Proses Komunikasi Fotografer Independen dan Klien pada Foto Wisuda Outdoor

Authors

  • Nailah Anbar Sholihah Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Oji Kurniadi Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.24905

Keywords:

Komunikasi Antarpribadi, Fotografer Independen, Foto Wisuda Outdoor

Abstract

Abstract. This study examines the communication process between independent photographers and clients during outdoor graduation photography sessions, covering the pre-photo session, photo session, and post-photo session. The study aims to describe the communication process that occurs throughout these stages. A qualitative approach with a constructivist paradigm and a descriptive study design was employed. The research involved one independent photographer, two clients, and one communication scholar. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, documentation, and source triangulation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with Joseph A. DeVito's interpersonal communication theory. The findings indicate that communication develops continuously through discussions of concepts, schedules, locations, and client needs before the session, verbal and nonverbal interactions during the session, and editing information, photo delivery, and client feedback after the session. The five characteristics of interpersonal communication proposed by DeVito—openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality—were identified throughout the communication process and contributed to a smoother photography service and outcomes that met clients' expectations.

Abstrak. Penelitian ini membahas proses komunikasi antara fotografer independen dan klien dalam pemotretan foto wisuda outdoor yang meliputi tahap pra-pemotretan, pelaksanaan pemotretan, dan pasca-pemotretan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses komunikasi yang berlangsung pada setiap tahapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi deskriptif. Informan penelitian terdiri atas seorang fotografer independen, dua orang klien, dan seorang akademisi bidang komunikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dokumentasi, dan triangulasi sumber, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teori komunikasi antarpribadi Joseph A. DeVito. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung secara berkesinambungan melalui pembahasan konsep, jadwal, lokasi, dan kebutuhan klien pada tahap pra-pemotretan, komunikasi verbal dan nonverbal selama pelaksanaan pemotretan, serta penyampaian informasi penyuntingan, penyerahan hasil foto, dan umpan balik pada tahap pasca-pemotretan. Kelima karakteristik komunikasi antarpribadi DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan, tampak pada setiap tahapan komunikasi sehingga mendukung kelancaran proses pemotretan dan tercapainya hasil yang sesuai dengan harapan klien.

References

Angga, W., Studi, W., Kualitatif, D., Komunikasi…, H., & Wiksana, W. A. (2017). Studi Deskriptif Kualitatif tentang Hambatan Komunikasi Fotografer dan Model dalam Proses Pemotretan (Vol. 10, Number 1).
Anggraini, C., Denny, ) ;, Ritonga, H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen, 1(3), 337–342.
Dr. Samsinar S., M. Hum. A. N. A. R. S. Sos. , M. I. K. (2017). Komunikasi Antar Manusia.
Dyah Arrum Ibna Suwita, Elisiyah Rahmah, & Evi Fauziah Muda. (2025). Perlindungan Hak Cipta atas Karya Fotografi dalam Promosi Destinasi Wisata Jakarta di Media Sosial. Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 1(4), 2149–2157. https://doi.org/10.63822/ncw0k472
Merdeka Belajar, K., Setiyaningsih, S., & Subrata, H. (2023). 322 | Penerapan Problem Based Learning Terpadu Paradigma Konstruktivisme Vygotsky Pada Penerapan Problem Based Learning Terpadu Paradigma Konstruktivisme Vygotsky Pada Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 9(2), 2656–5862. https://doi.org/10.58258/jime.v9i1.5051/http
Nurhalifah, N., Sonni, A. F., & Akbar, M. (2026). Pengaruh Visual Branding dan Engagement Instagram Terhadap Minat Mahasiswa Menggunakan Jasa Fotografi Wisuda di Kota Makassar. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 12(1), 329–345. https://doi.org/10.33506/jn.v12i1.5658
Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian: Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. 02, 793–800.
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Wekke, I. S. (2019). METODE PENELITIAN SOSIAL.
Wiksana, W. A. (2018). KOMUNIKASI VERBAL FOTOGRAFER DAN MODEL DALAM PROSES PEMOTRETAN (Studi Interaksi Simbolik tentang Komunikasi Verbal dalam Interaksi Fotografer dan Model) (Vol. 4, Number 1). http://www.cetitamu.com/cerita-gaya-

Published

2026-08-02