Pengaruh Kesepian terhadap Quarter Life Crisis pada Emerging Adulthood

  • Alifa Rahima Az Zahra Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Sulisworo Kusdiyati Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Emerging Adulthood, Loneliness, Quarter Life Crisis

Abstract

Abstract. Loneliness is a condition where an individual feels that their social relationships aren’t as expected. In emerging adulthood phase, loneliness becomes a factor that worsens the quarter life crisis (QLC), where the demands and anxiety of social relationships are one of the main causes. This study aims to determine the role of loneliness on QLC in emerging adulthood in Bandung City with N = 409 respondents. This study uses a quantitative causality design, with convenience sampling techniques and questionnaires distributed online. The measuring instruments used were the UCLA Loneliness Scale 3 adapted by Ramadhani (2023), with reliability value of 0.931 and the QLC-Scale measuring instrument adapted by Afandi et.al (2023) with reliability value of 0.913. The results of the simple regression analysis test showed that the calculated t-value was 9.209> t-table 1.966, which means that there is a positive influence between loneliness on QLC with an R2 value of 0.172, which means that 17.2% of loneliness affects QLC in emerging adulthood in Bandung, while 82.8% influenced by other factors. Based on the research results, it can be concluded that the higher the level of loneliness, the higher the level of a person's QLC, and vice versa.

Abstrak. Kesepian adalah kondisi individu merasa hubungan sosialnya tidak sesuai yang diharapkan. Pada fase emerging adulthood, kesepian menjadi faktor yang memperburuk quarter life crisis (QLC), dimana tuntutan dan kecemasan hubungan sosial menjadi salah satu penyebab utama terjadinya krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kesepian terhadap QLC pada emerging adulthood di Kota Bandung dengan N=409 responden. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kausalitas, dengan teknik convenience sampling dan kuesioner dibagikan secara online. Alat ukur yang digunakan yakni UCLA Loneliness Scale version 3 diadaptasi oleh Ramadhani (2023), dengan nilai reliabilitas sebesar 0.931 dan alat ukur QLC-Scale yang diadaptasi oleh Afandi et. al (2023) dengan nilai reliabilitas 0.913. Hasil uji analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 9.209 > t tabel 1.966 yang artinya terdapat pengaruh positif antara kesepian terhadap QLC dengan nilai R2 sebesar 0,172 yang artinya sebesar 17,2% kesepian berpengaruh terhadap QLC pada emerging adulthood di Kota Bandung, sedangkan 82,8% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Berdasarkan hasil uji analisis regresi sederhana, maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian maka tingkat QLC seseorang akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kesepian seseorang, maka tingkat QLC akan semakin rendah.

References

Artiningsih, R. A., & Savira, S. I. (2021). Hubungan Loneliness dan Quarter life crisis pada Dewasa Awal. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5), 1-11.

Fazira, S. H., Handayani, A., & Lestari, F. W. (2022). Faktor Penyebab Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(2), 1349–1358.

Iqomah, I., Meyritha, M., & Yoga, Y. (2023). Gambaran Quarterlife Crisis pada Emerging Adulthood. Jurnal Psikologi Terapan (JPT), 4(2), 93-101.

King, L. A. (2014). Psikologi umum: Sebuah pandangan apresiatif. Salemba Humanika.

Nash, R. J., & Murray, M. C. (2010). Helping college students find purpose. Jossey-Bass.

Pinggolo, S. P. (2015). Development and validation of quarterlife crisis for Filipinos. In The Asian Conference on Psychology & the Behavioral Sciences.

Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife crisis : The unique challenges of life in your twenties. Penguin Putnam.

Russell, D. (1996). The UCLA loneliness scale (version 3): Reliability, validity, and factor structure. Journal of Personality Assessment, 66, 20–40.

Schaefer, G. E., & Nolen-Hoeksema, S. (2002). The Relationship Between Emotional Suppression and Loneliness. Journal of Social and Clinical Psychology, 21(4), 543-558.

Muhammad Dandy Rizkiansyah, & Siti Qodariah. (2023). Pengaruh Self presentation terhadap Subjective Wellbeing pada Emerging Adulthood Pengguna Instagram. Jurnal Riset Psikologi, 31–38. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i1.1981

Muliati, M., Aiyuda, N., & Nasution, I. N. (2022). Loneliness but Narcissistic! Jurnal Riset Psikologi, 79–84. https://doi.org/10.29313/jrp.v2i2.1595

Rizkiansyah, M. D., & Qodariah, S. (2023). Pengaruh Self presentation terhadap Subjective Wellbeing pada Emerging Adulthood Pengguna Instagram. Jurnal Riset Psikologi, 31–38. https://doi.org/10.29313/jrp.v3i1.1981

Published
2025-01-23