Formulasi Krim Perona Pipi Buah Buni dengan Penambahan Ko-Pigmen Minyak Argan

Authors

  • Intan Permatasari Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Esti Rachmawati Sadiyah Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Hanifa Rahma Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v6i2.25966

Keywords:

Buah Buni, Krim perona pipi, Minyak Argan

Abstract

Abstract. The use of synthetic dyes in decorative cosmetics risks skin irritation, so safer natural colorants are needed. Buni fruit (Antidesma bunius (L.) Spreng) is rich in anthocyanin pigments that may act as a natural colorant and antioxidant, yet its colour stability remains a weakness. This study aimed to extract the pigment of ripe buni fruit and formulate it into a stable cream blush with argan oil (Argania spinosa L.) as a co-pigment. Ripe fruit (blackish purple) was macerated in 70% ethanol containing 10% citric acid, concentrated with a rotary evaporator, and freeze dried. Argan oil was identified through its specific gravity and refractive index. The extract was incorporated into an oil-in-water cream base at 1%, 3%, and 5%, then evaluated for organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, viscosity, smearability, and physical stability over 14 days. Maceration produced an extract yield of 41.50%. The argan oil met the quality criteria with a specific gravity of 0.914 g/mL and a refractive index of 1.466. All formulas were homogeneous and easily applied, with viscosity stable between 400 and 500 cPs. Formula 3 containing 5% extract was selected as the best formula.

Abstrak. Penggunaan pewarna sintetik pada kosmetik dekoratif berisiko memicu iritasi kulit sehingga diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih aman. Buah buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) kaya akan pigmen antosianin yang berpotensi sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan, namun memiliki kelemahan pada stabilitas warna. Penelitian ini bertujuan mengekstrak pigmen buah buni fase matang serta memformulasikannya ke dalam sediaan krim perona pipi yang stabil dengan penambahan minyak argan (Argania spinosa L.) sebagai ko-pigmen. Buah fase matang (ungu kehitaman) dimaserasi menggunakan etanol 70% yang mengandung asam sitrat 10%, dipekatkan dengan rotary evaporator, lalu dikeringkan dengan metode freeze drying. Minyak argan diidentifikasi melalui pengujian bobot jenis dan indeks bias. Ekstrak diformulasikan ke dalam basis krim tipe minyak dalam air pada konsentrasi 1%, 3%, dan 5%, kemudian dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, daya oles, dan stabilitas fisik selama 14 hari. Maserasi menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 41,50%. Minyak argan memenuhi kriteria mutu dengan bobot jenis 0,914 g/mL dan indeks bias 1,466. Seluruh formula bersifat homogen dan mudah dioleskan dengan viskositas stabil pada rentang 400–500 cPs. Formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 5% terpilih sebagai formula terbaik.

