Hubungan Tipe Kepribadian dan Pemaafan: Studi pada Pasangan yang Diselingkuhi dalam Pernikahan
Abstract
Abstract. One of the consequences of the high divorce rate is the increasing number of infidelity from year to year. Infidelity can affect the psychological condition of the victim. In order for the victim to reconcile and the psychological impact felt is not continuous, forgiveness is needed from the victim towards the perpetrator of the infidelity. One of the factors that underlies individuals to forgive is the personality type they have. This study aims to determine the relationship between personality types and forgiveness in couples who have been cheated on in marriage in the city of Bandung. Snowball sampling use in this research with total 120 respondents. This study used a correlational design and used the Spearman rank correlation test analysis technique. Measuring instrument in this study was the Big Five Personality Inventory (BFI) which has been adapted by Ramdhani and Transregression Related Interpersonal Motivation (TRIM-18) which has been adapted by Agung. Results of the study showed that there was a positive relationship between the personality types of openness to experience, conscientiousness, extraversion, and agreeableness with forgiveness and a negative relationship between the personality type of neuroticism with forgiveness. These findings indicate that personality types are related to forgiveness both positively and negatively based on sub-aspects of each personality type.
Abstrak. Salah satu akibat dari tingginya perceraian adalah angka perselingkuhan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Perselingkuhan dapat mempengaruhi kondisi psikologis korban. Agar korban dapat berdamai dan dampak psikologis yang dirasakan tidak berkelanjutan, maka dibutuhkan pemaafan pada diri korban terhadap pelaku perselingkuhan. Salah satu faktor yang melatarbelakangi individu melakukan pemaafan adalah tipe kepribadian yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan pemaafan pada pasangan yang diselingkuhi dalam pernikahan di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yaitu snowball sampling, dan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 120 responden. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dan menggunakan teknis analisis uji korelasi rank spearman. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Big Five Personality Innventory (BFI) yang telah diadaptasi oleh Ramdhani dan Transregression Related Interpersonal Motivation (TRIM-18) yang telah diadaptasi oleh Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif pada tipe kepribadian openness to experience, conscientiousnes, extraversion, dan agreeableness dengan pemaafan dan hubungan negatif pada tipe kepribadian neuroticism dengan pemaafan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tipe kepribadian berhubungan dengan pemaafan baik positif maupun negatif yang didasari oleh sub aspek pada setiap tipe kepribadiannya.
References
[2] Alfaruqy, M. Z., & Indrawati, E. S. (2021). Keputusan Mengakhiri Relasi Suami-Istri: Sebuah Studi Fenomenologi. Psychopolytan : Jurnal Psikologi, 5(1), 8-19. doi:10.36341/psi.v5i1.1847
[3] Alfrianto, K. (2020). Makna Nilai Silas dalam Perkawinan Katolik Sunda. Perspektif.
[4] Alwisol. (2017). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
[5] Anisa, A., & Rahmasari, D. (2021). Forgiveness pada Istri Korban Perselingkuhan yang Mempertahankan Pernikahan. Character : Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7), 180-193.
[6] Anjani, C., & Suryanto. (2006, December). Pola Penyesuaian Perkawinan pada Periode Awal. INSAN, 8(3), 198-210.
[7] Astuti, V. D. (2022). Trait Agreeableness, Harga Diri, dan Forgiveness Pada Mahasiswa Atas Perceraian Orang Tua. Jurnal Psikologi, 15(2), 310-322. doi:10.35760/psi.2022.v15i2.6750
[8] Badan Pusat Statistik. (2023, February 1). Retrieved March 10, 2023, from https://www.bps.go.id/indikator/indikator/view_data_pub/0000/api_pub/aWhSR0ViS3hxc1hWZlZEbExjNVpDUT09/da_04/1
[9] Blow, A. J., & Hartnett, K. (2005). Infidelity in committed relationships I: a methodological review. Journal Of Marital and Family Theapy, 31(2), 183-216. doi:10.1111/j.1752-0606.2005.tb01555.x
[10] Buss, D. M., & Shackelford, T. K. (1997). Susceptibility to Infidelity in the First Year of Marriage. Journal OF]f Research In Personality, 31(2), 193-221. doi:10.1006/jrpe.1997.2175
[11] Deviana, R., Yuliadi, I., & Agustina, L. S. (2021). Pemaafan pada Perempuan Korban Perselingkuhan dalam Hubungan Perkawinan. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 6(2), 104-114.
[12] Enright, R. D. (2001). Forgiveness is a choice: A step-by-step process for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association.
[13] Feist, J., & Feist, G. J. (2017). Theories Personality (7th ed.). Salemba Humanika.
[14] Fretes, M. d., Nancy, M. N., & Anggraini, S. (2016). Wife’s Forgiveness For Husband’s Affair’s (Qualitative Study of Woman as Victims of Husband’s Affairs in Maumere). Seminar Asean 2 Nd Psychology & Humanity Psychlogy Forum UMM, (pp. 592-599).
[15] Hasairin, D. A., Murdiana, S., & Firdaus, F. (2022). Hubungan Antara Big Five Personality dengan Pemaafan dalam Persahabatan pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(3), 182-198.
