Perubahan Pengelolaan Diseminasi Informasi dalam Rangka Transformasi Digital di Komisi Pemilihan Umum
Abstract
Abstract. KPU has the responsibility to serve the public, but because there are several indicators of changes in information management that are not good enough to make the Public Relations of the Sumedang KPU make changes to this information dissemination. The method used in this research is a qualitative method. While the research approach that researchers use is a case study approach. In this study the authors conducted research through interviews and this study triangulated the data by interviewing the community to fulfill the research results.The results of this study suggest that changes in the management of information dissemination are through strategic steps designed to deal with digital transformation in Sumedang district by going through the pre-implementation stage where the Public Relations of the Sumedang KPU analyzes the problem, analyzes the audience so that goals are formulated in an effort to disseminate information evenly and transparently with the strategy made by the Public Relations of the Sumedang KPU there are both technical and non-technical obstacles, namely in terms of servers, internet, supporting human resources staffing at the Sumedang KPU and also people who lack literacy in digital media. In the end, in Sumedang KPU disseminated information using the Hybrid method.
Abstrak. KPU memiliki tanggung jawab untuk melayani Masyarakat, karena adanya beberapa indikator dari perubahan pengelolaan informasi yang belum cukup baik yang menjadikan Humas KPU Sumedang melakukan perubahan pengelolaan diseminasi informasi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sedangkan pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian melalui wawancara dan penelitian ini melakukan triangulasi data dengan mewawancarai masyarakat untuk memenuhi hasil penelitian Hasil Penelitian ini mengemukakan bahwa perubahan pengelolaan diseminasi informasi ini melalui Langkah Langkah strategi yang dirancang untuk mengahadapi transformasi digital di kabuoaten Sumedang ini dengan melalui tahapan pra-pelaksanaan yang dimana Humas KPU Sumedang menganalisis masalah, menganalisis Audiens sehingga dirumuskan tujuan dalam upaya diseminasi informasi secara merata dan transparan dengan strategi yang di buat oleh Humas KPU Sumedang terdapat hambatan baik teknis dan non teknis hambatan hambatan tersebut yaitu dalam segi server, internet, alat penunjang SDM kepegawaian di KPU Sumedang dan juga masyarakat yang minim literasi terhadap media digital, yang pada akhirnya Humas KPU Sumedang melakukan diseminasi informasi dengan metode Hybrid dikarenakan ketidak sinambungannya antara SDM Masyarakat dengan teknologi yang sudah berkembang yang menjadikan diseminasi informasi online ini tidak berjalan secara optimal maka dari itu Humas KPU membuat strategi baru
References
Adinegoro, K. R. R. (2023). Analisis transformasi digital layanan publik pertanahan: Hak tanggungan elektronik pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Jurnal Administrasi Publik, 19(1), 26-49.
Agustin, E. S., & M. E. Fuady. (2024). Opini Organisatoris Lembaga Kemahasiswaan Mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Riset Public Relations, 95–100. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5039
Albert Verasius Dian Sano, S. (n.d.). Beberapa definisi tentang data, informasi, dan sistem informasi menurut beberapa ahli. Retrieved from https://binus.ac.id/malang/2020/12/beberapa-definisi-tentang-data-informasi-dan-sistem-informasi-menurut-beberapa-ahli/
Budiyono, M. (2016). Media sosial dan komunikasi politik: Media sosial sebagai komunikasi politik menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Jurnal Komunikasi, 11(1), 47-62.
Daulay, K. U. (n.d.). Strategi humas Komisi Pemilihan Umum dalam. Retrieved from http://repository.uinsu.ac.id/13242/1/SKRIPSI%20KHAIRATUN%20UMA%20DAULAY%20%280105172157%29.pdf
Haguston, S., & Putri, D. W. (2024). Penggunaan Google Scholar oleh Mahasiswa dalam Mengakses Informasi Edukatif. Jurnal Riset Public Relations, 131–136. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5476
Hess, T., Benlian, A., Matt, C., & Wiesböck, F. (2016). How German media companies defined their digital transformation strategies. MIS Quarterly Executive, 15(2), 103–119.
Ida Fitriana Ambarsari, N. A.-F. (2024). Digitalisasi informasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik transformasi desa digital melalui pengembangan website desa Klatakan. 396-404. Retrieved from https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/i-com/article/view/4041
Maryanti, S., Komariah, N., & Rodiah, S. (2022). Diseminasi informasi publik oleh pejabat pengelola informasi dan dokumentasi Kota Banjar sebagai upaya keterbukaan informasi publik. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(3), 517-533.
Nugraha, A. R., Sjoraida, D. F., & Novianti, E. (2022). Analisis strategi humas pemerintahan era milenial dalam menghadapi tata kelola informasi publik. PRofesi Humas, 6(2), 286-310.
Wiryany, D., Natasha, S., & Kurniawan, R. (2022). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap perubahan sistem komunikasi Indonesia. Jurnal Nomosleca, 8(2), 242-252.
Zakariah, K. H., Afriani, V., & Zakariah, M. A. (2020). Metodologi penelitian kualitatif, kuantitatif, action research, research and development.