Pengaruh Insecure Attachment terhadap Perilaku Kekerasan Psikologis dalam Berpacaran pada Remaja

  • Natasya Pramesti Alfadiyah Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Eneng Nurlaili Wangi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Insecure Attachment, Kekerasan Psikologis

Abstract

Abstract. Cases of dating violence in Bandung City are currently the highest after domestic violence and have been increasing every year. The attachment style theory can be used to explain the risks associated with dating violence. Attachment is one of the factors that contribute greatly to dating violence. The purpose of this study is to examine the vulnerability of adolescents who experience psychological violence in dating, as seen from insecure attachment, which consists of preoccupied, dismissive, and fearful avoidant styles. Observing insecure attachment will influence adolescents to become victims of psychological violence in dating. This study employs a quantitative correlational research method. The subjects of this study consisted of 150 adolescents in Bandung City. Insecure attachment significantly affects the behavior of victims of violence in dating relationships among adolescents, accounting for approximately 55.1% of the variation in violent victim behavior. These findings indicate that adolescents with insecure attachment tend to be more prone to experiencing victimization behavior of violence in their dating relationships.

Abstrak. Kasus kekerasan berpacaran di Kota Bandung pada saat ini menjadi kasus tertinggi pertama setelah kekerasan terhadap rumah tangga dan meningkat setiap tahunnya. Teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan resiko terkait kekerasan dalam pacaran ini ialah teori attachment style. Attachment merupakan salah satu faktor yang berkontribusi besar dalam kekerasan berpacaran.  Tujuan penelitian ini untuk melihat kerentanan remaja yang mengalami kekerasan psikologis dalam berpacaran dilihat dari insecure attachment yang terdiri atas preeocupied, dismissive, dan fearful avoidant. Melihat dari insecure attachment akan mempengaruhi remaja untuk menjadi  korban pada kekerasan psikologis dalam pacaran. Metode ini menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini terdiri dari 150 remaja di kota Bandung. Insecure Attachment secara signifikan mempengaruhi perilaku korban kekerasan dalam hubungan pacaran pada remaja sekitar 55,1% variasi dalam perilaku korban kekerasan. Temuan ini mengindikasikan bahwa remaja dengan insecure attachment cenderung lebih rentan mengalami perilaku sebagai korban kekerasan dalam hubungan pacaran mereka.

References

Andayu, A. A., Rizkyanti, C. A., & Kusumawardhani, S. J. (2019). Peran Insecure Attachment terhadap Kekerasan Psikologis dalam Pacaran pada Perempuan Remaja Akhir. PSYMPATHIC: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 181-190. DOI: 10.15575/psy.v6i2.5231
Azizah, A. (2013). Kebahagiaan dan Permasalahan di Usia Remaja (Penggunaan informasi dalam pelayanan bimbingan individual). Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 295–316. DOI: 10.21043/kr.v4i2.1008.
Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. (1991). Attachment styles among young adults: A test of a four-category model. Journal of Personality and Social Psychology, 61(2), 226–244. DOI: 10.1037/0022-3514.61.2.226.
Cortes-Ayala, M. L., Bringas, C., Rodriguez-Franco, L., Flores, M., Ramiro-Sanchez, T., & Rodriguez, F. J. (2014). Unperceived dating violence among Mexican students. International Journal of Clinical and Health Psychology, 14, 39-47.
Engel, Beverly. (2002). The emotionally abusive relationship: How to stop being abused and how to stop abusing. New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.
Giddens, A., & Bowlby, J. (1970). Attachment and Loss, Volume I: Attachment. The British Journal of Sociology, 21(1). DOI: 10.2307/588279.
Gormley, B., & Lopez, F. G. (2010). Psychological abuse perpetration in college dating relationships: Contributions of gender, stress, and adult attachment orientations. Journal of Interpersonal Violence, 25(2), 204-218. DOI: 10.1177/0886260509334404.
Inayah, M. N., Yusuf, A., & Umam, K. (2021). Krisis Identitas dalam Perkembangan Psikososial Pelaku Klitih di Yogyakarta Identity Crisis in the Psychosocial Development of Klitih Actors in Yogyakarta. Jurnal PKS, 20(3), 245–256. Retrieved from Tribun Jogja.
Lawrence, E., Orengo-Aguayo, R., Langer, A., & Brock, R. L. (2012). The impact and consequences of partner abuse on partners. Partner Abuse, 3(4), 406-428. DOI: 10.1891/1946-6560.3.4.406.
Nurhayati, T. (2015). Perkembangan perilaku psikososial pada masa pubertas. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Ekonomi, 4(1), 1–15. Retrieved from Syekhnurjati.
O’Keefe, M. (1998). Factors mediating the link between witnessing interparental violence and dating violence. Journal of Family Violence, 13, 39-57.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2015). Human development 11th Ed. New York: McGraw-Hill.
Putri, W. T. A. (2021). Menanggapi fenomena anak-anak yang mengemis dalam perspektif perkembangan psikososial. Buana Gender, 6(1), 67–86. DOI: 10.22515/bg.v6i1.1351.
Santrock, J. W. (2012). Life-span development: Perkembangan masa hidup. In Erlangga (13th ed.). Erlangga.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabet.
Tussey, B. E., Tyler, K. A., & Simons, L. G. (2021). Poor parenting, attachment style, and dating violence perpetration among college students. Journal of Interpersonal Violence, 36(5–6), 2097–2116. DOI: 10.1177/0886260518760017.
Yayasan Pulih (2015). Buklet Psikoedukasi remaja: Love without violence. Jakarta: Yayasan Pulih.
Published
2024-08-05