Studi Deskriptif Kecemasan Berkompetitif pada Atlet Mahasiswa yang Mengikuti UKM Bulutangkis di STKIP Pasundan Cimahi

  • Muhammad Lidzikri Khairul Anshor Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Eneng Nurlaili Wangi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Kecemasan Berkompetitif, Atlet Mahasiswa, Kota Cimahi

Abstract

Abstract. The achievement of badminton athletes in Indonesia has decreased due to psychological factors and deficiencies in mental aspects. Competitive anxiety is one of the various psychological factors that significantly affect athlete performance. Competitive anxiety is believed to cause negative emotional reactions and will affect the ability of student athletes and cause a decrease in achievement. The purpose of this study was to determine how the competitive anxiety of student athletes in badminton UKM STKIP Pasundan Cimahi. The research method in this study is a quantitative approach by utilizing a questionnaire as a tool in collecting data. Saturated sampling was utilized in this study with a sample size of 107 badminton student athletes. The measuring instrument used in this study is the Sport Competitive Anxiety Test (SCAT) from Marten et al., (1990) to measure competitive anxiety variables. The results of this study showed that 72 students or 67.3% were categorized as having moderate anxiety, 21 students or 19.6% were categorized as having low anxiety, and the remaining 14 students or 13.1% were categorized as having high anxiety.

Abstrak. Prestasi atlet bulutangkis di Indonesia mengalami penurunan karena faktor psikologis dan kekurangan dalam aspek mental. Kecemasan kompetitif menjadi satu di antara berbagai faktor psikologis yang secara signifikan mempengaruhi prestasi atlet. Kecemasan kompetitif dipercaya dapat menyebabkan reaksi emosional yang negatif dan akan mempengaruhi kemampuan atlet mahasiswa serta menyebabkan penurunan prestasi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana gambaran kecemasan berkompetitif atlet mahasiswa di UKM bulutangkis STKIP Pasundan Cimahi. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan kuesioner sebagai alat dalam mengumpulkan data. Sampling Jenuh dimanfaatkan dalam studi ini dengan jumlah sampel 107 atlet mahasiswa bulutangkis. Alat ukur yang digunakan  dalam penelitian ini adalah Sport Competitive Anxiety Test (SCAT) dari Marten et al., (1990) untuk mengukur variabel kecemasan berkompetitif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 72 mahasiswa atau 67,3% dikategorikan memiliki kecemasan sedang, 21 mahasiswa atau 19,6% dikategorikan memiliki kecemasan rendah, dan sisanya 14 mahasiswa atau 13,1% dikategorikan memiliki kecemasan tinggi.

