Konten "Spill' Fashion Tiktok sebagai Pendorong Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fikom Unisba

  • Elmy Nurul Fikri Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Dedeh Fardiah Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Tiktok, Spill Fashion, Perilaku Konsumtif

Abstract

Abstract. Social media, particularly TikTok, has become a dominant platform that influences the consumption patterns of the younger generation. One popular content trend is “spill” fashion, which features product reviews with attractive visuals and personalization algorithms. This study aims to reveal the influence of TikTok fashion “spill” content on the consumptive behavior of UNISBA Faculty of Communication Science (FIKOM) students class of 2020. The case study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews and participant observation. The results showed that this content encourages consumptive behavior through attractive visual exposure, positive reviews, and creatively packaged promotions. In addition, TikTok's algorithm reinforces students' tendency to be exposed to content relevant to their interests, thus increasing the frequency of impulse purchases. This impact is seen in the consumption patterns of university students who tend to follow the latest fashion trends without considering their primary needs. This research provides important insights into the role of social media as an agent of lifestyle change and digital consumerism culture.

Abstrak. Media sosial, khususnya TikTok, telah menjadi platform dominan yang memengaruhi pola konsumsi generasi muda. Salah satu tren konten populer adalah “spill” fashion, yang menampilkan ulasan produk dengan visual menarik dan algoritme personalisasi. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh konten “spill” fashion TikTok terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UNISBA angkatan 2020. Studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten ini mendorong perilaku konsumtif melalui eksposur visual yang menarik, ulasan positif, dan promosi yang dikemas secara kreatif. Selain itu, algoritme TikTok memperkuat kecenderungan mahasiswa untuk terpapar konten yang relevan dengan minat mereka, sehingga meningkatkan frekuensi pembelian impulsif. Dampak ini terlihat dalam pola konsumsi mahasiswa yang cenderung mengikuti tren fashion terbaru tanpa mempertimbangkan kebutuhan utama. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai peran media sosial sebagai agen perubahan gaya hidup dan budaya konsumerisme digital.

References

Bakhshi, S., Shamma, D. A., & Gilbert, E. (2015). Faces engage us: Photos with faces attract more likes and comments on Instagram. Proceedings of the SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems, 965-974.

Cialdini, R. B., & Goldstein, N. J. (2004). Social influence: Compliance and conformity. Annual Review of Psychology, 55(1), 591-621.

Damayanti, N. R., & Maya Amaliah Oesman Palapah. (2024). Makna Hedonisme Melalui Fashion. Jurnal Riset Public Relations, 123–130. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5475

Dittmar, H. (2005). Compulsive buying–A growing concern? An examination of gender, age, and endorsement of materialistic values as predictors. British Journal of Psychology, 96(4), 467-491.

Freberg, K., Graham, K., McGaughey, K., & Freberg, L. A. (2011). Who are the social media influencers? A study of public perceptions of personality. Public Relations Review, 37(1), 90-92.

Hartini, S., Putro, F. H. A., & Setiawan, T. (2020). Pemanfaatan media sosial sebagai media komunikasi pemasaran modern. Digikom, 1(01), 33-37.

Hassan, M. A., & Ali, S. (2021). Impact of fashion influencers on consumer purchase decisions. Fashion Marketing and Management, 25(1), 93-107.

Khan, A., & Hussain, Z. (2022). The role of social media in impulsive buying behavior. Journal of Consumer Research, 38(4), 551-565.

Margaretha, D. C., & Wati, L. (2024). Harga diri dan problematic social media use pengguna TikTok. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 8(1), 73-78.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). An expanded sourcebook: Qualitative data analysis. London: Sage Publications.

Nasrullah, R. (2015). Media sosial perspektif komunikasi, budaya dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nurhaliza, Z. D., & Nova Yulianti. (2024). Pengembangan Diri Perempuan Desa Melalui Sekolah Perempuan di Desa Pakuhaji. Jurnal Riset Public Relations, 101–108. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5288

Setiadi, A. (2016). Pemanfaatan media sosial untuk efektivitas komunikasi. Cakrawala: Jurnal Humaniora, 16(2).

Susilo, A. (2022). Media sosial dan perilaku konsumtif: Studi pada generasi Z. Jurnal Komunikasi Digital, 14(3), 201-213.

Verhagen, J., Smith, A., & Lee, K. (2023). Personalization in digital marketing: The role of algorithms in consumer behavior. Journal of Consumer Psychology, 29(4), 123-135.

Widjanarko, P., Alfiah, J., Ariestyani, K., Yusuf, K., Sudarmanti, R., Wahyuti, T., ... & Hutapea, E. B. (2023). Ragam nuansa literasi media. Depok: PT Rekacipta Proxy Media.

Published
2025-02-01