Formulasi Face Mist Fraksi Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) dan Uji Antioksidan

Authors

  • Casilda Athaya Ruzaira Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Purwaeni Purwaeni Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Yani Lukmayani Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v6i2.25330

Keywords:

DPPH, Antioksidan, Face Mist

Abstract

Abstract. Moringa leaves (Moringa oleifera L.) contain bioactive compounds with potential as antioxidants, making them suitable for development into a face mist. This study aimed to formulate a face mist preparation from the ethyl acetate fraction of moringa leaves that meets quality evaluation requirements, as well as to determine its antioxidant activity using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. The research was conducted through the preparation of simplicia, standardization of simplicia, extraction using the maceration method with 96% ethanol, fractionation via liquid-liquid extraction, formulation of face mist with ethyl acetate fraction concentrations of 0,1%(F1), 0,5%(F2), 1%(F3), quality evaluation of the preparations including organoleptic testing. homogeneity, pH, spray spreadability, and specific gravity, as well as antioxidant testing using the DPPH method with vitamin C as a comparator. The results showed that all formulas met the quality requirements for the preparation. The IC50 value of vitamin C was 4.08 ppm, while F1, F2, and F3 had IC50 values of 92,146 ppm; 80,4515 ppm; and 66,4109 ppm, respectively. All three formulas exhibited strong antioxidant activity, with F3 showing the highest antioxidant activity due to its lowest IC50 value. Based on the results, it can be concluded that the face mist formulated from the ethyl acetate fraction of moringa leaves was successfully developed, met the quality requirements for the preparation, and possessed strong antioxidant activity.

Abstrak. Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan sehingga dapat dikembangkan menjadi face mist. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan face mist fraksi etil asetat daun kelor yang memenuhi persyaratan evaluasi mutu serta mengetahui aktivitas antioksidannya menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH).Penelitian dilakukan melalui pembuatan simplisia, standarisasi simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, fraksinasi secara ekstraksi cair-cair, formulasi face mist dengan konsentrasi fraksi etil asetat 0,1% (F1), 0,5% (F2), dan 1% (F3), evaluasi mutu sediaan yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar senprot, dan bobot jenis serta pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan vitamin C sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu sediaan. Nilai IC50 Vitamin C sebesar 4,08 ppm, sedangkan F1, F2 dan F3 berturut turut sebesar 92,146 ppm; 80,4515 ppm; dan 66,4109 ppm. Ketiga formula memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat, dengan F3 menunjukan aktivitas antioksidan paling tinggi karena memiliki nilai IC50 paling rendah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa face mist fraksi etil asetat daun kelor berhasil diformulasikan, memenuhi persyaratan mutu sediaan, dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

