Representasi Feminisme dalam Film Dear David

  • Dyanza Nurr Taqi Zakaria Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Askurifa'i Baksin Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Representasi, Feminisme, Semiotika

Abstract

Abstract,  This study examines how the film Dear David represents gender roles, particularly the role of women, and to what extent these representations reflect or challenge social norms of femininity. The research aims to analyze the meanings of denotation, connotation, and myth in feminist representation using Roland Barthes’ semiotic perspective. Applying a qualitative approach, data is collected through textual analysis and literature review. The denotative meaning of feminism in Dear David refers to its literal interpretation, divided into three components: the sign, the signifier, and the signified. The connotative meaning reflects an ideological perspective, where subjective interpretations shape the intended message and symbolism behind the film’s visual elements. The mythological meaning represents how language and communication construct social values, shaping dominant perceptions that are historically accepted as truth. The study concludes that Dear David portrays feminism as a reflection of real-life societal phenomena. Through its narrative and imagery, the film highlights issues related to gender roles and challenges or reinforces prevailing norms. By deconstructing these representations, the research provides insight into how cinema shapes and influences public perceptions of feminism in contemporary society.

Keyword: Representation, Feminism, Bullying, Semiotics, Film Dear David

 

Abstrak, Penelitian ini menyelidiki bagaimana film Dear David merepresentasikan peran gender, khususnya peran perempuan, dan sejauh mana representasi tersebut mencerminkan atau menantang norma-norma sosial yang terkait dengan femininitas. Tujuan penelitian mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari representasi feminisme pada film Dear David. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan perspektif semiotika Roland Barthes. Data yang di peroleh didapatkan melalui analisis tekstual, dan studi kepustakaan. Makna denotasi dari representasi feminisme dalam film Dear David yaitu makna sesungguhnya yang di dalamnya terbagi menjadi tiga bagian yaitu petanda, penanda, dan tanda. Makna konotasi dari representasi feminisme dalam film Dear David sebagai bentuk idiologi dari perspektif subjektif yang mempunyai maksud dan tujuan dari objek yang di sampaikan berupa konsep dan penandaan di balik potongan gambar video film yang berjudul Dear David. Makna mitos dari representasi feminisme dalam film Dear David yaitu sebuah pertandaan nilai Bahasa dari konteks komunikasi yang melahirkan sebuah pesan, sehingga mitos bias dikatakan sebagai produk social yang dengan sendirinya mendominasi segala sesuatu yang dianggap benar dari persepsi masyarakat secara historis. Seperti makna mitos pada penciptaan potongan video dengan judul Dear David dengan menggambarkan sebuah fenomena nyata yang sering terjadi di lingkungan masyarakat mengenai feminisme.

Kata Kunci:  Representasi, Feminisme, Bullying, Semiotika, Film Dear David

References

Ardianto, E. (2007). Komunikasi massa: Suatu pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Ardianto, E., & Erdinaya, L. K. (2005). Komunikasi massa: Suatu pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

CATAHU 2023: Catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan tahun 2022. (2023).

Danesi, M. (2010). Pengantar memahami semiotika media. Yogyakarta: Jalasutra.

Darajat, N. Z., & Yulianti, N. (2024). Pengelolaan Media Sosial Instagram dalam Gerakan Aksi Kemanusiaan dan Pendidikan. Jurnal Riset Public Relations, 4(1), 65–70. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i1.3898

Dzahabiyyah, T. P., Nur, T., & Noviar, A. (2024). Beauty Standard dalam Komunitas: Sudut Pandang Remaja Berniqab dalam Memandang Body Goals. Jurnal Riset Public Relations, 4(1), 23–30. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i1.3761

Effendy, O. U. (1981). Dimensi-dimensi komunikasi. Bandung: PT Rosdakarya.

Indriani Putri Amadea, & Hernawati, R. (2023). Hubungan Marketing Public Relations dengan Brand Awareness. Bandung Conference Series: Public Relations, 3(1), 69–76. https://doi.org/10.29313/bcspr.v3i1.5927

Krissandy. (2014). Unsur-unsur film. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Krisyanto, R. (2014). Teknik praktis riset komunikasi. Jakarta: Kencana.

Littlejohn, S. W. (2011). Teori komunikasi: Theories of human communication. Jakarta: Salemba Humanika.

Mulyana, D. (2007). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Rosda.

Pratista, H. (2008). Memahami film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.

Rahyanatuqolbi, A., Iskandar, D., & Ahmadi, D. (2024). Ekofeminisme dalam Film Dokumenter “Our Mother’s Land”. Jurnal Riset Public Relations, 39–48. https://doi.org/10.29313/jrpr.v4i1.3824

Sobur, A. (2004). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotika, dan analisis framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Published
2025-01-29