Perbandingan Efektivitas Antelmintik Antara Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia), Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) dan Kombinasinya Secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.8906Keywords:
Anthelminthic, Bitter Melon, Fragrant Pandan, Momordica charantia, Pandanus amaryllifoliusAbstract
Abstrak. Antelmintik merupakan suatu obat untuk membunuh serta mengeluarkan cacing dari tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antelmintik dari ekstrak etanol daun pare (Momordica charantia Linn.), daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dan kombinasi keduanya terhadap cacing gelang babi dewasa dan telur cacing (Ascaris suum). Kelompok uji penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun pare, ekstrak etanol daun pandan wangi dengan konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% serta kombinasi ekstrak etanol daun pare 25% dengan ekstrak etanol daun pandan wangi 25%. Kelompok kontrol yaitu larutan Hank Salin dan Hank Salin – CMC Na. Kelompok pembanding yaitu pirantel pamoat 0,2% dan piperazin sitrat 15% untuk uji aktivitas pada cacing gelang babi dan albendazol untuk uji aktivitas pada telur cacing. Parameter pengamatan uji aktivitas antelmintik pada cacing gelang babi dewasa yaitu paralisis dan kematian pada cacing, sedangkan parameter pengamatan uji aktivitas antelmintik pada telur cacing yaitu jumlah telur fertil dan persen inhibisi. Hasil pengujian pada cacing dewasa dan telur cacing menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun pare 25% dengan ekstrak etanol daun pandan wangi 25% memiliki aktivitas antelmintik paling kuat dengan tipe paralisis spastik pada cacing dewasa serta memiliki persen inhibisi 60% pada telur cacing.
Abstract. Anthelmintic is a drug to kill and remove worms from the body. This study aims to determine the anthelmintic activity of ethanol extract of bitter melon leaves (Momordica charantia Linn.), fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) and their combination against adult pig roundworms and worm eggs (Ascaris suum). The test group of this study was bitter melon leaf ethanol extract, fragrant pandan leaf ethanol extract with concentrations of 10%, 15%, 20% and 25% and a combination of 25% bitter melon leaf ethanol extract with 25% fragrant pandan leaf ethanol extract. The control group was Hank Salin and Hank Salin – CMC Na solutions. The comparison group was pirantel pamoat 0.2% and piperazine citrate 15% for activity test on pork roundworm and albendazol for activity test on worm eggs. The observation parameters of anthelmintic activity test in adult pig roundworms are paralysis and worms deaths, while the observation parameters of anthelmintic activity test in worm eggs are the number of fertile eggs and inhibition percentage. The test results on adult worms and worm eggs showed that the combination of 25% bitter melon leaf ethanol extract with 25% fragrant pandan leaf ethanol extract had the strongest anthelmintic activity with the type of spastic paralysis in adult worms and had 60% percent inhibition in worm eggs.
References
[2] T. Ni’mah and V. Mahdalena, “Kajian Pustaka: Potensi Ekstrak Tanaman Di Indonesia Sebagai Kandidat Antelmintik Terhadap Ascaris,” J. Farm. dan Kesehat., vol. 11, no. 1, pp. 78–92, 2022.
[3] C. V. Sibuea, “Penyuluhan Penyakit Kecacingan Ascariasis Kepada Masyarakat Desa Namorambe Kabupaten Deli Serdang,” J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 1, pp. 1–9, 2022, doi: 10.51622/pengabdian.v3i1.428.
[4] B. G. Katzung, Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: Buku Kedokteran EGC, 2004.
[5] R. Tjokropranoto, Rosnaeni, and M. Y. Nathania, “Anthelmintic Effect Of Ethanol Extract Of Pare Leaf (Momordica charantia L.) Against Female Ascaris suum Worm In Vitro,” J. Med. Planta, vol. 1, no. 4, pp. 33–39, 2011.
[6] P. Homamah, E. Setiyorini, and E. . Sari, Efektivitas Antihelmintik Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius, Roxb) Terhadap Waktu Kematian Ascaris suum, Goeze Secara In Vitro. Jombang: Stikes ICME, 2016. [Online]. Available: http://digilib.stikesicme-jbg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=4544
[7] Robiyanto, R. Kusuma, and E. K. Untari, “Potensi Antelmintik Ekstrak Etanol Daun Mangga Arumanis (Mangifera indica L.) pada Cacing Ascaridia galli dan Raillietina tetragona secara In Vitro,” Pharm. Sci. Res., vol. 5, no. 2, pp. 81–89, 2018, doi: 10.7454/psr.v5i2.4016.
[8] S. S. Riayaturrobby, “Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Biji Kabocha, Buah Kabocha, Dan Kombinasi Biji-Buah Kabocha (Cucurbita maxima Duchesne Ex Lamk) Pada Cacing Dewasa Dan Telur Cacing Ascaris suum Secara In Vitro,” Universitas Islam Bandung, 2014.
[9] E. V. Mutiara and A. Wildan, “Ekstraksi Flavonoid Dari Daun Pare (Momordica Charantia L.) Berbantu Gelombang Mikro Sebagai Penurun Kadar Glukosa Secara in Vitro,” Metana, vol. 10, no. 01, pp. 1–11, 2014, doi: 10.14710/metana.v10i01.9771.
[10] N. I. Dewanti and F. F. Sofian, “Aktivitas Farmakologi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.),” Farmaka, vol. 15, no. 2, pp. 186–194, 2017.
[11] R. A. Pratama, “Potensi Antihelmintik Mangga Arumanis (Mangifera indica L.),” J. Med. Hutama, vol. 02, no. 02, pp. 497–501, 2021.
[12] F. Alawiyah, M. I. Kahtan, and A. Widiyantoro, “Daya Antelmintik Ekstrak Metanol Daun Kesum (Polygonum minus) terhadap Ascaridia galli secara In Vitro,” J. Mhs. PSPD FK Univ. Tanjungpura, vol. 3, no. 3, pp. 842–851, 2017.