Pola Komunikasi Persona dalam Mempertahankan Hubungan Long Distance Relationship pada Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.24858Keywords:
Pola Komunikasi Persona, Hubungan Jarak Jauh, Komunikasi IntrapersonalAbstract
Abstract. This study aims to understand communication persona patterns in maintaining Long Distance Relationships (LDR) among university students. The phenomenon of LDR has become increasingly common due to educational mobility and the advancement of digital communication technologies that enable couples to maintain interactions despite geographical separation. This study employed a qualitative method using Edmund Husserl's phenomenological approach and a constructivist paradigm. The research subjects consisted of six university students involved in LDR relationships, selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that participants interpreted their LDR experiences as a process of personal maturity, emotional challenge, and sacrifice for the future of the relationship. To cope with these challenges, individuals engaged in intrapersonal communication through self-talk, self-reflection, and emotional regulation, which shaped three communication personas: communicative-open, patient-understanding, and supportive. These personas were reflected in communication patterns marked by routine interaction, openness, digital-media use, and adaptability. The primary motives sustaining LDR were love, long-term commitment, aspirations for marriage, and trust. This study concludes that communication persona patterns play a central role in creating healthy communication and sustaining LDR relationships.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola komunikasi persona dalam mempertahankan hubungan Long Distance Relationship (LDR) pada mahasiswa. Fenomena LDR semakin umum terjadi seiring meningkatnya mobilitas pendidikan dan perkembangan teknologi komunikasi digital yang memungkinkan pasangan tetap berinteraksi meskipun terpisah oleh jarak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl dan paradigma konstruktivisme. Subjek penelitian terdiri dari enam informan mahasiswa yang sedang menjalani hubungan LDR, dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menjalani LDR dimaknai sebagai proses pendewasaan diri, tantangan emosional, dan pengorbanan demi masa depan hubungan. Dalam menghadapi tantangan tersebut, individu melakukan komunikasi intrapersonal melalui self-talk, refleksi diri, dan pengelolaan emosi, yang kemudian membentuk tiga persona komunikasi, yaitu persona komunikatif dan terbuka, persona sabar dan pengertian, serta persona suportif. Persona tersebut terwujud dalam pola komunikasi yang rutin, terbuka, memanfaatkan media digital, dan adaptif. Motif utama yang mendorong individu mempertahankan hubungan LDR meliputi cinta dan kasih sayang, komitmen jangka panjang, harapan menuju pernikahan, serta kepercayaan terhadap pasangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi persona berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang sehat dan mempertahankan keberlangsungan hubungan LDR.
References
Applbaum, R. L. (1973). Fundamental Concepts in Human Communication. Canfield Press.
Axelfa, A., Aprilia, T., Wibawa, A., & Suharti, B. (2024). Komunikasi Intrapersonal (Self-Talk) Dalam Meningkatkan Kesadaran Dampak Buruk Self-Harm Pada Remaja Brokenhome. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 29–43. https://doi.org/https://doi.org/10.35508/jikom.v13i1.9284
Baker, L. (2021). Proses Komitmen dalam Hubungan Romantis.
Canary, D. J., & Stafford, L. (1991). Maintenance Strategies and Romantic Relationship Type, Gender and Relational Characteristics. Journal of Social and Personal Relationships, 8(2), 217–242. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0265407591082004
Carolyn, G., Psikologi, F., Bastian, H., Sundoro, M., Djoyo, J. F., Rembulan, C. L., Ayu, P., & Wardhani, P. (2025). Identifikasi Hambatan dan Upaya Komunikasi Efektif dalam Hubungan Jarak Jauh (LDR). Jurnal Experientia Universitas Ciputra Surabaya, 12(2), 2024. https://doi.org/https://doi.org/10.33508/exp.v12i2.5656
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
DeVito, J. A. (2016). Buku Komunikasi Antar Pribadi.
Feeney, B. C. (2021). Dukungan Sosial dan Pemeliharaan Hubungan.
Gross, J. J. (2021). Pengaturan Emosi dalam Hubungan Interpersonal.
Hall, J. A. (2023). Komunikasi Digital dan Kedekatan Relasional.
Harman, J. J. (2023). Orientasi Masa Depan dan Ketahanan Hubungan.
Kurniati, G. (2015). Pengelolaan Hubungan Romantis Jarak Jauh: Studi Penetrasi Sosial Pasangan yang Terpisah Jarak Geografis. Jurnal Komunikasi Indonesia,. https://doi.org/https://doi.org/10.7454/jki.v4i1.8876
Kustiawan, W., Fadillah, U., Sinaga, F. K., Hattaradzani, S., & Hermawan, E. (2022). Komunikasi Intrapersonal. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11.
Muise, A. (2023). Kasih Sayang dan Kepuasan dalam Hubungan.
Ngalimun. (2018). Komunikasi Interpersonal (1st ed.). Pustaka Pelajar.
Shamiago, I., & Candra, D. (2024). Strategi Pengurangan Ketidakpastian pada Pasangan Hubungan Jarak Jauh (LDR) (Studi Mahasiswa Universitas Paramadina). GANDIWA: Jurnal Komunikasi, 4(1).
Stafford, L. (2021). Hubungan Pacaran Jarak Jauh.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Wood, J. T. (2016). Interpersonal Communication: Everyday Encounters. Cengage Learning.