Hubungan Kepercayaan Interpersonal dengan Pengungkapan Diri Online Pengguna Akun Kedua Instagram

  • Hasna Farihatul Jannah Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Endah Nawangsih Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Kepercayaan Interpersonal, Pengungkapan Diri Online, Usia 18-25 tahun

Abstract

Abstract. The use of social media is in demand to connect online, ranging from personal relationships to business activities. A second Instagram account allows individuals to express themselves freely. This study investigated the relationship between Bandung residents aged 18-25 years who use a second Instagram account with online self-disclosure and interpersonal trust, using a quantitative correlational approach. The interpersonal trust measurement tool is based on Gita  and Rottenberg, while self-disclosure is measured using the Leung scale. Of the 300 respondents, a small but positive relationship was found between interpersonal trust and online self-disclosure, with a p value <0.05, a significant value of 0.000, and a Pearson correlation of 0.274. This means that the higher the interpersonal trust, the greater the online self-disclosure among respondents. 

Abstrak. Penggunaan media sosial diminati untuk terhubung secara online, mulai dari hubungan personal hingga aktivitas bisnis. Akun kedua Instagram memungkinkan individu mengungkapkan diri dengan bebas. Penelitian ini menyelidiki hubungan antara warga Bandung berusia 18-25 tahun yang menggunakan akun kedua Instagram dengan pengungkapan diri online dan kepercayaan interpersonal, menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Alat ukur kepercayaan interpersonal berdasarkan Gita dan Rottenberg, sementara pengungkapan diri diukur dengan skala dari Leung. Dari 300 responden, ditemukan hubungan kecil namun positif antara kepercayaan interpersonal dan pengungkapan diri online, dengan nilai p < 0.05, nilai signifikan 0.000, dan korelasi Pearson 0.274. Artinya, semakin tinggi kepercayaan interpersonal, semakin besar pengungkapan diri online di kalangan responden.

References

Adristiyani, N. A., & Lilim Halimah. (2021). Pengaruh Uses And Gratification terhadap Adiksi Instagram pada Emerging Adulthood di Kota Bandung. Jurnal Riset Psikologi, 1(1), 32–41. https://doi.org/10.29313/jrp.v1i1.151

Asmaini, G. (2020). Hubungan Antara Kepercayaan Interpersonal Dengan Intimacy Of Friendship Pada Remaja (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SUSKA RIAU) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).

Baumeister, R. F., Bratslavsky, E., Finkenauer, C., & Vohs, K. D. (2001). Bad is stronger than good. Review of General Psychology, 5(4), 323-370.

Gainau, M. B. (2009). Keterbukaan diri (self disclosure) siswa dalam perspektif budaya dan implikasinya bagi konseling. Widya Warta: Jurnal ilmiah Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, 33(01), 95-112.

Gilligan, C. (1982). In a Different Voice: Psychological Theory and Women’s Development. Harvard University Press.

Kuh, G. D. (1995). The other curriculum: Out-of-class experiences associated with student learning and personal development. Journal of Higher Education, 66(2), 123-155.

Li, T., & Fung, H. H. (2013). Age differences in trust: An investigation across 38 countries. Journals of Gerontology Series B: Psychological Sciences and Social Sciences, 68(3), 347-355.

Nasrullah, R. (2021) Manajemen Privasi Komunikasi Pengguna Facebook (Master's thesis, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Salsabila Auliannisa, & Muhammad Ilmi Hatta. (2022). Hubungan Social Comparison dengan Gejala Depresi pada Mahasiswa Pengguna Instagram. Jurnal Riset Psikologi, 1(2), 147–153. https://doi.org/10.29313/jrp.v1i2.561

Silalahi, Ulber. 2015. Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Bandung: PT. Refika Aditama.

Yusup, P. M. (2009). Ilmu informasi, komunikasi, dan kepustakaan. PT Bumi Aksara.

Published
2025-01-22