Strategi Komunikasi Risiko melalui Instagram @Badan.Geologi dalam Penyebaran Informasi Kebencanaan
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcspr.v6i2.24156Keywords:
Strategi Komunikasi, Informasi Bencana, Komunikasi Risiko InstagramAbstract
Abstract. This study examines the communication strategy of the Geological Agency in utilizing Instagram @badan.geologi to disseminate disaster-related information to the public. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with public relations officers and content observation. The findings reveal that communication strategies involve message simplification, visual-based content, and audience interaction. Instagram functions as a medium that transforms scientific data into accessible public information while fostering disaster risk awareness. However, a paradox emerges where high audience reach does not necessarily lead to active engagement. This study contributes to risk communication and digital public communication by emphasizing the importance of audience engagement in social media-based disaster communication.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Badan Geologi dalam memanfaatkan Instagram @badan.geologi sebagai media penyebaran informasi kebencanaan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dilakukan melalui penyederhanaan pesan, penggunaan visual, serta interaksi dengan audiens. Instagram berfungsi sebagai media yang mengubah data ilmiah menjadi informasi publik yang mudah dipahami serta membangun kesadaran risiko. Namun demikian, ditemukan adanya paradoks di mana jangkauan audiens yang tinggi tidak selalu diikuti oleh keterlibatan aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi risiko dan komunikasi publik digital.
References
Covello, V. T., & Sandman, P. M. (2001). Risk communication: Evolution and revolution. Dalam A. (Ed. ) Wolbarst (Ed.), Solutions to an Environment in Peril (hlm. 164–178). Johns Hopkins University Press.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd Edition). SAGE Publications.
Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Legislation 66, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66 (2007).
UNESCO. (2021). Media and Information Literacy for the Public Good: Global MIL Week 2021.
Veil, S. R., Buehner, T., & Palenchar, M. J. (2011). A work-in-process literature review: Incorporating social media in risk and crisis communication. Journal of Contingencies and Crisis Management, 19(2), 110–112.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th Edition). SAGE Publications.