Karakterisasi dan Skrining Fitokimia Simplisia dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera L.)

Authors

  • Khansha Putri Amaturrofy Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Taufik Muhammad Fakih Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Dadang Juanda Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v6i2.25947

Keywords:

Farmasi, Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia, Daun Kelor

Abstract

Abstract. Moringa leaves (Moringa oleifera L.) are a plant source rich in secondary metabolites. This study aimed to determine the quality of the crude drugs through characterization and to identify classes of secondary metabolites in both the crude drugs and the extract using phytochemical screening. Crude drugs characterization included total ash content, acid-insoluble ash content, water-soluble extractive content, ethanol-soluble extractive content, moisture content, and loss on drying. Phytochemical screening was performed on the crude drugs and extract to identify classes of compounds including alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, and saponins. The results indicated that all parameters met the quality standard requirements set by the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Phytochemical screening of the crude drugs revealed the presence of alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, and saponins, whereas alkaloids, flavonoids, phenols, and tannins were identified in the extract. These findings demonstrate that characterization and phytochemical screening provide valuable information regarding the quality and secondary metabolite profiles of Moringa leaf crude drugs and extracts, which can serve as a basis for the standardization of raw materials.

Abstrak. Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mutu simplisia dengan karakterisasi dan mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder pada simplisia dan ekstrak dengan skrining fitokimia. Karakterisasi simplisia meliputi kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar air, dan susut pengeringan. Skrining fitokimia dilakukan terhadap simplisia dan ekstrak untuk mengidentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter memenuhi persyaratan standar mutu yang mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia. Hasil skrining fitokimia pada simplisia menunjukkan adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan saponin, sedangkan pada ekstrak teridentifikasi golongan senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses karakterisasi dan skrining fitokimia mampu memberikan informasi mengenai mutu serta profil metabolit sekunder simplisia dan ekstrak daun kelor yang dapat digunakan sebagai dasar standardisasi bahan baku.

References

Budiman, A., Raharjo, S., & Utami, P. (2024). Standarisasi mutu ekstrak tumbuhan obat dan peranannya dalam pengembangan bahan baku farmasi. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmakologi, 12(1), 45-52.
Anas, Y., Imron, A., & Ningtyas, S. I. (2016). Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai peluruh kalsium batu ginjal secara in vitro. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 13(2), 7–15.
Divya, R., Kumar, A., & Singh, P. (2024). Recent advances in phytochemical composition and pharmacological activities of Moringa oleifera: A review. Heliyon.
Fachruddin, A., Nurjanah, E., & Putri, D. (2024). Standardisasi simplisia dan ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.). Jurnal Farmasi Indonesia.
Febrianti, D. R., Mahrita, Ariani, N., Putra, A. M. P., & Noorcahyati. (2019). Uji Kadar Sari Larut Air Dan Kadar Sari Larut Etanol Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K). Jurnal Pharmascience, 6, 19-24.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kulla, M., Ladeska, V., & Sutomo, R. (2024). Uji skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak tanaman herbal. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10(1), 112-120.
Mardiana Mardiana, R., Yuniati, & Dita, S. F. 2022. Pemanfaatan Limbah Organik Kulit Pisang Awak (Musa Balbisiana) Sebagai Bahan Sediaan Sabun Padat Untuk Menangkal Radikal Bebas. Lantanida Journal, Vol. 10, No. 1, 1-85.
Maslahah, N. (2024). Standar simplisia tanaman obat sebagai bahan sediaan herbal. 2(2), 1–4.
Nugraheni, S., Rahman, A., & Sari, N. (2024). Evaluasi parameter mutu simplisia tanaman obat. Jurnal Kefarmasian Indonesia.
Purwanti, R., & Kholifah, D. N. (2025). Karakteristik simplisia dan skrining fitokimia senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin ekstrak etanol daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lam) Pers.). Jurnal Permata Indonesia, 17(1), 1-8.
Putri, D. A., Widodo, H., & Nugroho, A. E. 2020. Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Menggunakan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS) pada Ekstrak Tanaman Obat. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 18(2), 115–123.
Raharjo, B., Tiranakwit, C., & Utami, W. (2023). Profil fitokimia dan potensi aktivitas antioksidan ekstrak etanol tumbuhan obat. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10(3), 201-209.
Widhowati, S., Faradila, N., & Rizal, M. (2022). Uji aktivitas antibakteri dan skrining fitokimia ekstrak daun tanaman obat lokal. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 9(2), 33-40.

Published

2026-08-03