Hubungan antara Kinerja Humas dengan Kepuasan Pegawai

  • Fadia Jati Mardika Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Maman Chatamaallah Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Kinerja Humas, Kepuasan Pegawai, Teori Pertukaran Sosial

Abstract

Abstract. Public Relations (PR) at the West Java Provincial Cooperatives and Small Business Service (Diskuk Jabar) plays an important role in strengthening internal and external communication of the organization. Effective PR performance can increase employee satisfaction through transparent communication, recognition of contributions, and the creation of a harmonious work environment, thus having a positive impact on the organization. This study aims to analyze the relationship between PR performance and employee satisfaction, which is measured through four dimensions: information quality, communication frequency, communication channels, and response to feedback. The study uses social exchange theory and a quantitative approach with a correlational method. The number of samples obtained was 46 ASN from a total population of 85 ASN at Diskuk Jabar. The results of the study showed a positive relationship between PR performance and employee satisfaction. This relationship is indicated by the correlation in each dimension: information quality (0.382), communication frequency (0.388), communication channels (0.417), and response to feedback (0.471). The response to feedback dimension has the strongest relationship, indicating the importance of listening and responding to employee input to increase job satisfaction. This study underlines that PR performance does not only focus on external communication, but also effective internal relationship management. With organized and responsive communication, PR can contribute significantly to employee satisfaction and organizational success.

Abstrak. Hubungan Masyarakat (Humas) di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Diskuk Jabar) memegang peran penting dalam memperkuat komunikasi internal dan eksternal organisasi. Kinerja Humas yang efektif dapat meningkatkan kepuasan pegawai melalui komunikasi yang transparan, pengakuan atas kontribusi, dan terciptanya lingkungan kerja harmonis, sehingga berdampak positif pada organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kinerja Humas dengan kepuasan pegawai, yang diukur melalui empat dimensi: kualitas informasi, frekuensi komunikasi, saluran komunikasi, dan respon terhadap umpan balik. Penelitian menggunakan teori pertukaran sosial dan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Jumlah sampel yang di dapatkan sebanyak 46 ASN dari total populasi sebanyak 85 ASN di Diskuk Jabar. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kinerja Humas dan kepuasan pegawai. Hubungan ini ditunjukkan oleh korelasi pada setiap dimensi: kualitas informasi (0,382), frekuensi komunikasi (0,388), saluran komunikasi (0,417), dan respon terhadap umpan balik (0,471). Dimensi respon terhadap umpan balik memiliki hubungan paling kuat, menunjukkan pentingnya mendengarkan dan menanggapi masukan pegawai untuk meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini menggaris bawahi bahwa kinerja Humas tidak hanya berfokus pada komunikasi eksternal, tetapi juga pengelolaan hubungan internal yang efektif. Dengan komunikasi yang terorganisir dan responsif, Humas dapat berkontribusi signifikan terhadap kepuasan pegawai dan keberhasilan organisasi.

References

Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2006). Effective public relations (9th ed.). Pearson Prentice Hall.

Dhinia Trisepta Pitaloka, & Sophia Novita. (2024). Pengaruh Kualitas Pelayanan Event terhadap Partisipasi dalam Pengembangan Geopark. Jurnal Riset Public Relations, 115–122. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5474

Diansyah, F. S., & Noviar, T. N. A. (2024). Hubungan Pelayanan dengan Kepuasan Pasien IGD RSUD Kota Bandung. Jurnal Riset Public Relations, 79–86. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5289

Jurusan, D. (n.d.). Hubungan komunikasi organisasi dengan kepuasan kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto (Vol. 3, Issue 2).

Moeheriono. (2012). Pengukuran kinerja berbasis kompetensi. Raja Grafindo Persada.

Moorel, H. F. (2005). Public relations: Principles and practice. McGraw-Hill.

Rohandi, M. M. A., & Yastin, R. A. (2022). Kepuasan kerja sebagai dampak dari kepemimpinan Islam dan pengembangan karir karyawan. Jurnal Manajemen dan Bisnis Performa, 19(2), 85–96.

Septiani, R. (2012). Hubungan antara kinerja pengurus dengan partisipasi anggota koperasi pegawai negeri Walikota Jakarta Timur (Skripsi). Universitas Negeri Jakarta.

Sujianto, A. E. (2012). Variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja koperasi pondok pesantren di Kabupaten Tulungagung. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang, 19(2), 148–149.

Syifa, M. A., & Maharani, V. (2022). Pengaruh self-efficacy terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal. Jurnal DMS, 11, 500–517. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnaldms

Telaah kritis expectancy theory Victor Harold Vroom. (n.d.). Media Neliti. https://media.neliti.com/media/ppurwoublications/114468-ID-none.pdf

Uly, C., Pandiangan, A., & Ratnasari, E. (2023). Humas pemerintah dan transparansi informasi untuk membangun kepercayaan publik. Desember, 7(2), 155–168.

Yasin, N. (2020). Pengaruh kualitas pelayanan dan citra koperasi terhadap loyalitas anggota Baitul Maal Wat Tamwil dengan kepuasan anggota sebagai variabel moderasi (Studi empiris pada KSPPS BMT KARISMA Magelang) (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Magelang.

Published
2025-02-01