Implementasi Komunikasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dalam Mendorong Pemahaman Nilai Islam
Abstract
Abstract. Intelligence is not solely measured by academic grades. The application of murshid, muhsin, and mujadid in the interpersonal communication of counseling guidance teachers at SMP PGII 2 Bandung aims to develop students' spiritual and emotional intelligence. This study examines how these concepts are implemented, along with the challenges and solutions encountered. Using a qualitative method with a case study approach, the research provides an in-depth analysis. The findings reveal that openness, empathy, support, positive attitude, and equality are well-practiced in teacher-student communication. Openness is shown through teachers' willingness to listen, while empathy is reflected in their understanding of students' emotions. Support is evident in maintaining students' privacy. Challenges such as negative stereotypes and student dishonesty are addressed by involving parents and using innovative counseling methods, including gradual approaches and behavioral modeling. The murshid role is reflected in teachers as mentors, muhsin in their exemplary behavior, and mujadid in efforts to update counseling methods to align with students' needs.
Abstrak. Kecerdasan tidak hanya bisa diukur melalui nilai akademis. Penerapan mursyid, muhsin, mujadid pada komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling di SMP PGII 2 Bandung yang bertujuan untuk membangun kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling dalam menerapkan konsep tersebut, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang muncul dalam prosesnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan pemahaman mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling di SMP PGII 2 Bandung, yang meliputi keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, telah diterapkan dengan baik. Keterbukaan tercermin dari kesediaan guru mendengarkan dan memberi ruang kepada siswa. Empati terlihat dari kemampuan guru memahami perasaan siswa, baik secara verbal maupun nonverbal. Dukungan tercermin dari upaya menjaga privasi siswa. Hambatan seperti stereotip negatif dan kebohongan siswa diatasi dengan melibatkan orang tua serta inovasi dalam metode konseling, seperti pendekatan bertahap dan teladan perilaku. Penerapan mursyid, muhsin, dan mujadid dalam komunikasi interpersonal guru bimbingan konseling. Guru bimbingan konseling berperan sebagai pembimbing yang baik, muhsin diterapkan sikap teladan guru dalam menerapkan kebaikan, mujadid terlihat dari usaha untuk memperbarui metode konseling agar relevan dengan kebutuhan siswa.
References
Anggraini, C., Ritonga, D. H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan. (2022). Komunikasi interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen, 1(3), 337-342.
DeVito, J. A. (2015). The interpersonal communication book (14th ed.).
Dewi Sadiah, D. (2015). Metode penelitian dakwah: Pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Dyatmika, T. (2021). Ilmu komunikasi. Zahir Publishing.
Farming, F., Fajriah, L., et al. (2023). Bimbingan dan konseling. Eureka Media Aksara.
Fauziah, M., & Abidin, Z. (2023). The role of counseling guidance teachers in improving student discipline at Mts Riyadlul Ulum Bangil. Al-Musyrif: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 6(1), 1-12.
Haifa Khoirunnisa Mutiara Ardia, & Nova Yuliati. (2023). Pengelolaan Kesan Petugas Protokoler Berkarakter Islami. Jurnal Riset Public Relations, 41–46. https://doi.org/10.29313/jrpr.v3i1.1962
Hamilton, C. (2014). Communicating for results: A guide for business and the professions (10th ed.). Wadsworth.
Harapan, E., Ahmad, S., & MM, D. (2022). Komunikasi antarpribadi: Perilaku insani dalam organisasi pendidikan. PT RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Iga Megananda Pratama, A. R. (2018). Urgensi dan signifikansi mursyid bagi murid dalam tarekat. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 4(1).
Inah, E. N. (2013). Peranan komunikasi dalam pendidikan. Al-Ta’dib, 6(1), 176-188.
J. C., Timothius. (2017). Peranan komunikasi interpersonal antara guru bimbingan konseling (BK) dengan siswa dalam menangani kenakalan siswa (studi kasus di SMP Kristen 2 Salatiga). Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 7-15.
Koesoema, A. D. (2012). Pendidikan karakter utuh dan menyeluruh. Kanisius.
Liliweri, A. (2017). Komunikasi antar personal. Prenada Media.
Marleni, M. (2021). Hubungan efektivitas komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa dengan prestasi akademik mahasiswa psikologi Universitas Sriwijaya Palembang. Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK), 3(2), 91-96.
Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif (edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Putri, A. N., & Syukur, Y. (2023). Hubungan komunikasi interpersonal guru BK dengan motivasi siswa mengikuti layanan konseling. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 25116-25123.
Rahardjo, M. (2010). Triangulasi dalam penelitian kualitatif.
Rakhmat, J., & Surjaman, T. (1999). Psikologi komunikasi. Remaja Rosdakarya.
Ramaraja, S. (2012). Psychological perspectives on interpersonal communication. Journal of Arts, Science & Commerce, International Refereed Research Journal, 3(4), 68-73.
Shiva Nur’aina Hari. (2018). Komunikasi interpersonal dalam memotivasi belajar siswa di Madrasah Ibtida’iyah Masyariqul Anwar Tanjung Karang.
Siregar, A. K., Tobroni, & Faridi. (2023). Pembentukan manusia ihsan dan karakter rabbani dalam Al-Qur’an. Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 1219-1232.
Soetjipto, & Kosasi, R. (2011). Profesi keguruan. Rinekacipta.
Susanti, S., Sudaryanto, E., & Nasution, U. C. (2016). Komunikasi interpersonal antara guru dengan siswa kelas VIA dalam menangani kenakalan siswa (studi kasus SDN Keputih 245 Surabaya). Representamen, 2(2).
Suhanti, I. Y., Puspitasari, D. N., & Noorrizki, R. D. (2018). Keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa UM. In Prosiding Seminar Nasional Psikologi Klinis (Vol. 32).
Syafaruddin. (2019). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Perdana Publishing.
Sikumbang, T. A. (2014). Komunikasi bermedia. Iqra’, 1.
Wahyuni, S., & Rinawati, R. (2023). Pengaruh komunikasi interpersonal guru dengan orang tua terhadap pengetahuan perkembangan sosial emosional anak. Bandung Conference Series: Communication Management, 3.
Wijaya, I. S. (2013). Komunikasi interpersonal dan iklim komunikasi dalam organisasi. Jurnal Dakwah Tabligh, 14(1), 115-126.
Yin, R. K. (1994). Case study research. SAGE Publications.
Yin, R. K. (2014). Case study research design and methods (5th ed.). Sage.
Yudhistira, G. A., & Trihastuti, M. C. W. (2023). Hambatan komunikasi interpersonal selama proses pembelajaran jarak jauh. Psiko Edukasi, 21(1), 13-27.