Studi Kontribusi Religiusitas terhadap Employee Well-Being pada Dosen di Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Agama Kota Bandung
Abstract
Abstract. Religiosity, as Huber stated (in Murken & Namini, 2004), is the mindset and belief that a person has regarding how they perceive the world, which in turn influences their experiences and behaviors in everyday life. Employee well-being refers to the welfare of employees and their level of satisfaction at work, which can impact their goals and the outcomes they achieve in their work (Page and Vella-Brodick, 2009). The aim of the study was to examine the extent to which religiosity contributes to employee well-being among lecturers at private religious-based tertiary institutions in the city of Bandung. The research hypothesis posits that religiosity significantly contributes to employee well-being in lecturers at religion-based tertiary institutions in the city of Bandung. The study utilized a cross-sectional design and employed multiple regression data analysis. The measurement tool used for religiosity was the Religiosity Scale, suggested by Huber & Huber (2012) and adapted into the Indonesian version by Mubarak et al. (2022), while the measurement tool for employee well-being was the Employee Well-Being Scale (EWBS), developed by Zheng et al. (2015) and adapted into the Indonesian version by Rahmi et al. (2021). The results showed that religiosity significantly contributed to employee well-being by approximately 16.2%.
Abstrak. Religiusitas menurut Huber yang di cetuskan (dalam Murken & Namini, 2004) mendefinisikan religiusitas sebagai pemikiran dan keyakinan yang dimiliki seseorang untuk memandang dunia sehingga mempengaruhi perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Employee well-being merupakan perasaan sehat dan sejahtera yang diperoleh karyawan secara umum, kepuasan terhadap nilai-nilai instrinsik dan ekstrinsik dari suatu pekerjaan (Page & Vella-Brodrick, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana religiusitas dan employee well-being pada dosen di perguruan tinggi swasta berbasis agama di Kota Bandung, serta bagaimana kontribusi religiusitas terhadap employee well-being. Hipotesis penelitian adalah religiusitas memiliki kontribusi yang signifikan terhadap employee well-being pada dosen di perguruan tinggi swasta berbasis agama di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif kausalitas dengan analisis data regresi berganda. Alat ukur yang digunakan adalah religiusitas yang disarankan oleh Huber & Huber (2012) yang telah diadaptasi ke dalam versi Bahasa Indonesia oleh Mubarak et al., (2022), sedangkan employee well-being menggunakan alat ukur Employee Well-Being Scale (EWBS) yang dikembangkan oleh Zheng et al. (2015) yang telah diadaptasi ke dalam versi Bahasa Indonesia oleh Rahmi et al., (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan dari religiusitas terhadap employee well-being sebesar 16,2%.
References
Diener et al. (2011). Religiosity and Subjective Well-Being : An International Perspective. Religion and spirituality across cultures (Vol.9,pp.163-175)
Cholihah, I.R. (2019). Workplace Well-Being Berkontribusi Dalam Meningkatkan Engagement Karyawan (Studi Literatur). Al-Tatwir, Vol. 6 No. 1 Oktober 2019. Hal 77-88.
Hudin, A. M., & Budiani, M. S. (2021). Hubungan antara Workplace Well-Being dengan Kinerja Karyawan pada PT . X di Sidoarjo. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(4).
Ariarti, J. (2010). Subjective Well-Being (Kesejahteraan Subjektif) Dan Kepuasan Kerja Pada Staf Pengajar (Dosen) Di Lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Undip, Vol. 8, No.2.
Safaria, T. (2011). Peran Religious Coping Sebagai Moderator Dari Job Insecurity Terhadap Stress Kerja Pada Staff Akademik. Humanitas, Vol. VII No.2. Hal 156-170.
Nurwahidin, M. (2018). Well-Being on Lecturer: Reviewed from Gratitude and Religiosity. International Journal of Engineering & Technology. Hal 651-654
Huber, S., Huber, O.W. (2012). The Centrality of Religiosity Scale (CRS). Hal 710-724. www.mdpi.com/journal/religions
Page, K. M., & Vella-Brodrick, D. A. (2009). The ‘what’, ‘why’, and ‘how’ of employee well-being: A new model. Soc Indic Res, 90, 441-458. https://doi.org/10.1007/s11205-008-9270-3
Zheng, X., Zhu, W., Zhao. H., & Zhang, C. (2015). Employee well-being in organizations: Theoretical model, scale development, and cross-cultural validation. Journal of Organizational Behavior, J. Organiz. Behav. 36, 621–644 (2015). http://www. 10.1002/job.1990
Rahmi, T, Agustiani, H, Harding, D, Fitriani, E. (2021). Adaptasi Employee Well-Being Scale (EWWS) Versi Bahasa Indonesia. JurnalPengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia. Volume 17 No 2. Hal 1-5. http://dx.doi.org/10.24014/jp.v14i2.13112
Gratia, Y.S., Prapunoto, S. Soetjiningsih, C.H. (2023). Subjective Well-Being dan Religiusitas Pada Karyawan Swasta Sektor Non-Esensial Kota Salatiga di Masa Pandemi. PSIKODIMENSIA Kajian Ilmiah Psikologi, Vol. 22, No. 1, Hal 44-53. https://journal.unika.ac.id/index.php/psi/article/view/5535
Dini, N.I.F., Mubarak, A. (2021). Studi Kontribusi Perceived Organizational Support Terhadap Employee Well-Being Terhadap Karyawan Hotel Grandia. Karya Ilmiah Unisba. https://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/psikologi/article/download/28343/pdf