Konstruksi Simbolik Logo HUT ke-80 Republik Indonesia di Media Sosial X

Authors

  • Nadia Rifda Nur Fadilah Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Septiawan Santana Kurnia Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.25613

Keywords:

Semiotika, Roland Barthes, Logo HUT ke-80 RI

Abstract

Abstract. This study is motivated by divergent interpretations of the 80th Anniversary Logo of the Republic of Indonesia released by the government in 2025, amid heightened political tension caused by mass demonstrations. Although officially intended to represent unity, sovereignty, and national progress, part of the public on social media platform X read the logo—particularly when rotated 90 degrees—as a symbol of silencing. This study aims to identify the denotative, connotative, and mythical meanings embedded in the logo using Roland Barthes's semiotic approach within a constructivist paradigm and a qualitative method. Data were collected through visual document analysis, in-depth interviews with five communication-science students and a visual-communication-design expert, literature review, and documentation, then analyzed through Barthes's three levels of signification combined with Stuart Hall's encoding-decoding framework. Findings show that denotatively the logo displays the number 80, thin and thick white lines, the tagline "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju," and a red-white-black color scheme. Connotatively, two opposing meanings emerge: the government's positive official meaning and the public's negative reading of the thick lines as censorship. At the mythical level, visual ambiguity, tense socio-political context, and platform X accelerated an oppositional reading. The study concludes that visual symbol meaning is unstable and highly context-dependent, open to negotiation, rejection, or reversal by audiences.

 

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pemaknaan atas Logo HUT ke-80 Republik Indonesia yang dirilis pemerintah pada tahun 2025, di tengah situasi politik yang memanas akibat gelombang demonstrasi masyarakat. Logo yang secara resmi dimaksudkan merepresentasikan semangat persatuan, kedaulatan, dan kemajuan bangsa justru dimaknai sebagian pengguna media sosial X sebagai simbol pembungkaman ketika diputar 90 derajat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam Logo HUT ke-80 RI. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes yang membagi pemaknaan tanda ke dalam tiga tingkatan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen visual, wawancara mendalam kepada lima mahasiswa Ilmu Komunikasi dan seorang pakar desain komunikasi visual, studi kepustakaan, serta dokumentasi, kemudian dianalisis dengan kerangka encoding-decoding Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, logo menampilkan angka 80, garis lengkung dan garis tebal berwarna putih, tagline "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", serta perpaduan warna merah, putih, dan hitam. Secara konotatif, muncul dua kecenderungan makna yang saling berlawanan, yaitu makna resmi pemerintah yang positif berhadapan dengan makna publik yang cenderung negatif dengan membaca garis tebal pada logo sebagai simbol sensor atau pembungkaman. Pada tataran mitos, kesan ambigu saat logo dimiringkan, konteks sosial-politik yang tegang, serta peran media sosial X mendorong lahirnya pembacaan oposisional (oppositional reading) atas logo tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna sebuah simbol visual bersifat tidak tetap dan sangat bergantung pada konteks sosial penerimanya, sehingga terbuka untuk dinegosiasikan, ditolak, bahkan dibalikkan oleh khalayak.

References

Abdullah, Y., & Saputra, R. J. (2025). Teori Semiotika Roland Barthes dalam Desain Logo Pepsi : (Analisis Connotation, and Myth Stages in Capitalist Culture). 02(01), 14–19.
Asri, I. (2022). Strategi Komunikasi Organisasi Dalam Membangun Semangat Kerja Pegawai Pusdiklat Tenaga Administasi Kementerian Agama RI. IKON Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 27(3), 267–285. https://doi.org/10.37817/ikon.v27i3.2615
Ayuanda, W., Sidabalok, D., & Perangin-angin, A. B. (2024). Budaya Jawa dalam Film Primbon: Analisis Representasi Stuart Hall. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 7(2), 440–449. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v7i2.4184
Barus, E., Aisyah, A., Siregar, E. F., & Risnawaty, R. (2025). An Analysis of Roland Barthes’ Semiotic Theory: Focusing on Denotation, Connotation, and Myth. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 4(2), 355–363. https://doi.org/10.55299/ijere.v4i2.1438
Fadiah, S. N., & Satriadi. (2024). Peran Warna dalam Meningkatkan Daya Tarik Visual Logo. PARATIWI: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 3(April), 1–9.
Febiansyah, M. A., Firmansyah, & Ahmadi, D. (2023). Mitos Tumbuhan Medis sebagai Simbol Bahan Narkotika dalam Film Dokumenter. Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital, 3(1), 45–48. https://doi.org/10.29313/jrjmd.v3i1.1880
Gultom, A. G., & Haswanto, N. (2022). Kajian Tren Desain Minimalis pada Rebranding Logo Ikon Google Workspace dan Logo Microsoft Edge. IMATYPE: Journal of Graphic Design Studies, 1(1), 8–15. https://doi.org/10.37312/imatype.v1i1.5227
Jennifer. (2024). Resepsi Pembaca Terkait Artikel “Mengenal Sindrom Blame the Woman, Ketika Perempuan Selalu Dipandang Negatif” di Narasi.tv. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 59–65. https://doi.org/10.24002/senapas.v2i1.9255
Luthfiyani, P. W., & Murhayati, S. (2024). Strategi Memastikan Keabsahan Data Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 45315–45328.
Pedoman Identitas Visual 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia. (2025). https://www.scribd.com/document/891913907/Pedoman-Visual-HUT-ke-80-RI#from_embed
Prayogi, A., Irfandi, & Arif Kurniawan, M. (2024). Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif: Suatu Telaah. Complex: Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional, 1(2), 30–37.
Ramadhina, R. A., & Sari, M. P. (2022). Analisis Semiotika Foto “Sepak Bola Melayang” Dalam Buku Fotografernas Basta Bilder Ochhur Dekomtill Karya Forlags. SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi, 16(2), 2579–8146. https://journal.ubm.ac.id/index.php/semiotika/article/view/2814%0Ahttps://journal.ubm.ac.id/index.php/semiotika/article/download/2814/2484
Simamora, E. P. (2026). Analisis Semantik terhadap Makna Konotatif Kata “ Rumah ” dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 3(2), 705–710.
Triandari, A. P. (2022). STUDI KEPUSTAKAAN : KEAMANAN INFORMASI DI PERPUSTAKAAN DIGITAL. VISI PUSTAKA, 24(3), 14.
Zulmi, M. R., & Mutaqin, F. (2025). ANALISIS VISUAL DAN SIMBOLISME PADA SAMPUL EXTENDED PLAY ( EP ) ’ SPIRITUAL ’ BAND 510. 56–69.

Published

2026-08-03