Pengaruh Social Support terhadap Body Dissatisfaction pada Perempuan di Fitness Center Bandung

  • Amalia Mardhiyatus Sa'diyah Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Eni Nuraeni Nugrahawati Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Body Dissatisfaction, Social Support, Fitness Center

Abstract

Abstract. Many early adult women exercise in fitness center to maintain their appearance and increase their self-confidence. This is due to the beauty standards in society that make them feel dissatisfied with their body shape even though they already have an ideal body. In addition, this phenomenon is also rarely researched in Indonesia, especially in Bandung City. Researchers also have not found many similar studies that link these two variables without any other variables. The purpose of this study was to determine the effect of social support on body dissatisfaction in women at Bandung fitness center. This study used a quantitative approach with the causality method on 363 respondents. The research instrument contains a social support questionnaire (Sarafino, 2011) modified by Maulana (2015) and a body dissatisfaction questionnaire (Rosen & Reiter, 1995) modified by Ananta (2022). The results of this study were women who exercised at the fitness center had low social support as mani as 325 respondents (89,53%) and high body dissatisfaction in 186 respondents (51,24%). It is known that there is a significantly negative influence on the social support variables on body dissatisfaction by 8,7% and the rest is influenced by other variables that are not in this study.

Abstrak. Berolahraga di pusat kebugaran banyak dilakukan oleh perempuan usia dewasa awal guna menjaga penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Hal ini dikarenakan adanya standar kecantikan di masyarakat yang membuat mereka merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya meskipun sudah memiliki tubuh yang ideal. Selain itu fenomena ini juga masih jarang diteliti di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Peneliti juga belum banyak menemukan penelitian serupa yang mengaitkan antara kedua variabel ini tanpa adanya variabel lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap ketidakpuasaan tubuh pada perempuan di pusat kebugaran Bandung. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas terhadap 363 responden. Instrumen penelitian berisikan kuesioner dukungan sosial (Sarafino, 2011) yang dimodifikasi oleh Maulana (2015) dan kuesioner ketidakpuasan tubuh (Rosen & Reiter, 1995) yang dimodifikasi oleh Ananta (2022). Hasil penelitian ini adalah perempuan yang berolahraga di pusat kebugaran memiliki dukungan sosial yang rendah sebanyak 325 responden (89,53%) dan ketidakpuasan tubuh tinggi pada 186 responden (51,24%). Sehingga diketahui bahwa terdapat pengaruh yang secara signifikan negatif pada variabel dukungan sosial terhadap ketidakpuasan tubuh sebesar 8,7% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada pada penelitian ini.

References

Ananta, A. (2022). Body Dissatisfaction Pada Wanita Masa Emerging Adulthood : Bagaimana Peranan Social Comparison dan Perfeksionisme. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 11(4), 532–541.

Chng, S. C., & Fassnacht, D. B. (2016). Parental Comments: Relationship with Gender, Body Dissatisfaction, and Disordered Eating in Asian Young Adults. Body Image, 16, 93-99.

Dianningrum, S. W., & Satwika, Y. W. (2021). Hubungan Antara Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri Pada Remaja Perempuan. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7), 194-203.

Fadil, A., Hamid, H., & Firdaus, F. (2022). Hubungan Antara Citra Tubuh Dengan Intensitas Berolahraga Pada Perempuan di Fitness Center. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 2(2), 2-9.

Fitrianti, L. A., Rini, A. P., & Pratitis, N. (2022). Self-Acceptance dan Dukungan Sosial Online Dengan Kecenderungan Body Dissatisfaction Pengguna Instagram Pada Masa Emerging Adulthood. Inner: Journal of Psychological Research, 1(4), 178-186.

Hasmalawati, N. (2018). Pengaruh Citra Tubuh Dan Perilaku Makan Terhadap Penerimaan Diri Pada Wanita. Psikoislamedia Jurnal Psikologi, 2(2), 107-115.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Aliyah, P. N., & Sulisworo Kusdiyati. (2021). Pengaruh Perceived Social Support terhadap Psychological Distress pada Remaja SMA di Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Riset Psikologi, 1(1), 59–68. https://doi.org/10.29313/jrp.v1i1.226

Annisa Salsabila, & Dinda Dwarawati. (2022). Hubungan antara Forgiveness dan Post Traumatic Growth pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Pacaran pada Usia Dewasa Awal di Kota Bandung. Jurnal Riset Psikologi, 1(2), 124–131. https://doi.org/10.29313/jrp.v1i2.558

Khairani, A. P., & Nugraha, S. P. (2022). Dukungan Sosial dan Self-Regulated Online Learning Belajar Matematika Siswa SMA di Masa Pandemi. Jurnal Riset Psikologi, 2(2), 85–96. https://doi.org/10.29313/jrp.v2i2.1597

Published
2025-01-23