Fenomena FoMO dalam Perilaku Konsumtif Berburu Produk Kosmetik Hanasui di TikTok

  • Elvaretta Saskia Sehnaz Hermawan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Rini Rinawati Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: FoMO, Konsumtif, Perempuan, Generasi Z

Abstract

Abstract. The Fear of Missing Out (FoMO) phenomenon is a feeling that arises because of the fear of missing out on interesting experiences enjoyed by others, often exacerbated by exposure to social media such as TikTok. For Generation Z women, using TikTok to follow trends can trigger FoMO and encourage consumptive behavior. So the formulation of the problem in this study is to find out the motives and meanings of the FoMO experience experienced by Generation Z women in Bandung City in the consumptive behavior of hunting Hanasui on TikTok. This study uses a qualitative method with a Phenomenological approach. Data collection techniques use interviews, observations, and literature studies, and researchers take 5 informants. The results of this study indicate that the motives of Generation Z women in Bandung City feel FoMO is based on two motives, namely because of motive (Environmental motives, following trends, and beliefs) and in order to motive (Economic motives and improving appearance). FoMO is interpreted as a feeling of curiosity not wanting to miss the trend by purchasing cosmetic products based on desire alone. Showing a form of "self-confidence" as an interpretation of the meaning of self experienced when using popular products that refer to a positive self-concept. This FoMO experience starts from initial exploration on TikTok which is then exposed to social media from viral content reinforced by special offers, leading to unplanned purchases.

Abstrak. Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) merupakan perasaan yang muncul karena takut kehilangan pengalaman menarik yang dinikmati orang lain, sering kali diperburuk oleh paparan media sosial seperti TikTok. Bagi perempuan Generasi Z, penggunaan TikTok untuk mengikuti tren dapat memicu FoMO dan mendorong perilaku konsumtif. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini untuk mengetahui terkait motif dan makna dari pengalaman FoMO yang dialami oleh perempuan generasi Z di Kota Bandung dalam perilaku konsumtif berburuHanasui di TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan, serta peneliti mengambil 5 informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif perempuan generasi Z di Kota Bandung merasa FoMO didasari oleh dua motif, yaitu because of motive (Motif lingkungan, mengikuti tren, dan kepercayaan) dan in order to motive (Motif ekonomi dan memperbaiki penampilan). FoMO dimaknai sebagai perasaan penasaran tidak ingin ketinggalan tren dengan pembelian produk kosmetik berdasarkan keinginan semata. Menunjukkan adanya bentuk “percaya diri” sebagai interpretasi atas makna diri yang dialami saat menggunakan produk populer yang merujuk pada konsep diri positif. Pengalaman FoMO ini dimulai dari eksplorasi awal di TikTok yang kemudian terkena paparan sosial dari konten viral yang diperkuat oleh penawaran special, sampai pada pembelian tidak terencana.

References

Aisafitri, L., & Yusrifah, K. (2020). Sindrom Fear of Missing Out sebagai gaya hidup milenial di Kota Depok. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 2(4), 166-177.

Bahri, A. N. (2018). Peran komunikasi antar pribadi pada lingkungan kerja dalam perspektif Islam. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 1(1), 128-142.

Damayanti, N. R., & Maya Amaliah Oesman Palapah. (2024). Makna Hedonisme Melalui Fashion. Jurnal Riset Public Relations, 123–130. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5475

Fransisca, C., & Erdiansyah, R. (2020). Media sosial dan perilaku konsumtif. Prologia, 4(2), 435-439.

Hasbiansyah, O. J. M. J. K. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam ilmu sosial dan komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163-180.

Hirschman, E. C., & Holbrook, M. B. (1982). Hedonic consumption: Emerging concepts, methods, and propositions. Journal of Marketing, 46(3), 92-101.

Ko, E. N., Prasida, T. A. S., & Bezaleel, M. (2023). Filter Instagram sebagai media promosi soft selling bagi Dusun Semilir. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, 23(2), 89-98.

Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi. Bandung: Widya Padjadjaran.

Maulana, R., & Hariyanto, D. (2024). Tren TikTok: Mengurai perilaku remaja di era digital. CONVERSE Journal Communication Science, 1(1), 55-64.

Mulyana, D. (2020). Metodologi penelitian kualitatif: Paradigma baru ilmu komunikasi dan ilmu sosial lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Putri Marseal, A., Dzihni, A., Fatihah, A. L., Lestari, A., & Christina, S. (2022). Fenomena Fear of Missing Out pada penggemar K-Pop. Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 599-606.

Putta, A. P., & Saluy, A. B. (2019). Analisis kepercayaan, kemudahan penggunaan, pengalaman berbelanja terhadap keputusan pembelian di situs jual beli online Lazada di Karawang. Indikator, 3(3), 353511.

Shintaviana, F. V., & Yudarwati, G. A. (2014). Konsep diri serta faktor-faktor pembentuk konsep diri berdasarkan teori interaksionisme simbolik. Online).(uajy.ac.id, diakses 30 Juni 2016).

Silvia, S. (2019). E-Modul ekonomi kelas X: Konsep dasar ilmu ekonomi.

Tifferet, S., & Herstein, R. (2012). Gender differences in brand commitment, impulse buying, and hedonic consumption. Journal of Product & Brand Management, 21(3), 176–182.

Wahyuni, R., Marsella, L., Suseno, L. J., & Hasanah, M. (2023). Analisis manajemen risiko dampak penggunaan aplikasi TikTok pada Gen Z. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis, 84-89.

Published
2025-02-01