Karakterisasi dan Pengujian Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L)

Authors

  • Nazwa Latiefah Firdaus Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Vinda Maharani Patricia Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Esti Rachmawati Sadiyah Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.8997

Keywords:

Bunga Telang, Flavonoid Total, Karakterisasi

Abstract

Abstract. Telang Flower (Clitoria ternatea L) has several benefits, especially as a medicinal plant, containing secondary metabolite compounds that can potentially be antioxidant, antibacterial, antiparasitic and anticidal, antidiabetic, and anti-cancer. Eagles are known to contain compounds that act as natural antioxidants that contain phenolic and flavonoid group compounds. Therefore, this study aims to determine the characterization of simplisia and extract of telang flowers as well as total flavonoid levels in extracts  and kombucha of telang flowers using the AlCl3 method.Specific characterization carried out includes  organoleptic tests and determination of soluble water and ethanol levels, while non-specific characterization carried out includes determination of moisture content, filtration loss, determination of total ash content and acid insoluble ash content. Determination of total flavonoid levels was carried out by the AlCl3 method using a UV-Vis spectrophotometer and quercetin as a comparison. From the results of the study showed that the simplisia of telang flowers has the characteristics was blue color, fine powder shape, characteristic smell, and bitter taste. As for the results of greenish-brown telang flower extract, thick shape, characteristic smell, and bitter taste. In the water soluble-extract test, the results were 38.615%, ethanol soluble extract content was 31.80%, water content was 10%, drying loss was 18.580%, total ash content was 5.298%, and acid insoluble ash content was 0.588%. The total flavonoid content in the striped flower extract was 7.2188 mgQE/mg extract and in the telang flower kombucha amounted to 197 mgQE/mL Kombucha.

Keywords: Telang Flowers, Total Flavonoid, Characterization.

Abstrak. Bunga Telang (Clitoria ternatea L) memiliki beberapa manfaat terutama sebagai tanaman obat, mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat berpotensi sebagai antioksidan, antibakteri, antiparasit dan antisida, antidiabetes, dan anti-kanker. Bunga telang diketahui mengandung senyawa yang berperan sebagai antioksidan alami yang mengandung senyawa golongan fenolik dan flavonoid. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi dari simplisia dan ekstrak bunga telang serta kadar flavonoid total pada ekstrak dan kombucha bunga telang menggunakan metode AlCl3. Karakterisasi spesifik yang dilakukan meliputi uji organoleptik dan penetapan kadar sari larut dalam air dan etanol, sedangkan karakterisasi non-spesifik yang dilakukan meliputi penetapan kadar air, susut pengeeringan, penetapan kadar abu total dan kadar abu tak larut asam. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode AlCl3 menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan kuersetin sebagai pembanding. Dari hasil penelitian menunjukkan simplisia bunga telang memiliki karakteristik warna biru, bentuk serbuk halus, bau khas, dan berasa pahit. Adapun untuk hasil ekstrak bunga telang berwarna coklat kehijauan, bentuk kental, bau khas, dan rasa pahit. Pada uji kadar sari larut air didapatkan hasil sebesar 38,615%, kadar sari larut etanol sebesar 31,80%, kadar air sebesar 10%, susut pengeringan sebesar 18,580%, kadar abu total sebesar 5,298%, dan kadar abu tak larut asam sebesar 0,588%. Adapun kadar flavonoid total dalam ekstrak bunga telang adalah sebesar 7,2188 mgQE/mg Ekstrak dan pada kombucha bunga telang sebesar 197 mgQE/mL Kombucha.

Kata Kunci: Bunga Telang, Flavonoid Total, Karakterisasi.

References

[1] WHO. (2022). Non-communicable diseases Progress Monitor 2022. In World Health (Issue Oct). https://www.who.int/publications/i/item/9789240047761
[2] Riskesdas. (2018). Laporan Nasional RKD 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Lap oran_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf
[3] Kesuma, Y. (2015). Antioksidan Alami dan Sintetik.
[4] Murray R.K, Granner D.K., R. V. (2009). Biokimia Harper (27th ed.).
[5] Al-snafi, P. A. E., & Medicine, C. (2016). Pharmacological importance of Clitoria ternatea – A review. 6(3), 68–83.
[6] Marpaung, A. M. (2020). Tinjauan manfaat bunga telang (clitoria ternatea l.) bagi kesehatan manusia. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 1(2), 63 85. https://doi.org/10.33555/jffn.v1i2.30
[7] Banjarnahor, S. D. S., & Artanti, N. (2014). Antioxidant propertie of flavonoids. In Medical Journal of Indonesia (Vol. 23, Issue 4, pp. 239–244). Faculty of Medicine, Universitas Indonesia. https://doi.org/10.13181/mji.v23i4.1015
[8] Treml, J., & Šmejkal, K. (2016). Flavonoids as Potent Scavengers of Hydroxyl Radicals. In Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety (Vol. 15, Issue 4, pp. 720–738). Blackwell Publishing Inc. https://doi.org/10.1111/1541-4337.12204
[9] Suhardini, P. N., & Zubaidah, E. (2016). Study of Antioxidant Activity on Various Kombucha Leaves During Fermentation. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 4(1), 221–229.
[10] Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Cetakan Pertama, Dikjen POM, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional.
[11] Syamsul, E. S., Supomo, & Jubaidah, S. (2020). Karakterisasi Simplisia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L). Kovalen: Jurnal Riset Kimia, 6(3), 184–190. https://doi.org/10.22487/kovalen.2020.v6.i3.15319
[12] Rissa Laila Vifta, Nani Winarti, & Supiani Rahayu. (2020). Flavonoid Total Dan Potensi Antioksidan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Tanaman Fungsional Kabupaten Semarang. Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 3(1), 38–49. Https://Doi.Org/10.55606/Sinov.V3i1.72
[13] Borges, L., Alves, S., Sampaio, B., Conceicao, E., Bara, M., & Paula, J. (2013). Environmental factors affecting the concentration ofphenolic compounds in Myrcia tomentosaleaves. Brazilian Journal of Pharmacognosy, 23(2),230 238.doi:10.1590/S0102-695X2013005000019.
[14] Khoddami, A., Wilkes, M. A., & Roberts, T. H. (2013). Techniques for analysis of plant phenolic compounds. Molecules 18 (2), 2328-2375. doi:10.3390/molecules18022328.

Downloads

Published

2023-09-16