[16] Hidayat, D., & Hafiar, H. (2019). Nilai-nilai budaya soméah pada perilaku komunikasi masyarakat Suku Sunda. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 84-96. doi:10.24198/jkk.v7i1.19595
[17] K, Z. S., & Amirudin, A. (2021). Keputusan Perempuan Memaafkan Ketidaksetiaan Pasangan. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 4(2), 61-70. doi:10.14710/endogami.4.2.61-70
[18] Khairani, M., & Sari, D. P. (2019). Pemaafan Pada Individu Yang Mengalami Perselingkuhan Dalam Pernikahan. An – Nafs: Jurnal Fakultas Psikolog, 13(1), 35-43.
[19] Mastuti, E. (2005). Analisis Faktor Alat Ukur Kepribadian Big Five (Adaptasi dari IPIP) pada Mahasiswa Suku Jawa. INSAN, 7(3), 264-276.
[20] McCrae, R. R., & Costa, P. T. (1987). Validation of the Five-Factor Model of Personality Across Instruments and Observers. Journal of Personality and Social Psychology, 52(1), 81-90. doi:10.1037//0022-3514.52.1.81
[21] McCullough, M. E. (2001). Forgiveness: Who Does It and How Do It? Current Directions in Psychological Science, 10(6), 194–197. doi:10.1111/1467-8721.00147
[22] McCullough, M. E., & Hoyt, W. T. (2002). Transgression-Related Motivational Dispositions: Personality Substrates of Forgiveness and their Links to the Big Five. Personality and Social Psychology Bulletin, 28(11), 1556–1573. doi:10.1177/014616702237583
[23] McCullough, M. E., Pargament, K. I., & Thoresen, C. E. (2000). Forgiveness : Theory, Research and Practice. New York: The Guildford Press.
[24] McCullough, M. E., Worthington, E. L., & Rachal, K. C. (1997). Interpersonal Forgiving in Close Relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 73(2), 321-336.
[25] Moller, N. P., & Vossler, A. (2014). Defining infidelity in research and couple counseling: A qualitative study. Journal of Sex & Marital Therapy, 487–497. doi:10.1080/0092623X.2014.931314
[26] Nugroho, H. B., & Hartini, N. (2022). Hubungan antara Kepribadian Big Five dengan Pemaafan pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 8-18. doi:10.20473/brpkm.v2i1.31895
[27] PA-Bandung. (2023, March 15). PA-Bandung. Retrieved May 25, 2023, from https://www.pa-bandung.go.id/transparansi/laporan/laporan-lkjip
[28] Perceka, M. Z., Fahmi, I., & Kurniadewi, E. (2019). Identitas Etnik dan Asertivitas Mahasiswa Suku Sunda. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 2(2), 139-152. doi:10.15575/jpib.v2i2.5641
[29] Purba, A. T., & Kusumawati, R. Y. (2019). Hubungan Antara Kecerdasan Emosi dengan Forgiveness Pada Remaja yang Putus Cinta Akibat Perselingkuhan. Jurnal Psikologi Konseling, 14(1), 330-339.
[30] Raharjo, S. (2018). Cara Uji Analisis Korelasi Rank Spearman. Retrieved May 31, 2023, from www.spssindonesia.com
[31] Rahman, A. A., Sarbini, Tarsono, Fitriah, E. A., & Mulyana , A. (2018, April). Studi Eksploratif Mengenai Karakteristik dan Faktor Pembentuk Identitas Etnik Sunda. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 1(1), 1-8. doi:10.15575/jpib.v1i1.2072
[32] Ramdhani, N. (2012). Adaptasi Bahasa dan Budaya Inventori Big Five. Jurnal Psikologi, 39(2), 189-207.
[33] Sanjaya, Y. C. (2022, October 9). 70 Persen Lebih Orang Indonesia Tidak Mau Memaafkan Tukang Selingkuh. (Wishnubrata, Editor) Retrieved January 2023, from Kompas: https://lifestyle.kompas.com/read/2022/10/09/083713620/70-persen-lebih-orang-indonesia-tidak-mau-memaafkan-tukang-selingkuh?page=all
[34] Sari, K. (2012). Forgiveness pada Istri sebagai Upaya untuk Mengembalikan Keutuhan Rumah Tangga akibat Perselingkuhan Suami. Jurnal Psikologi Undip, 11(1), 50-58. doi:10.14710/jpu.11.1.9
[35] Satiadarma, M. P. (2001). Menyikapi Perselingkuhan. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
[36] Silalahi, U. (2017). Metode Penelitian Sosial Kuantitatif. Bandung: PT. Refika Aditama.
[37] Steven, Y., & Sukmaningrum, E. (2018). Pemaafan Pada Istri Dewasa Muda Yang Suaminya Pernah Berselingkuh. Jurnal Psikologi Ulayat, 5(1), 1-27. doi:DOI 10.24854/jpu12018-72
[38] Strelan, P., & Zdaniuk, A. (2015). Threatened State Self-Esteem Reduces Forgiveness. Self and Identity, 14(1), 16-32. doi:10.1080/15298868.2014.889034
[39] Thompson, L. Y., Snyder, C. R., Hoffman, L., Michael, S. T., Rasmussen, H. N., Billings, L. S., . . . Roberts, D. E. (2005). Dispositional Forgiveness of Self, Others, and Situations. Journal of Personality, 73(2), 313-360. doi:10.1111/j.1467-6494.2005.00311.x
[40] Wang, T. W. (2008). Forgiveness and Big Five Personality traits Among Taiwanese Undergraduates. Social Behavior and Personality: An International Journal, 36(6), 849–850. doi:10.2224/sbp.2008.36.6.849