Kajian Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetes Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Salah Satu RSUD di Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v3i2.8250Keywords:
Diabetes Melitus Tipe II, Kepatuhan obat, Antidianbetes OralAbstract
Diabetes Mellitus Type II is a disease characterised by elevated blood sugar. The prevalence of type II diabetes mellitus in Indonesia is ranked 6th worldwide. Adherence to taking medication in type II Diabetes Mellitus patients in Indonesia is quite low based on several previous studies. This study aims to determine the description of compliance and characteristics consisting of age, gender, length of suffering, comorbidities, education, and oral antidiabetic therapy used in type II Diabetes Mellitus patients at one of the Bandung City Hospital. This study used observational research with retrospective descriptive analysis. The design used was a cross sectional design with a sampling technique using purposive sampling. The research instrument used the MMAS-8 questionnaire to 34 respondents. The results of this study found that patient compliance was still relatively low with low compliance 50%, moderate compliance 35% and high compliance 15%. Therefore, it can be concluded that the compliance of patients with type II diabetes mellitus in one of the Bandung City Hospital is still quite low. This indicates that there is still a lack of patient awareness in taking medication as recommended by the doctor
Penyakit Diabetes Melitus tipe II merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan naiknya gula darah. Prevalensi penyakit Diabetes Melitus tipe II di Indonesia sendiri memiliki peringkat ke-6 dari seluruh dunia. Kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Indonesia tergolong cukup rendah berdasarkan beberapa penelitian terdahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan dan karakteristik yang terdiri dari umur, jenis kelamin, lama menderita, penyakit penyerta, Pendidikan, dan terapi antidiabetik oral yang digunakan pada pasien Diabetes Melitus tipe II di salah satu RSUD Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan analisisis deskriptif secara retrospektif. Rancangan yang digunakan dengan rancangan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MMAS-8 terhadap 34 responden. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kepatuhan pasien masih tergolong rendah dengan kepatuhan rendah 50%, kepatuhan sedang 35% dan kepatuhan tinggi 15%. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan pasien penyakit Diabetes Melitus tipe II di salah satu RSUD Kota Bandung masih cukup rendah. Hal ini menandakan bahwa masih kurangnya kesadaran pasien dalam meminum obat sesuai anjuran dari dokter
References
[2] Anggraini, D. E., & Rahayu, S. R. (2017). Higeia Journal of Public Health. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(3), 84–94.
[3] Anri, A. (2022). Pengaruh Indeks Massa Tubuh, Pola Makan, Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 7–13.
[4] Bertalina, B., & Purnama, P. (2016). Hubungan Lama Sakit, Pengetahuan, Motivasi Pasien dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 7(2), 329.
[5] Cahyono, T. D., & Purwanti, O. S. (2019). Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Dengan Nilai Ankle Brachial Index. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 12(2), 65–71.
[6] Diantari, I. A. P. M., & Sutarga, I. M. (2019). Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan Ii Tahun 2019.Archive Of Community Health, 6(2) 40.
[7] Gunawan, S., & Rahmawati, R. (2021). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Tugu Kecamatan Cimanggis Kota Depok Tahun 2019. Arkesmas (Arsip Kesehatan Masyarakat), 6(1),15-22.
[8] Malfirana & Nurmainah. (2018). ANALISIS KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2.
[9] Nurafni, Febriana, D., & Hadi, N. (2021). Studi Kepustakaan kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus. V(2), 181–186.
[10] Ozougwu, J.C., Obimba, K.C., Belonwu, C.D., & Unakalamba, C.B. 2013. The pathogenesis and pathophysiology of type 1 and type 2 diabetes mellitus. Journal of Physiology and Pathophysiology. vol. 4(4): 6-14.
[11] Pahlawati, A., & Nugroho, P. S. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Usia dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda Tahun 2019. Borneo Student Research (BSR), 1(1), 1–5.
[12] Petersmann, A., Nauck, M., Müller-Wieland, D., Kerner, W., Müller, U. A., Landgraf, R., Freckmann, G., & Heinemann, L. (2018). Definition, classification and diagnostics of diabetes mellitus. Journal of Laboratory Medicine, 42(3), 73–79.
[13] Ridwan Sani. (2016). Penelitian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara.
[14] Utomo, M. R. S., Wungouw, H., & Marunduh, S. (2015). Kadar Hba1C Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal E-Biomedik, 3(1), 3–11.
[15] Wahyu Yusron, D. F. (2022). Hubungan kepatuhan minum obat antidiabetik terhadap terkontrolnya glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru tahun 2019. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 22(3), 98–105