References

Alta, U., Pratiwi, G., & Arina, Y. (2021). Optimasi formula blush on cream menggunakan pewarna alami ekstrak wortel (Daucus carota L.) dengan metode factorial design. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 6(2), 26–36.
Aqsyal, M., & Mardiyanti, S. (2023). Formulasi dan evaluasi sediaan kosmetik (cream blush on) menggunakan zat warna alami ekstrak buah. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 4(1), 22–31.
Barel, A. O., Paye, M., & Maibach, H. I. (2014). Handbook of Cosmetic Science and Technology (4th ed.). CRC Press.
Charrouf, Z., & Guillaume, D. (2008). Argan oil: Occurrence, composition and impact on human health. European Journal of Lipid Science and Technology, 110(7), 632–636. https://doi.org/10.1002/ejlt.200700220
Chatham, L. A., Howard, J. E., & Juvik, J. A. (2020). A natural colorant system from corn: Flavone-anthocyanin copigmentation for altered hues and improved shelf life. Food Chemistry, 310, 125734. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2019.125734
Febrianto, A. (2022). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan kosmetik pewarna pipi (blush on). Jurnal Riset Farmasi, 2(1), 45–53.
Fitriana, R. (2023). Penetapan kadar antosianin dan formulasi sediaan blush on compact powder ekstrak beras merah (Oryza rufipogon Griff.). Jurnal Medika Nusantara, 1(4).
Fransiska, A., Yuwono, S. S., & Wijayanti, N. (2020). Karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak buah buni (Antidesma bunius L.). Jurnal Teknologi Pertanian, 21(2), 105–114.
Giusti, M. M., & Wrolstad, R. E. (2001). Characterization and measurement of anthocyanins by UV-visible spectroscopy. Current Protocols in Food Analytical Chemistry, F1.2.1-F1.2.13.
Guillaume, D., & Charrouf, Z. (2011). Argan oil and other argan products: Phytochemical materials and medicinal uses. Phytochemistry Reviews, 10(1), 1–14.
Hardinasinta, G., Mursalim, M., Muhidong, J., & Salengke, S. (2021). Determination of some chemical compounds of bignay (Antidesma bunius) fruit juice. Food Science and Technology (Brazil), 41(4), 974–979. https://doi.org/10.1590/fst.27720
Indonesia, K. K. R. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (II). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Iskandar, B., Karsono, K., & Silalahi, J. (2021). Formulasi blush on stick dengan zat pewarna alami ekstrak kering buah naga merah (Hylocereus polyrhizus L.). Cendekia Journal of Pharmacy, 5(1), 70–80.
Islam, S., Ahammed, S., Sukorno, F. I., Koly, S. F., Biswas, M., & Hossain, S. (2018). A review on phytochemical and pharmacological potentials of Antidesma bunius. Journal of Analytical & Pharmaceutical Research, 7(5), 602–604. https://doi.org/10.15406/japlr.2018.07.00289
Mahmuda, A. S., Nawangsari, D., & Febrina, D. (2023). Pemanfaatan ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai zat warna pada sediaan kosmetik blush on. Pharmacy Genius, 2(3), 219–224.
Moulana, R., Juanda, J., Rohaya, S., & Rosika, R. (2012). Efektivitas penggunaan jenis pelarut dan asam dalam proses ekstraksi pigmen antosianin kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 4(3).
Ningtias, A., & Rani, Z. (2023). Simplicia characteristics and phytochemical screening of buni fruit (Antidesma bunius L. Spreng). Indonesian Journal of Science and Pharmacy, 1(1), 1–7.
Nurtiana, W. (2019). Anthocyanin as natural colorant: A review. Food ScienTech Journal, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.33512/fsj.v1i1.6180
Patmawati, R., Sari, D. P., & Hakim, A. R. (2024). Biological benefits of anthocyanins for skin health. Dermatology Research and Practice, 2024, 1–12.
Puspitasari, A. D., & Lean, S. P. (2017). Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi terhadap kadar fenolik total ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura). Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, 1(1), 1–8.
Rowe, R. C., Sheskey, P. J., & Quinn, M. E. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients (6th ed.). Pharmaceutical Press.
Saifudin, A. (2011). Senyawa Alam Metabolit Sekunder: Teori, Konsep, dan Teknik Pemurnian. Deepublish.
Sinko, P. J. (2011). Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Sciences (6th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.
Sosa-Martínez, J. D., Balagurusamy, N., Montañez, J., Peralta, R. A., Moreira, R. F. P. M., Bracht, A., & Morales-Oyervides, L. (2020). Synthetic dyes biodegradation by fungal ligninolytic enzymes: Process optimization, metabolites evaluation and toxicity assessment. Journal of Hazardous Materials, 400, 123254. https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2020.123254
Supartiningsih, S. (2021). Karakterisasi fisikokimia ekstrak bahan alam untuk sediaan topikal. Jurnal Farmasi Medika, 8(2), 101–109.
Suryani, S., & Ramadani, M. F. (2023). Formulasi sediaan pewarna pipi (blush on) dalam bentuk krim menggunakan ekstrak zat warna alami berbasis emulgator kombinasi Span 80 dan Tween 80. Jurnal Sains Riset, 13(1), 84–91.
Tahir, M. (2016). Efektivitas metode ekstraksi maserasi terhadap rendemen ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lam.). Jurnal Kesehatan, 9(1), 54–61.
Tarigan, M. H. B., Asfianti, V., & Ginting, G. A. B. (2021). Formulasi dan evaluasi sediaan krim perona pipi (blush on) dari ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R. M. Sm.). Jurnal Biosains, 2(7), 103–115.
Tidar, B. A., Pramono, S., & Sugihartini, N. (2024). Optimasi formulasi krim sediaan pewarna pipi (cream blush on) dari ekstrak Antidesma bunius L. menggunakan variasi basis. Jurnal Farmasi Indonesia, 21(1), 78–87.
Tranggono, R. I., & Latifah, F. (2013). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. PT Gramedia Pustaka Utama.

Published

2026-08-03