UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB KARIES GIGI (Streptococcus mutans)
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.9139Keywords:
Antibakteri, Daun Beluntas, Karies gigi, Streptococcus mutansAbstract
Abstract. Dental caries is one of the disease that occur in the oral cavity and can lead to an excessive increase in bacteria within the untreated oral cavity. The main bacteria responsible for causing dental caries is Streptococcus mutans. This aims of this study is ti determine the antibacterial activity to ethanol extract from beluntas leaves against Streptococcus mutans bacteria. The antibacterial testing method employed was the agar diffusion method with various concentration variations. The results of the testing revealed that the test extract could inhibit Streptococcus mutans bacteria within the concentration range of 40-100 % (w/v), with the highest inhibitory effect observed at 100% concentration, yielding a diameter of 23,25 mm.
Abstrak. Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang terjadi di rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah bakteri yang berlebih di dalam rongga mulut yang tidak terawat. Bakteri yang berperan utama dalam menyebabkan karies gigi yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun beluntas terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode pengujian antibakteri yang dilakukan adalah menggunakan metode difusi agar sumuran dengan berbagai variasi konsentrasi. Hasil pengujian didapatkan pada ekstrak uji dapat menghambat bakteri Streptococcus mutans pada rentang konsentrasi 40-100% (b/v) dengan daya hambat paling besar didapatkan oleh konsentrasi 100% dengan diameter 23,25 mm.
References
[1] Sari, F.A. et al. (2021). Gambaran Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Sakit Gigi Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM), 3(2), pp. 5–10. Available at: https://doi.org/10.36086/jkgm.v3i2.834.
[2] Kementrian Kesehatan RI (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, p. 207
[3] Dinas Kesehatan Kota Bandung (2020). Profile Kesehatan Kota Bandung Tahun 2020. Profile Kesehatan Kota Bandung Tahun 2020, pp. 95–97.
[4] Kasuma, N. (2014). Plak Gigi, Antimicrobial agents and chemotherapy. Available at:http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25246403%0Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC4249520
[5] Noor, R.F. et al. (2015). Penyebab Tingginya Karies Gigi Pada Wanita Usia 15 – 44 Tahun Di Desa Gondosari Wilayah Kerja Puskesmas Gondosari Kabupaten Kudus. Jurnal Kesehatan Gigi, 2(1), pp. 38–46. Available at: https://doi.org/10.31983/jkg.v2i01.1146
[6] Yuliastri Wa ode, Ifaya Mus, P. mulyadi (2019). Formulasi Pasta Gigi Herbal Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 5(1), pp. 10–14.
[7] Assidiq. (2020). Uji Resistensi Bakteri Streptococcus Mutans Terhadap Antibiotik Amoksisilin Pada Karies Gigi Anak : Literature Review. Repository STIKES Karsa Husada Garut.
[8] Marwati dan Amidi. (2018). Pengaruh budaya, persepsi, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian obat herbal. Jurnal Ilmu Manajemen, 7(2), pp. 168–180.
[9] Riyani, N. et al. (2022). Kadar Flavonoid Dan Antioksidan Ekstrak Etanol Dan Fraksi Batang Beluntas ( Pluchea indica Less .). Jurnal Kesehatan Warta Bhakti Husada Mulia, 9(2), pp. 2239–2245.
[10] Nurrohman Endrik. (2021). Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica) sebagai Antibakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 Penyebab Karies Gigi. Jurnal Pendidikan Biologi, 12(3), pp. 146–157.
[11] Talia, S., Wijaya, S. and Setiawan, H.K. (2019). Standarisasi Simplisia Kering Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dari Tiga Daerah Berbeda. Jurnal Farmasi Sains dan Terapan, 4(2), pp. 64–70. Available at: http://jurnal.wima.ac.id/index.php/JFST/article/view/2181/0.
[12] Silalahi, M. (2019). Pemanfaatan Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) dan Bioaktivitasnya (Kajian Lanjutan Pemanfaatan Tumbuhan dari Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Sindang Jaya, Kabupaten Cianjur). VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 1(1), pp. 8–18. Available at: https://doi.org/10.35799/vivabio.1.1.2019.24744.
[13] Utami, N. (2022). Uji In Vivo Terhadap Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L/Biancaea Sappan) Sebagai Disclosing Agent. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), pp. 203–207.
[14] Kiswandono, A.A. (2017). Skrining Ssenyawa Kimia Dan Pengaruh Metode Maserasi Dan Refluks Pada Biji Kelor (Moringa oleifera, Lamk) Terhadap Rendemen Ekstrak Yang Dihasilkan. Jurnal Sains Natural, 1(2), p. 126. Available at: https://doi.org/10.31938/jsn.v1i2.21.
