Komunikasi Pembelajaran Guru PKn dalam Menanamkan Nasionalisme kepada Siswa
Abstract
Abstract. Learning communication is a communication process where a teacher builds an effective and affective communication relationship with students, giving them the opportunity to achieve optimal success in the learning process. This success can be achieved by implementing good communication between teacher and student through interpersonal communication. All teachers, including Civic Education (PKn) teachers, are expected to engage in interpersonal communication to effectively instill nationalism in their students. When a teacher successfully fosters nationalism in students, they have effectively communicated within the learning context, as nationalism plays a crucial role in daily life, especially in cultivating love for the homeland and respect for diversity across races, ethnicities, religions, and other aspects of our nation. This research aims to examine the communication strategies used by Civic Education teachers in instilling nationalism in students at SMP PGRI 4 Bandung. This study employs a qualitative case study method, collecting data through interviews, observations, and documentation. The research subjects include teachers and students at SMP PGRI 4 Bandung.
Abstrak. Komunikasi pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi dimana seorang guru membangun relasi komunikasi yang efektif dan afektif dengan siswa sehingga siswa akan berkesempatan untuk menunjang sebuah keberhasilan yang maksimal didalam proses pembelajaran. Keberhasilan ini dapat terwujud dengan menerapkan komunikasi yang baik antara guru dan siswa yaitu melalui komunikasi antar pribadi. Komunikasi antar pribadi harus dijalankan oleh semua guru tanpa terkecuali termasuk guru PKn yang dalam hal ini mempunyai tugas untuk menanamkan nasionalisme kepada siswanya. Ketika guru berhasil menanamkan nasionalisme kepada siswanya, guru tersebut dapat dikatakan berhasil dalam menyampaikan komunikasi dalam pembelajaran karena nasionalisme merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari khususnya untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai perbedaan baik antar ras, suku, agama dan hal lainnya yang ada di negeri kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi yang digunakan oleh guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menanamkan nasionalisme kepada siswa di SMP PGRI 4 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP PGRI 4 Bandung.
References
Agustin, E. S., & M. E. Fuady. (2024). Opini Organisatoris Lembaga Kemahasiswaan Mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Riset Public Relations, 95–100. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5039
Alo, L. (2011). Komunikasi serba ada serba makna. Jakarta: Makna Kencana.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Burns, C. E., Dunn, A. M., Brady, M. A., Starr, N. B., Blosser, C. G., & Maaks, L. G. (Eds.). (2017). Pediatric primary care (6th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
Darwis, M., Batari, U. D., Salam, R., Kasmita, M., & Baharuddin, A. (2019). Pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kualitas proses pembelajaran pada paket keahlian administrasi perkantoran di SMK Negeri 1 Gowa. Jurnal Ad’ministrare, 5(2), 105. https://doi.org/10.26858/ja.v5i2.7889
Davidson, H. H., & Lang, G. (1960). Children’s perceptions of their teachers’ feelings toward them related to self-perception, school achievement, and behavior. The Journal of Experimental Education, 29(2).
Effendy, O. U. (2003). Ilmu teori dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Fakhrurrazi. (2018). Hakikat pembelajaran yang efektif. At-Tafkir, 11(1), 85–99.
Fauziya, D. S., Supriatna, E., & Wuryani, W. (2018). Strategi komunikasi interaktif edukatif berbasis kearifan lokal dalam menghadapi era revolusi industri. Seminar Nasional dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 562–569.
Garingger, M., & Jucovy, L. (2008). Building effective strategies for providing quality relationship youth mentoring in school and communities: A guide for a new mentors. Retrieved from https://educationnorthwest.org/sites/default/files/effectivestrategies-for-providingquality-youth-mentoring-inschools2.pdf
Getteng, A. R., & Rosdiana, R. (2020). Etika profesi keguruan. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.
Hafied, C. (1998). Pengantar ilmu komunikasi. Jakarta: Rajawali Press.
Hidayat, T., & Sumanti, S. T. (2024). Peran komunikasi antar pribadi guru dan anak dalam mencegah kenakalan remaja di SMA Negeri 2 Binjai. EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies.
Iriantara, Y. (2014). Komunikasi pembelajaran: Interaksi komunikatif dan edukatif di dalam kelas (R. K. Soenendar, Ed.). Simbiosa Rekatama Media.
Johnson-Blake, D. A. (2015). Managing time on purpose. Singapore: Asta Publications.
Kolo, A. G., Baba, U. M., Babayo, A., & Jaafar, W. M. W. (2018). Investigation into the types of teacher-student relationships in institutions of learning in Yobe State, Nigeria. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS, 23(3), 52–59.
Krejcie, R. V., & Morgan, D. W. (1970). Determining sample size for research activities. Educational and Psychological Measurement, 30(3), 607–610. https://doi.org/10.1177/001316447003000308
Luhur, W. (2016). Bahasa dalam komunikasi pembelajaran. JPP Journal of Prospective Learning, 1(2), 9–19.
Madri, M., & Rosmawati. (2004). Pemahaman guru tentang strategi pembelajaran.
McNally, D., & Speak, K. (2012). Be your own brand. New York: Berrett-Koehler Publishers.
Meyers, J., & Gutacker, P. (2010). Cultivate. Dayton, TN: Passing Baton International.
Mighfar, S. (2015). Social exchange theory: Telaah konsep George C. Homans tentang teori pertukaran sosial. Jurnal Lisan Al-Hal, 9(2), 267.
Moleong, L. J. (2004). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nofrion. (2018). Komunikasi pendidikan.
Raharjo, F. S. (2019). The master book of personal branding. Yogyakarta: Quadrant.
Rakhmat, J., & Ibrahim, I. S. (2017). Metode penelitian komunikasi (Edisi Revisi Kedua). Simbiosa Rekatama Media.
Ruliana, P. (2016). Komunikasi organisasi: Teori dan studi kasus. Jakarta: Rajawali Pers.
Russell, J. S., & Nelson, J. (2009). Completing the circle of professional development through leadership and mentoring. Leadership and Management in Engineering, 9(1). https://doi.org/10.1061/(ASCE)15326748(2009)9:1(40)
Semiawan, C. (2002). Pendekatan keterampilan proses. Jakarta: Gramedia.
Smith, P. L., & Ragan, T. L. (2003). Instructional design. Upper Saddle River, NJ: Merrill Prentice Hall.
Stouffer, J. D. (2016). "Eternity in mind": A grounded theory study on building positive teacher-student relationships in Christian school. (Doctoral dissertation). Retrieved from https://digitalcommons.liberty.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=2244&context=doctoral
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ujang, M. (2021). Komunikasi pendidikan: Urgensi komunikasi efektif dalam proses pembelajaran. JOPPAS: Journal of Public Policy and Administration Silampari, 2, 80–90.
Wahidin, U. (2015). Interaksi komunikasi berbasis media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pendidikan Islam, 4. Retrieved from http://jurnal.staialhidayahbogor.ac.id/index.php/ei/article/view/63
Wijaya, T. (2018). Manajemen kualitas jasa (Edisi Kedua). Jakarta: PT Indeks.
Yorim, O., Desie, S., & Kalesaran, W. E. (2018). Analisis penerapan kode etik jurnalistik terhadap cara kerja jurnalis Kompas TV Manado. Jurnal Komunikasi.