Hubungan antara Fungsi Komunikasi Organisasi dengan Pelaksanaan Kegiatan “Kota Tanggap Ancaman Narkoba”

  • Hanna Manar Hanifah Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Yenni Yuniati Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Komunikasi Organisasi, Narkotika, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Abstract. Effective communication within an organisation is essential to its smooth functioning and overall success. An organisation cannot achieve its goals without efficient organisational communication. Without clear and structured communication, it will suffer setbacks, experience misunderstandings, and face significant barriers that hinder productivity and progress. To enhance organisational interaction and improve communication strategies, the National Narcotics Agency of West Java assembled a Community Empowerment Team. This team is responsible for facilitating communication and carefully examining the planning process for the city’s response to drug related risks. Their role is crucial in ensuring information about drug threats effectively disseminated and that preventive measures are well coordinated.The objective of this study is investigate the role of an organisation in informing the public about the dangers associated with drug abuse within a given location. This is achieved through effective communication strategies implemented across various organisational events and activities.This research is grounded in theory of organisational communication, which encompasses regulative, persuasive, and informational roles. A quantitative correlational approach is adopted, employing questionnaires, observations, and literature reviews to gather data. The population consists of 30 members of the Community Empowerment Team, and data analysis is conducted through statistical methods presented in tables, supported by explanatory notes.

Abstrak. Komunikasi organisasi merupakan salah satu elemen penting dalam operasional suatu entitas. Tanpa adanya komunikasi organisasi yang baik, suatu organisasi akan mengalami kesulitan dan kendala dalam mencapai tujuannya. Komunikasi yang efektif memastikan bahwa informasi tersampaikan dengan jelas dan koordinasi antar anggota dapat berjalan dengan baik. Selain itu, komunikasi yang optimal juga dapat meningkatkan kinerja tim, memperkuat hubungan antar anggota, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif. Dalam upaya meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Baratmembentuk Tim Pemberdayaan Masyarakat untuk memfasilitasi komunikasi dan mengawasi pelaksanaan program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN). Tim ini berperan dalam memastikan bahwa pesan mengenai bahaya narkoba tersampaikan dengan baik kepada masyarakat serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami serta mengevaluasi peran organisasi dalam membentuk kesadaran masyarakat terkait bahaya narkoba di suatu daerah. Hal ini dilakukan melalui komunikasi yang efektif dalam berbagai kegiatan organisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori komunikasi organisasi, yang mencakup fungsi informatif, regulatif, dan persuasif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan studi pustaka. Populasi penelitian ini adalah 30 anggota Tim Pemberdayaan Masyarakat. Data dianalisis menggunakan teknik statistik yang disajikan dalam bentuk tabel serta deskripsi analitis untuk memperoleh hasil yang objektif dan akurat.

References

Agustin, E. S., & M. E. Fuady. (2024). Opini Organisatoris Lembaga Kemahasiswaan Mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Riset Public Relations, 95–100. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5039

Akhmad, B. A. (2022). Komunikasi organisasi. Aswaja Pressindo. https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/24243/BUKU_KOMUNIKASI_ORGANISASI_Dr._Bachruddin_Ali_Akhmad%2CM.SI.pdf?sequence=1

Bungin, B. (2008). Sosiologi komunikasi (Teori, paradigma, dan discourse teknologi komunikasi di masyarakat). Kencana Prenada Media Group.

Effendy, O. U. (2008). Dinamika komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.

Goldhaber, G. M. (1993). Organizational communication. Brown & Benchmark Publishers.

Haguston, S., & Putri, D. W. (2024). Penggunaan Google Scholar oleh Mahasiswa dalam Mengakses Informasi Edukatif. Jurnal Riset Public Relations, 131–136. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i2.5476

Hutauruk, G. (2010). Manajemen. PT Gelora Aksara Pratama.

Mulyana, D. (2007). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.

Pananjung, L. K., & Akbar, N. N. (2009). Hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika untuk dirinya sendiri (Pecandu) di Indonesia. Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan, 3(3), 241–247.

Sinambela, L. P. (2014). Metodologi penelitian kuantitatif. Graha Ilmu.

Suryani, & Hendryadi. (2018). Metode riset kuantitatif: Teori dan aplikasi pada penelitian bidang manajemen dan ekonomi Islam (Edisi ke-2). Prenadamedia Group.

Umar, H. (2013). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis. Rajawali.

Published
2025-01-30