Komunikasi Interpersonal antara Perawat dan Keluarga Pasien Terkait Triase
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.25779Keywords:
Komunikasi Interpersonal, Triase, MiskomunikasiAbstract
Abstract. The triage process in the Emergency Department (ED) is an essential stage in determining patient treatment priorities based on the level of emergency. Effective communication between nurses and patients' families is crucial because differences in understanding the triage priority system may lead to miscommunication, anxiety, conflict, and decreased trust in healthcare services. This study aims to identify the types of communication used by nurses with patients' families during the triage process, analyze interpersonal communication strategies in overcoming miscommunication, identify communication barriers, and understand the reasons why nurses apply an interpersonal communication approach in ED services. This research employed a constructivist paradigm with a qualitative approach using a case study method conducted at the Emergency Department of Santosa Bandung Kopo Hospital. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that interpersonal communication plays a significant role in reducing miscommunication during the triage process. Nurses apply openness, empathy, emotional support, a positive attitude, and clear communication using simple and understandable language. The main communication barriers include the psychological condition of patients' families, limited communication time, workload pressure, and a lack of understanding of the triage system. Therefore, interpersonal communication serves as an essential strategy for building trust and improving the effectiveness of healthcare services in the Emergency Department.
Abstrak. Proses triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tahapan penting dalam menentukan prioritas pelayanan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Pelaksanaan triase membutuhkan komunikasi yang efektif antara perawat dan keluarga pasien karena perbedaan pemahaman mengenai sistem prioritas dapat menyebabkan miskomunikasi, kecemasan, konflik, dan menurunnya kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis komunikasi perawat dengan keluarga pasien selama proses triase, menganalisis strategi komunikasi interpersonal dalam mengatasi miskomunikasi, mengidentifikasi hambatan komunikasi, serta memahami alasan perawat menerapkan pendekatan komunikasi interpersonal dalam pelayanan IGD. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam mengurangi miskomunikasi selama proses triase. Perawat menerapkan keterbukaan, empati, dukungan emosional, sikap positif, serta penyampaian informasi dengan bahasa yang mudah dipahami. Hambatan komunikasi meliputi kondisi psikologis keluarga, keterbatasan waktu, tekanan pekerjaan, dan kurangnya pemahaman tentang sistem triase. Komunikasi interpersonal menjadi strategi penting dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di IGD.
References
Avifah, R., Yuningsih, A., Ratnasari, A., Bandung, U. I., Artikel, I., Terapeutik, K., Simbolik, I., & Education, J. (2025). Komunikasi terapeutik nakes pada pasien tunarungu. Jurnal Education and Development, 13(1), 540–546.
Irawan, D., Juniarto, A. Z., & Rochana, N. (2020). Trias Klasik Sebagai Sistem Triase Meningkatkan Manajemen Respons Time Pasien Di Departemen Darurat. Jurnal Penelitian Keperawatan, 6(1), 14–19. https://doi.org/10.32660/jpk.v6i1.446
Keperawatan, F., & Banjarmasin, U. M. (2022). DI RUMAH SAKIT. 7(2), 188–194. Kusmarni, Y. (2012). STUDI KASUS ( John W. Cresw ell) Oleh Yani Kusmarni.
UGM Jurnal Edu UGM Press, 2, 1–12.
Manitu, I., & Topake, G. F. (2024). Instalasi Gawat Darurat Rsud Poso. 338–346. Marbun, A. S. W., & Khairullah, K. (2025). Analisis Komunikasi Interpersonal dan
Nur’aini,َ R.َ D.َ (2020).َ Penerapanَ Metodeَ Studiَ Kasusَ Yinَ Dalamَ Penelitianَ Arsitektur Dan Perilaku. INERSIA: LNformasi Dan Ekspose Hasil Riset Teknik SIpil Dan Arsitektur, 16(1), 92–104. https://doi.org/10.21831/inersia.v16i1.31319
Pandawangi.S. (2021). Metodologi Penelitian. Journal Information, 4, 1–5.
Puspitasari, D. I., Suprayitno, E., & Bustami, B. (2021). Tingkat stres kerja perawat Instalasi Gawat Darurat pada masa pandemi Covid-19.َ Wirarajaَ Medika :َ Jurnal Kesehatan. Vol. 11 No.1 Tahun 2021. Wiraraja Mediaka ; Jurnal Kesehatan, 11(1), 25–29. https://www.ejournalwiraraja.com/index.php/FIK
Saragih, B., & Chandra, A. (2023). Hubungan antara Komunikasi Interpersonal dengan Kepuasan Kerja pada Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (RSU IPI). Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat, 4(6), 122–231.
Sobirin, Y. (2019). Komunikasi Antara Perawat Dengan Keluarga Pasien Rawat Inap (studi Di Rumah Sakit Cahaya Ujung Tanjung). Repository.Uir.Ac.Id.