Hubungan Selera Humor dengan Kesejahteraan Subjektif pada Pegawai Non-ASN Pemerintah Kota Bandung

  • Suhaila Rifda Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
  • Dewi Rosiana Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Selera Humor, Kesejahteraan Subjektif, Pegawai Non-ASN

Abstract

Abstract. Humor is defined as a quality that triggers joy, while sense of humor is defined as an individual difference variable or personality characteristic. Positive subjective well-being is seen in terms of satisfaction, happiness, or quality of life. Humor has a positive impact on subjective well-being because it is considered capable of triggering positive emotions that make a person feel happier. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows:  How close is the relationship between sense of humor and subjective well-being in non-ASN employees of the Bandung City government? Researchers used a correlational analysis technique method using a quantitative approach. The population selected in this study were non-ASN employees of the Bandung City Government, totaling 9,315 employees. With the sampling technique, namely Convinience Sampling, the number of research samples obtained was 383 employees. The data collection techniques used in this study were questionnaires, interviews, observations, and literature studies. The data analysis technique used in this research is Spearman's Rho. The results of this study are: There is a positive relationship between sense of humor and subjective well-being in non-ASN employees of Bandung City which is included in the moderate category.

Abstrak. Humor diartikan sebagai kualitas yang memicu kegembiraan, sedangkan selera humor diartikan sebagai variabel perbedaan individu atau karakteristik kepribadian. Kesejahteraan subjektif yang positif dilihat dari kepuasan, kebahagiaan, atau kualitas hidup. Humor memiliki dampak positif pada kesejahteraan subjektiff karena dianggap mampu memicu emosi positif, yang membuat seseorang merasa lebih bahagia. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:  Seberapa erat hubungan antara selera humor dengan kesejahteraan subjektif pegawai non-ASN pemerintah Kota Bandung?. Peneliti menggunakan metode teknik analisis korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pegawai non-ASN Pemerintah Kota Bandung yang berjumlah 9.315 pegawai. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Convinience Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 383 pegawai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman’s Rho. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan positif antara selera humor dengan kesejahteraan subjektif pada Pegawai non-ASN Kota Bandung yang termasuk kategori sedang.

