Uji Aktivitas Antioksidan Kopi Arabika (Coffea arabica) Papandayan dan Gunung Halu
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.8822Keywords:
Kopi arabika (Coffea arabica), skrining fitokimia, antioksidan, metode DPPH.Abstract
Kopi merupakan minuman yang populer di kalangan masyarakat Indonesia di seluruh dunia karena memiliki rasa dan cita rasa yang khas serta bermanfaat bagi kesehatan. Kopi mengandung antioksidan yang salah satunya berasal dari senyawa fenolik yang disebut asam klorogenat. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan menekan efek negatifnya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) pada panjang gelombang 517 nm. Nilai IC50 kopi Arabika Gunung Halu sebesar 56,3463 ppm, dan Kopi Arabika Papandayan sebesar 58,2608 ppm. Hasil uji aktivitas antioksidan yang diperoleh pada kedua jenis kopi arabika menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang kuat.
Kopi adalah minuman populer di kalangan orang Indonesia di seluruh dunia karena memiliki rasa dan rasa yang berbeda dan bermanfaat bagi kesehatan seseorang. kopi mengandung antioksidan, salah satunya berasal dari senyawa fenolik yang disebut asam klorogenik. Antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan menekan efek negatifnya. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH ( 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl ) pada panjang gelombang 517 nm. Nilai IC50 dari kopi Arabika Gunung Halu adalah 56,3463 ppm, dan yang dari Kopi Arabika Papandayan adalah 58,2608 ppm. Hasil tes aktivitas antioksidan yang diperoleh pada kedua jenis kopi Arabica menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang kuat.
References
[2] Dupas, C. J., Marsset-Baglieri, A. C., Ordonaud, C. S., Ducept, F. M. G., & Maillard, M. N. (2006). Coffee antioxidant properties: Effect of milk addition and processing conditions. Journal of Food Science, 71(3). https://doi.org/10.1111/j.1365-2621.2006.tb15650.x
[3] Rashidinejad, A., Tarhan, O., Rezaei, A., Capanoglu, E., Boostani, S., Khoshnoudi-Nia, S., Samborska, K., Garavand, F., Shaddel, R., Akbari-Alavijeh, S., & Jafari, S. M. (2022). Addition of milk to coffee beverages; the effect on functional, nutritional, and sensorial properties. In Critical Reviews in Food Science and Nutrition (Vol. 62, Issue 22). https://doi.org/10.1080/10408398.2021.1897516
[4] Quan, W., Qie, X., Chen, Y., Zeng, M., Qin, F., Chen, J., & He, Z. (2020). Effect of milk addition and processing on the antioxidant capacity and phenolic bioaccessibility of coffee by using an in vitro gastrointestinal digestion model. Food Chemistry, 308. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2019.125598
[5] Davis, A. P., Govaerts, R., Bridson, D. M., & Stoffelen, P. (2006). An annotated taxonomic conspectus of the genus Coffea (Rubiaceae). Botanical Journal of the Linnean Society, 152(4). https://doi.org/10.1111/j.1095-8339.2006.00584.x
[6] Rissa, L., Yustisia, D., (2018). Skrining Fitokimia, Karakterisasi dan Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Fraksi-Fraksi Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.). STIFAR. Universitas Ngudi Waluyo. Semarang. Prosiding Seminar Nasional Unimus. Vol (1).
[7] Sasmita, S. O., Purwanti, L., & Sadiyah, E. R. (2019). Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun, Kulit Buah dan Biji Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) dengan Metode Peredaman Radikal Bebas DPPH. Prosiding Farmasi, 5(2).
[8] Ajhar, N., Meilani, D. (2020). Skrinning Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Etanol Biji Kopi Arabika (Coffea arabica) yang Tumbuh Di Daerah Gayo dengan Metode DPPH. Pharma Xplore. Vol. 5 (1).