Transformasi Identitas Korban Cyberbullying di Media Sosial

Authors

  • Nabilah Salsabila Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Muhammad E Fuady Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.24837

Keywords:

Transformasi Identitas Diri, Perundungan Siber, Media Sosial

Abstract

Abstract. Social media offers adolescents broad opportunities for self – expression yet it also expose them to cyberbullying that can alter how they perceive and present themselves. This study examines the meaning of self-identity transformation among adolescent cyberbullying victims in Bandung. A qualitative method with Alfred Schutz's phenomenological approach was employed. Five informants aged 19-21 years were selected purposively because they had experienced cyberbullying and changes in digital self-presentation. Data were obtained through in-depth interviews and participant observation, then analyzed through data reduction, thematic presentation, conclusion drawing, and source-method triangulation. The findings show that participant experienced body shaming, hateful comments and direct messages, threats and false accusations from anonymous accounts, verbal harassment, and the re-uploading of content with degrading captions. These experiences produced fear, sadness, shame, overthinking, insecurity, self-blame, and withdrawal. Identity transformation appeared through selective posting, deleting or archiving content, restricting interaction, securing accounts, and constructing a more controlled digital image. Cyberbullying functioned as a because motive, while the aim of creating a safer digital space, gaining supportive social acceptance, and rebuilding confidence operated as an in order to motive.

Abstrak. Media sosial memberi ruang luas bagi remaja untuk mengekspresikan diri, tetapi juga membuka peluang terjadinya cyberbullying yang dapat mengubah cara korban memandang dan menampilkan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan transformasi identitas diri remaja korban cyberbullying di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenolegi Alfred Schutz. Lima  informan berusia 19-21 tahun dipilih secaea purposif karena pernah mengalami cyberbullying dan perubahan dalam presentasi diri digital. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian tematik, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan adanya body shaming, komentar kebenecian, dan pesan pribadi negatif, ancaman serta fitnah dari akun anonim, pelecehan verbal, dan penyebaran ulang konten dengan keterangan merendahkan. Pengalaman tersebut memunculkan takut, sedih, malu, overthinking, rasa tidak aman, self-blaming, dan kecenderungan menarik diri. Transformasi identitas tampak melalui seleksi unggahan, penghapusan atau pengarsipan konten, pembatasan interaksi, pengamanan akun, dan pembentukan citra digital yang lebih terkendali. Pengalaman masa lalu berfungsi sebagai motif, sedangkan tujuan membangun ruang digital yang aman, memperoleh penerimaan sosial suportif, dan memulihkan kepercayaan diri menjadi in order to motive.

References

Afrianthoni, A., Kurnaedi, D., & Nuryaman, A. (2020). Transformasi Identitas Diri Perempuan Muslimah Bercadar Melalui Media Sosial Instagram dan Kelompok Referensi (Studi Fenomenologi pada Komunitas Niqab Squad Bandung). Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 1, No. 3(3), 2721–2246.
Asari, A., Syaifuddin, E. R., Ningsi, N., Sudianto, Maria, H. D., Adhicandra, I., Nuraini, R., Baijuri, A., Pamungkas, A., Kusumah, F. G., Yuhanda, G. P., & Murti, S. (2023). Komunikasi Digital. Penerbit Lakeisha.
Bryllianissa, F. A., Hasfi, N., & Gono, J. (2024). PENGALAMAN REMAJA PEREMPUAN KORBAN PERUNDUNGAN ONLINE (CYBERBULLYING) DI MEDIA SOSIAL. E-Journal Undip, 12, No. 2. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/43772
Cooper, D. R. ., & Schindler, P. S. . (2011). Business research methods. McGraw-Hill/Irwin.
Creswell, J. W. (2009). Design Research Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed.
Fuady, M. E. (2025). Konstruksi Religiusitas Content Creator Media Sosial (Studi Fenomenologi mengenai Religiusitas Digital Content Creator di Bandung).
Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. MediaTor (Jurnal Komuniasi). https://doi.org/10.29313/mediator.v9i1.1146
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
Nurfadila, F., Karimah, K. El, & Wahyudin, U. (2024). Transformasi Identitas Individu Melalui Komunikasi Kontemporer di Sosial Media. Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(1).
Rifauddin, M. (2016). Fenomena Cyberbullying pada Remajaudi Analisis Media Sosial Facebook). Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, Dan Kearsioan Khizanah Al-Hikmah.
Sri Rahayu Ningsih, Muthi’ah Syifa Isnaini, Hidayati Ruslaini, Nurlaila Nasution, Khairani Syahfitri, & Rahmayani Rahmayani. (2025). Pengalaman Remaja dalam Proses Kebangkitan dan Pemulihan Diri Setelah Mengalami Trauma Akibat Cyberbullying pada Era Digital. Jurnal Pendidikan Dirgantara, 2(3), 322–331. https://doi.org/10.61132/jupendir.v2i3.615
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV ALFABETA.
Sutopo, H. B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian (Second). Universitas Sebelas Maret.
Todd. (2025). HAHAHA.
Todd, J. (2005). Social transformation, collective categories, and identity change. Theory and Society, 34(4), 429–463. https://doi.org/10.1007/s11186-005-7963-z
Tuffour, I. (2017). A Critical Overview of Interpretative Phenomenological Analysis: A Contemporary Qualitative Research Approach. Journal of Healthcare Communications, 02(04). https://doi.org/10.4172/2472-1654.100093
Wibowo, M. R. (2021). Konsep Diri Korban Cyberbullying di Surakarta.
Witjaksono, A. A., Hanika, I. M., & Pratiwi, S. I. (2021). Fenomena Cyberbullying pada Mahasiswa di DKI Jakarta. Jurnal IMPRESI, 2(1).

Published

2026-08-02