Strategi Komunikasi Pemasaran melalui Instagram pada Akun Instagram @itsjourscake

Authors

  • Aliyah Yasmin Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Nova Yuliati Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.25259

Keywords:

Komunikasi Pemasaran Digital, Instagram, UMKM

Abstract

Abstract. The development of digital technology has encouraged business owners to utilize social media, particularly Instagram, as a marketing communication tool to introduce products, build relationships with consumers, and encourage purchasing decisions. One business that utilizes Instagram as a marketing communication medium is the @itsjourscake account, a culinary MSME based on custom cakes in Bandung City. In practice, an obstacle was found in the form of inconsistent content posting patterns influenced by resource limitations. This study aims to describe the brand-building strategy, the implementation of content management and message packaging, the implementation of digital marketing communication strategy through Instagram, and the obstacles faced by the @itsjourscake account in maintaining consistency in content posting. This study uses a case study method with a qualitative approach. Data collection techniques consist of observation, interviews, and documentation. The results show that the @itsjourscake account is built through product quality, distinctive product features, and visual display. Content management is carried out through flexible planning, message packaging tailored to each feature, and the use of feed, reels, and stories. The digital marketing communication strategy follows the flow of the RACE model in building relationships with the audience until customer loyalty is formed. The obstacles faced stem from limited staff and the challenge of maintaining content consistency amid the demands of daily operational activities. This study concludes that the success of digital marketing communication in MSMEs is determined not only by the strategy applied, but also by the ability to manage obstacles.

Abstrak. Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana komunikasi pemasaran untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, serta mendorong keputusan pembelian. Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran adalah akun @itsjourscake, sebuah UMKM kuliner berbasis custom cake di Kota Bandung. Dalam praktiknya, ditemukan hambatan berupa inkonsistensi pola pengunggahan konten yang dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembentukan brand, penerapan pengelolaan konten dan pengemasan pesan, penerapan strategi komunikasi pemasaran digital melalui Instagram, serta hambatan yang dihadapi akun @itsjourscake dalam menjaga konsistensi pengunggahan konten. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @itsjourscake dibangun melalui kualitas produk, ciri khas produk, dan tampilan visual. Pengelolaan konten dilakukan melalui perencanaan yang fleksibel, pengemasan pesan yang disesuaikan dengan fitur, serta pemanfaatan feed, reels, dan stories. Strategi komunikasi pemasaran digital mengikuti alur model RACE dalam membangun hubungan dengan audiens hingga terbentuk loyalitas pelanggan. Adapun hambatan yang dihadapi berasal dari keterbatasan karyawan dan tantangan menjaga konsistensi konten di tengah tuntutan operasional usaha sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi pemasaran digital pada UMKM tidak hanya ditentukan oleh strategi yang diterapkan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola hambatan.

References

Aaker, D. A. (2021). Building strong brands. Free Press.
Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital marketing: Strategy, implementation and practice (7th ed.). Pearson.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar.
Effendy, O. U. (2017). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. PT Remaja Rosdakarya.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
NapoleonCat. (2026). Instagram users in Indonesia. https://napoleoncat.com/stats/instagram-users-in-indonesia/
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tjiptono, F. (2019). Strategi pemasaran (Edisi 4). Andi.
Tuten, T. L., & Solomon, M. R. (2018). Social media marketing (3rd ed.). SAGE Publications.
Wheeler, A. (2018). Designing brand identity: An essential guide for the whole branding team (5th ed.). John Wiley & Sons.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Published

2026-08-03