References

1. Tukiran, Miranti MG, Dianawati I, Sabila FI. Aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor dan buah bit sebagai bahan tambahan minuman suplemen. J Kim Ris. 2020;5(2):113–9.
2. Asisi N, Uliyah, Amaliyah NF, Hasrawati A. Aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan pengembangannya menjadi bentuk sediaan gel. As-Syifaa J Farm. 2021;13(1):1–6.
3. Asjur A V, Santi E, Musdar TA, Saputro S, Rahman RA. Formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan face mist ekstrak etanol kulit apel hijau (Pyrus malus L.) dengan metode DPPH. J Sains dan Kesehat. 2023;5(3):297–305.
4. Senja RY, Suharyani I, Zamzam MY, Rohadi D, Herliyan W. Formulasi dan uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol daun kelor (moringa oleifera lamk) dengan metode DPPH (2,2- Diphenyl-1-Picrylhydrazil). J Pharmacopolium. 2023;6(1):58–72.
5. Bhagawan WS, Atmaja R, Atiqah S. Optimization and quercetin release test of moringa leaf extract (Moringa oleifera) in gel microemulsion preparation. J Islam Pharm. 2017;2(1):34–42.
6. Jusnita N, Syurya W. Karakterisasi nanoemulsi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.). J Sains Farm dan Klin. 2019;6(1):16–24.
7. Widyasanti A. Survei awal peminatan masyarakat mengenai face mist alami berbahan bunga telang. J Kaji Budaya dan Hum. 2022;4(2):166–70.
8. Hariati H, Jangga J, Qalby MNA, Padjalangi AMY. Formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan face mist ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan metode DPPH. J Kesehat Tambusai. 2025;6(1):230–9.
9. Rachmawati SR, Suriawati J. Characterization of moringa (Moringa oleifera lam.) leaf water extracts by chemical and microbiology. Sanitas J Teknol dan Seni Kesehat. 2019;10(2):102–16.
10. Azizah A V, Mulyani S, Suhendra L. Mempelajari laju kerusakan krim kunyit-lidah buaya (Curcuma domestica Val.-Aloe vera) pada berbagai konsentrasi phenoxyethanol selama penyimpanan. J Rekayasa Dan Manaj Agroindustri. 2021;9(3):394–404.
11. Mentari IA, Wirnawati W, Putri MR. Karakterisasi simplisia dan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) sebagai kandidat obat karies gigi. JIIS (Jurnal Ilm Ibnu Sina) Ilmu Farm dan Kesehat. 2020;5(1):1–9.
12. Veninda HR, Belinda AM, Febriyanti RM. Simplicia characterization and phytochemical screening of secondary metabolite compounds of bebuas leaves (Premna serratifolia L.). Indones J Biol Pharm. 2023;3(2):63–73.
13. Dayanti E, Rachma FA, Saptawati T, Ovikariani O. Penetapan parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol biji buah trembesi (Samanea saman). Pharm Sci J. 2023;1(2):46–58.
14. Martiani I, Azzahra IF, Perdana F. Aktivitas antioksidan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan metanol daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). J Ilm Farm Bahari. 2017;8(2):31–9.
15. Wasonowati C, Sulistyaningsih E, Indradewa D. Analisis fitokimia ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk) di Madura. Semnasdal (Seminar Nas Sumber Daya Lokal. 2019;2(1):421–7.
16. Upa NFP, Kolobani MN, Wardani NPR, Kale MLFP, Tunggal D. Effect of oven drying temperature on the tanin content of bungur (Lagerstroemia speciosa Auct. non (L.) Pers) leaves. Golden Ratio Data Summ. 2024;4(1):144–52.
17. Uno WZ, Mustapa MA, Delipu I. Flavonoid content and antioxidant activity of moringa oleifera leaf extract by UV–Vis and TLC. J Syifa Sci Clin Res. 2026;8(1):79–88.
18. Fitriana WD, Fatmawati S, Ersam T. Uji aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan ABTS dari fraksi-fraksi daun kelor (Moringa oleifera). Pros Simp Nas Inov dan Pembelajaran Sains 2015 (SNIPS 2015). 2015;657–60.
19. Martiningsih NW, Santiasa. Uji aktivitas antioksidan ekstrak n-heksana dan etil asetat daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan metode peredaman radikal bebas DPPH. Pros Semin Nas Ris Inov III. 2015;398–402.
20. Pradipta SA, Ariani LW, Sari WK. Optimization of liquid paraffin as an emollient and propylene glycol as a humectant in the formulation of body lotion containing alpha-arbutin. J Food Pharm Sci. 2025;13(1):45–53.
21. Lisyanti F, Budi S, Zulfadhilah M. Formulation test of preparations face mist combination of pomegranate peel extract and mangosteen peel as an antioxidants. J Adv Med Pharm Sci. 2022;1(1):15–22.
22. Anindhita MA, Oktaviani N. Formulasi spray gel ekstrak daun pandan wangi sebagai antiseptik tangan. Ejournal Poltektegal. 2020;9(1):14–21.
23. Helmi F, Khaldun I. Karakteristik sediaan bubuk daun dan spray ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai pembersih wajah. J Ilm Mhs Pendidik Kim. 2018;3(2):80–4.
24. Nabila LI. Formulasi dan evaluasi fisikokimia sediaan face mist ekstrak kulit jeruk sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) sebagai antioksidan. MEDFARM J Farm dan Kesehat. 2024;13(1):129–45.
25. Sulistyani M, Mahatmanti FW, Huda N, Prasetyo R. Optimization of microplate type uv-vis spectrophotometer performance as an antioxidant. Indones J Chem Sci. 2024;13(1):93–102.
26. Fatmawati A, Fauzi R, Gunawan A, Kurniawati R, Sucianingsih D, Abrari S. Formulation, evaluation of physical properties and antioxidant activity of ethanol extract and ethyl acetate fraction gel of moringa oleifera leaves. Med Sains J Ilm Kefarmasian. 2022;7(4):873–80.
27. Azizah MN, Ningsih AW, Sinaga B. Standarisasi simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) dari desa luwung sidoarjo dengan menggunakan pengeringan food dehydrator. J Penelit Farm Herb. 2022;5(1):76–85.
28. Samodra G. Standardisasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol buah asam gelugur (Garcinia aatroviridis griff.). Viva Med J Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan. 2019;12(2):16–26.
29. Wahdaningsih S, Nugraha F, Kurniawan H, Marselia A, Sari DN. Identifikasi gugus fungsi fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan hylocereus polyrhizus (FAC Weber) britton & rose. J Pharmascience. 2022;9(1):113–23.
30. Wibowo FB, Tutik T, Amalia P. Standarisasi mutu simplisia kulit bawang merah (Allium cepa L.). J Anal Farm. 2024;9(2):163–72.

Published

2026-08-03