[15] Lay, B.W. (1994). Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.
[16] Leonarto. (2017). Pengaruh Berkumur CHlorhexidine Gluconate 0,2% Terhadap Jumlah Koloni Bakteri Penyebab Plak Pada Pengguna Ortodontik Cekat. Skripsi.
[17] Lolongan, R.A., Waworuntu, O. and Mintjelungan, C.N. (2016). Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. e-GIGI, 4(2). Available at: https://doi.org/10.35790/eg.4.2.2016.14161.
[18] Afni, N. et al. (2015) . Uji aktivitas antibakteri pasta gigi ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) terhadap Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Galenika Journal of Pharmacy Vol., 1(1), pp. 48–58.
[19] Yanti, F. and Rosmania (2020). Perhitungan jumlah bakteri di laboratorium mikrobiologi menggunakan pengembangan metode Spektrofotometri. Jurnal penelitian sains, 22(2), pp. 76–86. Available at: http://ejurnal.mipa.unsri.ac.id/index.php/jps/index.
[20] Enong Liha, A.N.S. dan N.M.K. (2023). Efektivitas Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Antibakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pharmacon-Program Studi Farmasi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi, 12(2), pp. 229–237.
[21] Handayani (2013). Identifikasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Teraktif Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis Linn.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherischia coli. 8(2), pp. 178–185.
[22] Rasyid, A.U.M. and Amody, Z. (2020). Pengujian Efektifitas Formula Gel Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) Dengan Variasi Konsentrasi Gelling Agent Sebagai Kandidat Sediaan Anti Jerawat. Jurnal Ilmiah Manuntung, 6(2), p. 312. Available at: https://doi.org/10.51352/jim.v6i2.393.
[23] Adrianto, K. (2012). Efek Antibakteri Polifenol Biji Kakao pada Streptococcus mutans. Universitas Jember, p. p.9-10.
[24] Faizah, R. (2015). Enzim Kitinase Hasil Produksi Bakteri Kitinolitik Indigenous Isolat 26 pada Tepung Cangkang Udang. Artikel imliah, pp. 1–4. Available at: https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/72727/Rion Faizah.pdf?sequence=1&isAllowed=y.
[25] Wijayati, N. et al. (2014). Transformasi α-Pinena dengan Bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 25923. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 6(1), pp. 24–28. Available at: https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v6i1.2931.
[26] Yanti, F. and Rosmania (2020). Perhitungan jumlah bakteri di laboratorium mikrobiologi menggunakan pengembangan metode Spektrofotometri. Jurnal penelitian sains, 22(2), pp. 76–86. Available at: http://ejurnal.mipa.unsri.ac.id/index.php/jps/index
[27] Ahmadi, H., Ebrahimi, A. and Ahmadi, F. (2021). Antibiotic Therapy in Dentistry. International Journal of Dentistry, 2021. Available at: https://doi.org/10.1155/2021/6667624.
[28] Erlyn, P. (2016). Efektivitas Antibakteri Fraksi Aktif Serai (Cymbopogon citratus) terhadap Bakteri Streptococcus mutans. Syifa’ MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 6(2), p. 111. Available at: https://doi.org/10.32502/sm.v6i2.1387.
[29] Ilyana, H. (2021). Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bunga dan Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) less.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Seminar Nasional Kesehatan, 1, pp. 547–553.
[30] Nurhayati, L.S., Yahdiyani, N. and Hidayatulloh, A. (2020). Perbandingan Pengujian Aktivitas Antibakteri Starter Yogurt dengan Metode Difusi Sumuran dan Metode Difusi Cakram. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 1(2), p. 41. Available at: https://doi.org/10.24198/jthp.v1i2.27537.
[31] Kolenbrander, P.E. (1982). Isolation and characterization of coaggregation-defective mutants of Actinomyces viscosus, Actinomyces naeslundii, and Streptococcus sanguis. Infection and Immunity, 37(3), pp. 1200–1208. Available at: https://doi.org/10.1128/iai.37.3.1200-1208.1982.
[32] Cahyani, N.I. (2019). Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less Dalam Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans. Repository Universitas Muhamadiyah Semarang.
[33] Dewangga, V.S. and Qurrohman, M.T. (2019). Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Meniran Hijau (Phyllanthus niruri Linn.) dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, pp. 144–150. Available at: https://doi.org/10.34035/jk.v10i2.390.