References

Martin, R. A., & Ford, T. (2018). The psychology of humor: An Integrative Approach. Academic Press. https://doi.org/10.5860/choice.45-2902
[2] Thorson, J,A,, & Powell, F,C. 1991. Measurement Of Sense of Humor.
[3] Thorson, J.A. & Powell, F.C. 1993. Selera humor And Personality. Journal of Clinical Psychology, 86(2), 310-319. https://doi.org/10.1002/1097- 4679(199311)49:6<799::AID-JCLP2270490607>3.0.CO;2-P
[4] Nezlek, J. B., & Derks, P. L. (2001). Use of humor as a coping mechanism, psychological adjustment, and social interaction. Humor: International Journal of Humor Research, 14(4). https://doi.org/10.1515/humr.2001.011
[5] Jiang, F., Lu, S., Jiang, T., & Jia, H. (2020). Does the relation between humor styles and subjective Well-Being vary across culture and age? A Meta- Analysis. Frontiers in Psychology, 11.
[6] Herzog, Thomas R., & Sarah, J. Strevey. 2008. Contac with Nature, Sense of Humor, and Psychologycal Well-Being. Doi:10.1177/0013916507408524
[7] Priambodo, P. E., &Widyowati, A. (2016). Hubungan antara Kepekaan Humor dengan Stres kerja pada. Pegawai Balai karantina Pertanian Kelas 1 Semarang Jawa Tengah. https;//doi.org/10.20885/psikologika.vol21.iss1.
[8] Syadiyah, R.K., Astuti, R.H.Y., Aprilliani, F. (2021). Psikologi Positif Melalui Humor dalam Menumbuhkan Kesehatan Mental. Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan Konseling, 2(2), 68-78.
[9] Badan Kepegawaian Negara. 2023.
[10] Palau, E. L. (2022, Juni 10). Derita Tenaga Honorer Pemkot Bandung, Kerja Berat seperti ASN, Diupah Murah, Terancam Dihapus. Bandung Bergerak. https://bandungbergerak.id/article/detail/2661
[11] Yoder, K. A., & Hyot, D. R. (2005). Family Economic Preassure and Adolescent Suicidal Ideal Application of the Family Stress Model. Suicide and life-threatening behaviour, 35(3), 251-256. doi:10.1521/suli.2005.35.3.251
[12] Agustina, R., & Raharjo, B. B. (2015). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Usia Produktif (25-54 Tahun). Unnes Journal of Public Health, 4(4). https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/9690
[13] Warsudi, A. (2023, Januari 2022). Kebiasaan Orang Sunda, Ramah, Humoris, dan Tidak Ambisius. iNews Jabar. https://jabar.inews.id/berita/
[14] Surat Keterangan Sekretaris Daerah Kota Bandung. (2022)
[15] Evitasari, A. A. (2019). Hubungan Sense of Humor dengan Psychologycal Well-Being pada Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. http://repository.unj.ac.id/id/eprint/3151
[16] Diener, E, Suh, E, & Oishi, S. Recent Findings On Subjective Well-Being. 1997. http://.www.psych.uiuc.edu/-ediener/hottopic/paper1.html Diener, E. (2009). Assessing Well-Being: The Collected Works of Ed Diener
[17] Leonardus, D. A. (2017). Hubungan Tujuan Hidup dan Subjective Well-Being pada Mahasiswa Dewasa Awal. http://repository.usd.ac.id/id/eprint/12829
[18] Nabila, A. Z. (2011). Hubungan antara sense of humor dan tipe kepribadian ekstrovert dengan subjective well-being pada karyawan dewasa madya di PT. Telkom distel Jogjakarta. https://eprints.uns.ac.id/2583/
[19] Herzog, Thomas R., & Sarah, J. Strevey. 2008. Contact with Nature, Sense of Humor, and Psychologycal Well-Being. Doi:10.1177/0013916507408524
[20] Manisa, C. H. & Rusli, D. (2020). Hubungan Antara Selera Humor dengan Intimasi pada Dewasa Awal yang Sudah Menikah. Jurnal Pendidikan Tambusai. DOI: https://doi.org/10.31004/jptam.v4i3.724
[21] Robinson, D. T., & Smith-Lovin, L. (2001). Getting a laugh: Gender, status, and humor in task discussions. Social Forces, 80(1), 123–158. https://doi.org/10.1353/sof.2001.0085
[22] Barelds, D. P. H., & Barelds-dijkstra, P. (2010). Humor in Intimate Relationships?: Ties among Sense of Humor , Similarity in Humor and Relationship Quality. Humor Journal, 23(4), 447–465.
[23] Thorson, J. A., & Powell, F. C. (1997). Psychological Health and Sense of Humor. Journal of Clinical Psychology, 53(6), 606–619. https://doi.org/10.1002/(SICI)1097-4679(199710)53
[24] Liu, K. W. Y. (2012). Humor styles, self-esteem, and subjective happiness (Outstanding Academic Papers by Students (OAPS)). Retrieved from City University of Hong Kong, CityU Institutional Repository.
[25] Tümkaya, S. (2011) Humor styles and socio-demographic variables as predictors of subjective well-being of Turkish university students. Education and Science, 36, 158-170. http://egitimvebilim.ted.org.tr/index.php/EB/article/viewFile/463/26
[26] Fitriani, A. & Hidayah, N. (2012). Kepekaan Humor dengan Depresi pada Remaja ditinjau dari Jenis Kelamin. Humanitas, 9 (1), 76-89.
[27] Gunadi, N. L. (2010). Hubungan Perilaku Proposional dengan Subjective Well-Being pada Remaja. http://repository.untar.ac.id/id/eprint/10127
Published
2024-08-03