Potensi Ekstrak Daun Tin (Ficus carica L.) Sebagai Antibakteri

Authors

  • Syavina Nur Zahira Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Ratih Aryani
  • Budi Prabowo Soewondo

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.8932

Keywords:

Antibakteri, Daun Tin, E.coli, S.aureus

Abstract

Abstract:

The most common infection in humans is a bacterial infection that can potentially cause severe disease, septic shock, and multiorgan dysfunction. Disease-causing bacteria include Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Treatment of bacterial infections is done using antibiotics. However, the irrational use of antibiotics can lead to antibiotic resistance. Antibiotic resistance can lead to failure in treating various infectious diseases, so alternative treatments are needed from natural ingredients with antibacterial mechanisms. Fig leaf extract contains different secondary metabolites which can be used as antibacterials. This study aims to determine the antibacterial activity of fig leaf extract against E.coli and S.aureus bacteria and determine the compounds contained in fig leaf extract that have the potential as antibacterial agents. The method used in this study is the Systematic Literature Review (SLR) method from research journals that have been published. The results showed that fig leaf extract had better antibacterial activity in inhibiting gram-positive bacteria such as S.aureus. The best antibacterial activity of fig leaf extract was n-hexane extract because, at a concentration of 0.2%, it inhibited E.coli and S.aureus bacteria by 9 mm (medium) and 12 mm (strong), respectively. Fig leaf extract contains flavonoids, tannins, and terpenoids, which have an antibacterial mechanism.

Abstrak:

Infeksi yang paling umum terjadi pada manusia adalah infeksi bakteri yang berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi berat, syok septik, dan disfungsi multiorgan. Bakteri penyebab penyakit diantaranya adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi bakteri dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Namun, pengunaan antibiotik yang irasional dapat menimbulkan terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik dapat mengakibatkan kegagalan dalam pengobatan berbagai jenis penyakit infeksi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang bersumber dari bahan alam yang memiliki mekanisme sebagai antibakteri. Ekstrak daun tin memiliki berbagai kandungan metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun tin terhadap bakteri E.coli dan S.aureus, serta mengetahui senyawa yang terkandung dalam ekstrak daun tin yang berpotensi sebagai antibakteri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dari jurnal-jurnal penelitian yang telah dipublikasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tin memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dalam menghambat bakteri gram positif seperti S.aureus. Aktivitas antibakteri ekstrak daun tin terbaik adalah ekstrak n-heksan karena pada konsentrasi 0,2% dapat menghambat bakteri E.coli dan S.aureus berturut-turut sebesar 9 mm (sedang) dan 12 mm (kuat). Senyawa yang terkandung dalam ekstrak daun tin adalah flavonoid, tanin, dan terpenoid yang memiliki mekanisme sebagai antibakteri.

References

[1] Annisa, et al. “Uji Aktivitas Antimalaria Ekstrak Daun Tin (Ficus carica Linn.) Secara In Vitro”. Prosiding Farmasi, 3(2), 2017.
[2] Cahyani, R. P. (2019). “Pengaruh Rendaman Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli”. Universitas Muhammadiyah Surabaya.
[3] Davis, W. W., & Stout, T. R. “Disc Plate Method of Microbiological Antibiotic Assay. I. Factors Influencing Variability and Error”. Applied Microbiology, 22(4), 1971.
[4] Eolia, C. dan Syahputra, A. “Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Tin (Ficus carica Linn.) Terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis Secara In Vitro”. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 31(3), pp. 171-177, 2019.
[5] Farhan, M. I., Chusniasih, D., Marcellia, S., Studi, P., Institut, B., & Sumatra, T. “Uji Aktivitas Antibakteri Daun Tin (Ficus carica L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus,” PHARMACON, 11(1), 2022.
[6] Gunawan, S., Tjandra, O., dan Halim, S. “Edukasi Mengenai Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Di Lingkungan SMK Negeri 1 Tambelang Bekasi”. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 4(1), pp. 156-164.
[7] Henaulu A, dan Kaihena M. “Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus In Vitro”. Biofaal Journal, 1(1), pp 44-54, 2020.
[8] Holetz, F. B., Pessini, G. L., Sanches, N. R., Cortez, D. A. G., Nakamura, C. V., & Filho, B. P. D. “Screening of Some Plants Used in the Brazilian Folk Medicine for the Treatment of Infectious Diseases”. In Mem Inst Oswaldo Cruz, Rio de Janeiro, 97(7), 2002.
[9] Integrated Taxonomic Information System (ITIS). (2023). Integrated Taxonomic Information System. https://www.itis.gov/citation.html
[10] Joseph, B., & Raj, S. J. “Pharmacognostic and Phytochemical Properties of Ficus carica Linn -An Overview”. International Journal of PharmTech Research, 3(1), pp. 8–12, 2011
[11] Lestari, A. R. A., Syahfitri, S. A., Cahyo, S. T., Wardaniati, I., & Herli, M. A. “Aktivitas Antibakteri Seduhan Biji Pepaya (Carica papaya L) Terhadap Escherichia coli, Salmonella thypi dan Staphlycocus aureus”. Journal of Pharmacy and Science, 1(2), 39–45, 2018.
[12] Marjoni, R. (2016). “Dasar-Dasar Fitokimia untuk Diploma III Farmasi”. Trans Info Media.
[13] Nirwana, I., Rianti, D., Helal Soekartono, R., Listyorini, R. D., & Basuki, D. P. “Antibacterial Activity of Fig Leaf (Ficus carica Linn.) Extract Against Enterococcus faecalis and Its Cytotoxicity Effects on Fibroblast Cells”. Veterinary World, 11(3), pp. 342–347, 2018.
[14] Nugraha, W., dan Mulyani, T. “Review Artikel: Etnofarmakologi Tanaman Tin (Ficus carica L.) (Kajian tafsir Ilmi Tentang Buah Tin Dalam Al-Qur'an)”. Jurnal Farmagazine, 7(1), 2020.
[15] Putri, D., dan Lubis, S. “Skrining Fitokimia Ekstrak Etil Asetat Daun Kalayu (Erioglossum rubiginosum (Roxb.) Blum)”. AMINA, 2(3), 2020.
[16] Rianti, E., Tania, P,. dan Listyawati, A. “Kuat Medan Listrik AC Dalam Menghambat Pertumbuhan Koloni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli”. BIOMA: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(1), 79-88, 2022.
[17] Suryani, Y., Sophia L. W., Cahyanto, T., dan Kinasih, I. “Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Infusum Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Dengan Tambahan Kitosan Udang Pada Salmonella thypi”. 9(2), 2015.
[18] Thairu, Y., Usman, Y., & Nasir, I. “Laboratory Perspective of Gram Staining and Its Significance in Investigations of Infectious Diseases”. Sub-Saharan African Journal of Medicine, 1(4), pp. 168, 2014.
[19] Weli, A. M., Al-Blushi, A. A. M., & Hossain, M. A. “Evaluation of Antioxidant and Antimicrobial Potential of Different Leaves Crude Extracts of Omani Ficus carica Against Food Borne Pathogenic Bacteria”. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 5(1), 13–16, 2015.

Downloads

Published

2023-09-03