Dramaturgi Zaenal Akbar sebagai Imam Masjid Al Lathiif

  • Muhammad Ghiyatuddin Islamy Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Erik Setiawan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Dramaturgi, Imam Masjid, Zaenal Akbar

Abstract

Abstract. The role of the imam in the modern era is highly strategic in the religious domain. In addition to leading prayers, the imam serves as a preacher to the mosque's congregation, such as teaching Quran recitation, delivering sermons, and being a role model. The imam's role in the mosque is significant. However, on the other hand, an imam also has a personal life to manage, which means they cannot always meet the often high expectations of the congregation. This can lead to dramaturgy, where the imam carefully prepares how to present himself in the "front stage" as a religious leader, while keeping his "backstage" life private. One example is Zaenal Akbar, a young imam at Masjid Al Lathiif, who also plays the role of an influencer on Instagram. This research uses a qualitative method with Erving Goffman's dramaturgy approach, collecting data through observation, documentation, and interviews. The data analysis includes collecting, reducing, presenting, and drawing conclusions.

Abstrak.  Peran imam pada era modern ini sangat strategis dalam bidang keagamaan. Selain memimpin sholat, imam juga berperan sebagai pendakwah bagi jamaah masjid, seperti mengajar ngaji, mengisi majelis, dan menjadi teladan. Peran imam di masjid sangat penting. Namun, di sisi lain, seorang imam juga memiliki kehidupan pribadi yang harus dijalani, sehingga ia tidak selalu bisa memenuhi semua harapan jamaah, yang kadang terlalu tinggi. Hal ini bisa memicu terjadinya praktik dramaturgi, di mana imam mempersiapkan cara tampil di panggung depan sebagai pemimpin agama, dan membedakannya dengan kehidupan pribadinya di panggung belakang. Salah satu contoh adalah Zaenal Akbar, seorang imam muda di Masjid Al Lathiif, yang juga berperan sebagai influencer di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dramaturgi Erving Goffman, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.

References

Dzahabiyyah, T. P., Nur, T., & Noviar, A. (2024). Beauty Standard dalam Komunitas : Sudut Pandang Remaja Berniqab dalam Memandang Body Goals. Jurnal Riset Public Relations, 4(1), 23–30. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i1.3761

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. University of Edinburgh Press.

Mukhamad, Yasir, & Sukino. (2022). Dramaturgi citra guru profesional dalam ruang kelas dan masyarakat. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 2.

Muhammad Naquib Al-Attas. (1980). The concept of education in Islam. Muslim Youth Movement of Malaysia.

Mulyana, D. (2003). Komunikasi dalam berbagai perspektif. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Naim, N. (2011). Dasar-dasar komunikasi pendidikan (A. Safa, Ed.). Pustaka Pelajar.

Oktavia, S. (2017). Studi dramaturgi Ustadz HM Syamlan, Lc dalam aktivitas dakwah di Kota Bengkulu.

Onong Uchjana Effendy. (2003). Ilmu, teori, dan filsafat komunikasi. Remaja Rosda Karya.

Piaget, J. (1970). Science of education and the psychology of the child. Orion Press.

Wahbah Az-Zuhaili. (2011). Fiqih Islam wa adillatuhu (Abdul Hayyie al-Kattani, Ed.). Gema Insani.

Zuhdi, A. H., & Umar, T. M. (2024). Hubungan antara Citra Merek Universitas Al-Azhar Mesir dengan Minat Santri Melanjutkan Studi. Jurnal Riset Public Relations, 4(1), 31–38. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i1.3764

Published
2025-01-30