UJI AKTIVITAS DAN TOKSISITAS SENYAWA TURUNAN ANTRAKUINON DARI TANAMAN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS PENYEBAB KEPUTIHAN PADA WANITA

  • Sonia alivia putri Farmasi/MIPA
  • Taufik Muhammad Fakih Prodi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Farendina Suarantika Prodi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Keywords: Tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.), Antifungi, Keputihan, Senyawa turunan atrakuinon, In Silico

Abstract

Abstract. Leucorrhoea is a common disease condition in women, this disease often causes discomfort for women in carrying out their daily activities. The active compounds contained in noni are thought to inhibit lanosterol 14 alphademethylase receptors. This receptor is present in the cells of the fungus Candida albicans, which is the cause of vaginal candidiasis. This research was conducted through an in silico computational approach. The test compound was tethered to the lanosterol 14 alphademethylase receptor. The results in this study with the best binding were produced by the morindin compound with a bond free energy value of -12.58 Kcal/mol and an inhibition constant value of 0.0006 µM. The results of this study are expected to be a reference source for finding alternatives in vaginal discharge therapy.

Abstrak. Keputihan merupakan kondisi penyakit yang umum terjadi pada wanita, penyakit ini sering kali menimbulkan ketidaknyamanan pada wanita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan mengkudu diduga dapat menghambat reseptor lanosterol 14 alphademethylase. Reseptor ini terdapat dalam sel jamur Candida albicans, yang merupakan penyebab kandidiasis vaginal. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan komputasi secara In silico. Dilakukan penambatan senyawa uji terhadap reseptor lanosterol 14 alphademethylase. Hasil dalam penelitian ini dengan penambatan terbaik di hasilkan oleh senyawa morindin dengan nilai energi bebas ikatan sebesar -12,58 Kkal/mol dan nilai konstanta inhibisi sebesar 0,0006 µM. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi untuk menemukan alternatif dalam terapi keputihan.

 

Author Biographies

Taufik Muhammad Fakih, Prodi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

 

 

Farendina Suarantika, Prodi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

 

 

References

-
Published
2023-09-16