Studi Literatur Pewarna Alami Pada Berbagai Jenis Sediaan Kosmetik Bibir Oilbase

Authors

  • Nur'andhini Farmasi, MIPA, Universitas Islam Bandung
  • Mentari Luthfika Dewi Farmasi, MIPA, Universitas Islam Bandung
  • Livia Syafnir Farmasi, MIPA, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.9166

Keywords:

zat warna, pewarna alami, lipstick, lip cream, lip balm

Abstract

Kosmetik bibir merupakan salah satu jenis kosmetik yang paling populer dan banyak diminati masyarakat Indonesia. Penggunaannya mudah dan praktis dengan sedikit sentuhan dapat menimbulkan rasa percaya diri. Komponen utama kosmetik bibir merupakan pewarna, seiring berkembangnya kosmetik dan pada persaingan pasar memacu penyalahgunaan pewarna yang berbahaya pada kosmetik bibir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh zat atau metabolit sekunder pada tumbuhan yang dapat dijadikan pewarna alami dan mengetahui bagaimana karakteristik pewarna terutama untuk jenis sediaan kosmetik bibir oilbase. Metode penelitian ini berupa Systematic Literature Review (SLR) dari berbagai jurnal penelitian yang telah dipublikasikan baik nasional maupun internasional. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, tumbuhan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.), kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), kayu secang (Caesalpinia sappan L.), ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), dan kulit melinjo merah (Gnetum gnemon) dapat menjadi alternatif pewarna alami kosmetik bibir. Karakteristik pewarna yang polar perlu memperhatikan formula sediaan seperti penggunaan pelarut pigmen warna atau pengikat warna sehingga dapat bercampur dengan basis yang nonpolar. Karakteristik pewarna berdasarkan stabilitas dapat dipengaruhi oleh pH, temperatur, cahaya, dan oksigen.

Lip cosmetics are one of the most popular and in-demand types of cosmetics in Indonesia. Its use is easy and practical with a little touch can create a sense of confidence. The main component of lip cosmetics is coloring, as the development of cosmetics and market competition spurs the abuse of harmful dyes in lip cosmetics. The purpose of this research is to obtain substances or secondary metabolites in plants that can be used as natural dyes and find out how the characteristics of dyes, especially for the type of oilbase lip cosmetic preparations. This research method is a Systematic Literature Review (SLR) of various research journals that have been published both nationally and internationally. Based on the literature study, rosella flower (Hibiscus sabdariffa L.), red dragon fruit peel (Hylocereus polyrhizus), sappan wood (Caesalpinia sappan L.), purple sweet potato (Ipomoea batatas L.), and red melinjo peel (Gnetum gnemon) can be alternative natural lip cosmetic colorants. The characteristics of polar dyes need to pay attention to dosage formulas such as the use of color pigment solvents or color binders so that they can mix with nonpolar bases. Colorant characteristics based on stability can be influenced by pH, temperature, light, and oxygen.

References

[1] BPOM, “Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika,” Jakarta, 2015.
[2] D. P. Khasanah, “Penggunaan Kosmetik Terhadap Meningkatnya Kepercayaan Diri dan Konsep Diri Pada Mahasiswa,” Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika, Jombang, 2021.
[3] A. Annisa and Y. Y. Putra, “Perbedaan Kepuasan Konsumen Dalam Menggunakan Produk Kosmetik Pewarna Bibir Lokal Dengan Korea,” Jurnal Riset Psikologi, pp. 1–12, 2019.
[4] H. Afriyeni and N. W. Utari, “Identifikasi Zat Warna Rhodamin B Pada Lipstik Berwarna Merah Yang Beredar Di Pasar Raya Padang,” Jurnal Farmasi Higea, vol. 8, no. 1, 2016.
[5] T. Pujilestari, “Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam Untuk Keperluan Industri,” Dinamika Kerajinan dan Batik, vol. 32, no. 2, pp. 93–106, 2015.
[6] F. B. Karunia, “Kajian Penggunaan Zat Adiktif Makanan (Pemanis dan Pewarna) Pada Kudapan Bahan Pangan Lokal Di Pasar Kota Semarang,” Food Science and Culinary Education Journal, vol. 2, no. 2, pp. 72–78, 2013, [Online]. Available: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/fsce
[7] Depkes RI, “PerMenKes RI No.239/MenKes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu Yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya,” Jakarta, 1985.
[8] BPOM, “Kosmetika Mengandung Bahan Dilarang atau Bahan Berbahaya,” Jakarta, 2022.
[9] W. Rachmawati, S. Damayanti, and A. Mulyana, “Identifikasi Zat Warna Rhodamin B Pada Kosmetik Pemerah Pipi dan Eye Shadow Dengan Metode KLT dan KCKT,” Jurnal Farmasi Galenika, vol. 1, no. 2, pp. 71–77, 2014.
[10] S. W. Berlin, R. Linda, and Mukarlina, “Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pewarna Alami,” Jurnal Protobiont, vol. 6, no. 3, pp. 303–309, 2017.
[11] H. C. Ansel and L. V Allen, Ansel’s Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery System, 10th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, Wolters Kluwer, 2014.
[12] M. Djaeni, N. Ariani, R. Hidayat, and F. D. Utari, “Ekstraksi Antosianin Dari Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Berbantu Ultrasonik: Tinjauan Aktivitas Antioksidan,” Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, vol. 6, no. 3, pp. 148–151, 2017, doi: 10.17728/jatp.236.
[13] K. Yudiono, “Ekstraksi Antosianin Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki) Dengan Teknik Ekstraksi Subcritical Water,” Jurnal Teknologi Pangan, vol. 2, no. 1, pp. 1–30, 2011.
[14] E. N. Setyaningrum, “Efektivitas Penggunaan Jenis Asam Dalam Proses Ekstraksi Pigmen Antosianin Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Dengan Penambahan Aseton 60%,” Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2010.
[15] P. Febriyani, A. Gadri, and E. R. Sadiyah, “Formulasi Sediaan Lipstik dari Pigmen Alami Ekstrak Wortel (Daucus carota L.),” Prosiding Farmasi, vol. 3, no. 2, pp. 344–351, 2017.
[16] Yulyuswarni, “Formulasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Pewarna Alami Dalam Sediaan Lipstik,” Jurnal Analis Kesehatan, vol. 7, no. 1, pp. 673–679, 2018.
[17] Y.-W. Zhao, C.-K. Wang, and X.-Y. Huang, “Anthocyanin Stability and Degradation in Plants,” Plant Signal Behav, vol. 16, no. 2, 2021.
[18] I. A. Khoridah, “Uji Stabilitas Kopigmentasi Antosianin Tiga Hayati Lokal Dengan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Dan Aplikasi Pada Permen Jelly Sirsak,” Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, 2015.
[19] Y.-M. Wong and L.-F. Siow, “Effects of Heat, pH, Antioxidant, Agitation and Light on Betacyanin Stability Using Red-Fleshed Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Juice and Concentrate as Models,” J Food Sci Technol, vol. 52, no. 5, pp. 3086–3092, 2015.
[20] A. L. Focsan, N. E. Polyakov, and L. D. Kispert, “Supramolecular Carotenoid Complexes of Enhanced Solubility and Stability - The Way of Bioavailability Improvement,” Molecules, vol. 24, no. 21, 2019.

Downloads

Published

2024-01-21