Strategi Komunikasi Storytelling Fasilitator di PAS ITB

Authors

  • Hafshah Sabila Rasyid Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Dedeh Fardiah Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.26000

Keywords:

Strategi Komunikasi, Storytelling, Nilai-Nilai Islami

Abstract

Abstract. Early childhood education plays an important role in shaping children’s character and socio-emotional development. However, learning practices that primarily focus on cognitive aspects often limit children’s opportunities to internalize moral values naturally. Storytelling is considered an effective method for conveying Islamic values through narrative experiences that enhance empathy, social skills, and character building. This study aims to analyze the communication strategies employed by facilitators of the PAS Salman ITB Children Community in delivering Islamic values through storytelling and to examine the forms of interaction developed during the activities. This research uses a qualitative case study approach with data collection techniques including participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that facilitators apply simple, expressive, and interactive communication through direct explanation, dialogic interaction, and exemplary behavior, enabling children to better understand and reflect Islamic values in their daily lives. This study is expected to contribute theoretically to the development of storytelling as an educational communication strategy and practically as a guideline for early childhood learning activities.

 

Abstrak. Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan sosial-emosional anak. Namun, pembelajaran yang masih berfokus pada aspek kognitif menyebabkan anak kurang mendapatkan ruang untuk menginternalisasi nilai moral secara alami. Storytelling menjadi salah satu metode yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islami melalui pengalaman naratif yang mampu meningkatkan empati, kemampuan sosial, serta pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi fasilitator Komunitas Anak PAS Salman ITB dalam menyampaikan nilai-nilai Islami melalui storytelling serta mengkaji bentuk interaksi yang terbangun selama kegiatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator menerapkan komunikasi yang sederhana, ekspresif, dan interaktif melalui penjelasan langsung, interaksi dialogis, dan keteladanan, sehingga anak lebih mudah memahami dan merefleksikan nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teoretis dan panduan praktis dalam pengembangan storytelling sebagai strategi komunikasi edukatif pada anak usia dini.

References

Nurhasnah, N., Sepriyanti, N., & Kustati, M. (2024). Learning Theories According to Constructivism Theory. Journal International Inspire Education Technology, 3(1), 19–30.
Schramm, W. (1954). How Communication Works. In W. Schramm (Ed.),
The Process and Effects of Mass Communication. Urbana, IL: University of Illinois Pres.
McLeod, S. (2016). Social Learning Theory Bandura Social Learning Theory.
Kartika, I., et al. (2022). Analisis prinsip konstruktivisme dalam pembelajaran fisika berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi.
National Association for the Education of Young Children. (n.d.). Principles of child development and learning and implications that inform practice. NAEYC.
Pratama, F. F., & Mutia, D. (2020). Paradigma kualitatif sebagai landasan berpikir pendidikan kewarganegaraan.
Retnasari, H., Rahayu, A. P., Veronica, N., & Wahono. (2023). Eksistensi Storytelling Berbasis Cerita Rakyat sebagai Upaya Menumbuhkan Karakter Kepedulian Sosial Anak.
Shofwan, A. M. (2022). Manfaat dan Tujuan Mendongeng untuk Pendidikan Anak Usia Dini.
Solichah, N., & Hidayah, R. (2022). Digital storytelling untuk kemampuan bahasa anak.
Yabe, M., Oshima, S., Eifuku, S., Taira, M., Kobayashi, K., Yabe, H., & Niwa, S. (2018). Effects of storytelling on the childhood brain: Near-infrared spectroscopic comparison with the effects of picture-book reading. Fukushima Journal of Medical Science.

Published

2026-08-04