy Rizkiansyah, & Siti Qodariah. (2023). Pengaruh Self presentation terhadap Subjective Wellbeing pada Emerging Adulthood Pengguna Instagram. Jurnal Riset Psikologi, 31–38. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i1.1981

Rizkiansyah, M. D., & Qodariah, S. (2023). Pengaruh Self presentation terhadap Subjective Wellbeing pada Emerging Adulthood Pengguna Instagram. Jurnal Riset Psikologi, 31–38. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i1.1981

Published
2025-01-26