References

[1] Ahmad, F. (2020). Model Latihan Smash Bulutangkis Untuk Pemula Usia 8-10 Tahun. Jurnal Olympia, 2(1), 15-21. https://doi.org/10.33557/jurnalolympia.%20v2i1.883
[2] Algani, P. W., Yuniardi, M. S., & Masturah, A. N. (2018). Mental toughness dan competitive anxiety pada atlet bola voli. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 6(1), 93-101.
[3] Amir, N. (2012). Pengembangan alat ukur kecemasan olahraga. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 16 (1), 325-347. https://doi.org/10.21831/pep.v16i1.1120
[4] Ardiansyah, B. (2014). Dampak kecemasan pada atlet bola basket sebelum bertanding. Jurnal Phederal Penjas, 8(1).
[5] Clarasasti, E. I., & Jatmika, D. (2017). Pengaruh kecemasan berolahraga terhadap motivasi berprestasi atlet Bulutangkis remaja di Klub J Jakarta. Humanitas (Jurnal Psikologi), 1(2), 121-132. https://doi.org/10.28932/humanitas.v1i2.421
[6] Cratty, B.J. 1973. Psychology in contemporary, sport. New Jersey: Prentice Hall, Inc.
[7] Jannah, M. (2016). Kecemasan Olahraga: teori, pengukuran, dan latihan mental.
[8] Khan, M. K., Khan, A., Khan, S. U., & Khan, S. (2017). Effects of anxiety on athletic performance. Res Inves Sports Med, 1(1), 1-5.
[9] Martens, R., Vealey, R.S., & Burton, D. (1990). Competitive anxiety in sport. Champaign, Illinois: Human Kinetics.
[10] Nissa, E. C., & Soenyoto, T. (2021). Hubungan ketangguhan mental dengan kecemasan bertanding pada atlet beladiri PPLP Jawa Tengah. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 2(1), 267-â. https://doi.org/10.15294/INAPES.V2I1.44598
[11] Pelupessy, M. K. R., & Dimyati. (2019). Kecemasan Sebagai Prediktor Prestasi Pada Atlet Bulu Tangkis Remaja. PSIKOLOGIKA: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 24(1), 93–104. https://doi.org/10.20885/psikologi.vol24.iss1.art7
[12] Pratomo, A. U. D., Sugiharto, S., & Subiyono, H. S. (2013). Perbedaan hasil latihan umpan balik lob langsung dan lob tak langsung terhadap ketepatan lob dalam olahraga bulutangkis di pb tugu muda kota semarang. Journal of Sport Science and Fitness, 2(1). https://doi.org/10.15294/jssf.v2i1.1865
[13] Prastiwa, L. G. G., & Nuqul, F. L. (2018). Gambaran Kecemasan Atlet Mahasiswa: Studi Pada Unit Kegiatan Mahasiswa (Ukm) Olah Raga Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Jurnal Psikologi Integratif, 6(1), 50-61.
[14] Rachmaningdiah, E. N., & Jannah, M. (2016). Pengaruh pelatihan otogenik terhadap penurunan kecemasan atlet bulutangkis. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 6(2), 107-112. https://doi.org/10.26740/jptt.v6n2.p107-112
[15] Ravaie, Y. R. F. (2006). Hubugan Kecerdasan Emosi Dengan Kecemasan Menghadapi Pertandingan Olah Raga. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia
[16] Raynaldi, F. B., Rachmah, D. N., & Akbar, S. N. (2016). Hubungan ketangguhan mental dengan kecemasan bertanding pada atlet pencak silat di Banjarbaru. Jurnal Escopy, 3(3), 149-154. https://doi.org/10.20527/ecopsy.v3i3.2665
[17] Retnoningsasy, E., & Jannah, M. I. F. T. A. K. H. U. L. (2020). Hubungan antara mental toughness dengan kecemasan olahraga pada atlet badminton. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 7(3), 8-15.
[18] Sholichah, I. F., & Jannah, M. (2015). Pengaruh pelatihan quiet eye training terhadap peningkatan konsentrasi pada atlet bulutangkis. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(3), 1-5
[19] Siagian, R. C. (2022). Pengaruh Anxiety Terhadap Prestasi Atlet Bulutangkis Pelita Jaya Lamongan. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 7(2). http://dx.doi.org/10.58258/jupe.v7i2.3489
[20] Smith, R. E., Smoll, F. L., & Schutz, R. W. (1990). Measurement and correlates of sportspecific cognitive and somatic trait anxiety: The sport anxiety scale. Anxiety Research, 2(4), 263–280. https://doi.org/10.1080/08917779008248733
[21] Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[22] Stuart. (2007). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 5. Jakarta: EGC.
[23] Tafaqur, M. (2012). PEMBINAAN KLUB OLAHRAGA BULUTANGKIS (Sebuah Kajian Dari Perspektif Teori). Jurnal Kepelatihan Olahraga, 4(2). https://doi.org/10.17509/jko-upi.v4i2.16187Refbacks
[24] Wicaksono, D. (2009). Pengaruh kepercayaan diri, motivasi belajar sebagai akibat dari latihan bola voli terhadap prestasi belajar atlet di sekolah. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Published
2024-08-05