Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Kemangi dari Daerah Cihanjuang Kabupaten Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsp.v6i2.25180Keywords:
Ocimum basilicum L, Simplisia, Ekstrak, Karakterisasi, Parameter standarAbstract
Abstract. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that often causes skin wound complications with delayed healing due to hyperglycemia and chronic inflammation, necessitating standardized and accessible medicinal raw materials. Basil (Ocimum basilicum L.) is known to be rich in secondary metabolites with potential wound-healing properties. This study aimed to characterize the specific and non-specific parameters of basil leaf simplicia and ethanol extract from Cihanjuang, West Bandung Regency, as a candidate raw material for wound-healing preparations. The study was conducted experimentally in the laboratory using simplicia and extract obtained through maceration with 96% ethanol. Evaluations included specific parameters (organoleptic, water-soluble, and ethanol-soluble extract content) and non-specific parameters (water content, drying shrinkage, total ash, acid-insoluble ash, and specific gravity), along with phytochemical screening. The results showed that the simplicia and extract met most requirements of the Indonesian Herbal Pharmacopoeia, with water-soluble extract content of 18.67%, ethanol-soluble extract content of 9.96%, water content of 5.25%, drying shrinkage of 5.89%. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, terpenoids, as well as monoterpenes and sesquiterpenes. However, total ash and acid-insoluble ash content exceeded the limits, presumably due to soil and dust contamination. Thus, basil from Cihanjuang shows potential as a standardized raw material, although improvements in the washing process and further in vivo activity tests are recommended.
Abstrak. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering menyebabkan komplikasi luka kulit dengan proses penyembuhan tertunda akibat hiperglikemia dan inflamasi kronis, sehingga diperlukan bahan baku obat yang terstandar dan mudah diakses. Tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) dikenal kaya akan metabolit sekunder yang berpotensi mendukung penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi parameter spesifik dan non spesifik simplisia serta ekstrak etanol daun kemangi asal Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, sebagai kandidat bahan baku sediaan penyembuh luka. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium, dengan objek berupa simplisia dan ekstrak yang diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian meliputi parameter spesifik (organoleptik, kadar sari larut air dan etanol) dan non spesifik (kadar air, susut pengeringan, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam), serta skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak memenuhi sebagian besar persyaratan Farmakope Herbal Indonesia, dengan kadar sari larut air 18,67%, kadar sari larut etanol 9,96%, kadar air 5,25%, susut pengeringan 5,89%. Skrining fitokimia mengonfirmasi keberadaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, serta monoterpen dan seskuiterpen. Namun, kadar abu total dan abu tidak larut asam masih melebihi batas, yang diduga berasal dari kontaminasi tanah dan debu. Dengan demikian, daun kemangi asal Cihanjuang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku terstandar dan uji aktivitas lanjutan secara in vivo.
References
Al Abbasy, D. W., Pathare, N., Al-Sabahi, J. N., & Khan, S. A. (2015). Chemical composition and antibacterial activity of essential oil isolated from Omani basil (Ocimum basilicum Linn.). Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 5(8), 645–649. https://doi.org/10.1016/S2222-1808(15)60905-7
Amir, N., Ananda, D., & Elvianti, N. (2019). Potensi cangkang sotong (Sepia sp.) sebagai antiinflamasi pada penderita penyakit asma. Jurnal IPTEKS PSP, 6(12), 207–213.
Arroyave, F., Montaño, D., & Lizcano, F. (2020). Diabetes mellitus is a chronic disease that can benefit from therapy with induced pluripotent stem cells. International Journal of Molecular Sciences, 21(22), 1–28. https://doi.org/10.3390/ijms21228685
Azizah, N. S., Irawan, B., Kusmoro, J., Safriansyah, W., Farabi, K., Oktavia, D., Doni, F., & Miranti, M. (2023). Sweet basil (Ocimum basilicum L.)—A review of its botany, phytochemistry, pharmacological activities, and biotechnological development. Plants, 12(24). https://doi.org/10.3390/plants12244148
Fang, L., Wu, H., Li, X., Fang, J., & Zhu, Y. (2022). Improvement of skin wound healing for diabetic mice with thermosensitive hydrogel combined with insulin injection. International Journal of Endocrinology, 2022. https://doi.org/10.1155/2022/7847011
Febrianti, R. D., Mahrita, & Ariani, N. (2019). Uji kadar sari larut air dan kadar sari larut etanol daun kumpai mahung (Eupathorium inulifolium H.B.&K). Jurnal Pharmascience, 6(2).
Guntur, A., Selena, M., Bella, A., Leonarda, G., Leda, A., Setyaningsih, D., Dika, F., & Riswanto, O. (2021). Kemangi (Ocimum basilicum L.): Kandungan kimia, teknik ekstraksi, dan uji aktivitas antibakteri. Journal of Food and Pharmaceutical Sciences, (3), 513–528.
Handayani, F., Apriliana, A., & Akademi, H. N. (2019). Karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia daun selutui puka (Tabernaemontana macracarpa Jack). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4(1), 49–58.
Hikmawanti, E. P. N., Hariyanti, Nurkamalia, & Nurhidayah, S. (2019). Chemical components of Ocimum basilicum L. and Ocimum tenuiflorum L. stem essential oils and evaluation of their antioxidant activities using DPPH method. Pharmaceutical Sciences and Research, 6(3), 149–154.
Juliarti, A., Wijayanto, N., & Mansur, I. (2020). Analisis rendemen minyak serehwangi (Cymbopogon nardus L.) yang ditanam dengan pola agroforestri dan monokultur pada lahan revegetasi pasca tambang batubara. Jurnal Sylva Lestari, 8(2), 181–188.
Khan, I., Ahmad, K., Talha Khalil, A., Khan, J., Ali Khan, Y., Shahab Saqib, M., Naveed Umar, M., Ahmad, H., & Naveed Umar, M. (2015). Evaluation of antileishmanial, antibacterial and brine shrimp cyto-toxic potential of crude methanolic extract of Herb Ocimum basilicum (Lamiacea). Journal of Traditional Chinese Medicine, 35(3), 316–322.
Kusuma, M. H. P., Rakhmatullah, A. N., & Yunarti, A. (2023). Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menggunakan metode DPPH. Jurnal Surya Medika, 9(1), 27–33. https://doi.org/10.33084/jsm.v9i1.5130
Mahdani, F. Y., Wati, S. M., Kurniawan, A., Ayuningtyas, N. F., Darojah, Z., & Hussaini, H. M. (2026). Mucoadhesive, anti-inflammatory, and antimicrobial potential of basil seeds (Ocimum basilicum L.) as an innovation for effective xerostomia therapy: An in silico study. Journal of Pharmacy and Pharmacognosy Research, 14(2). https://doi.org/10.56499/jppres_14.2.2520
Marsila, R., Febrianti, A., Vusvita Sari, A., Nur Afifah, S., Tri Naurah, N., & Wahab, S. (2025). Ekstraksi dan identifikasi senyawa bioaktif ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.). Jurnal Lantera Ilmiah Kesehatan, 3.
Naipospos, M. (2022). Penapisan fitokimia dan penentuan kadar flavonoid ekstrak daun sembung [Blumea balsamifera (L.) DC] Desa Hasang dan Desa Simangalam. 6(2), 54–62
Novia Vinnata, N., Nita, S., & Ilmu Kesehatan, F. (2018). Pemberian fraksi daun kemangi (Ocimum americanum L.) terhadap spermatozoa tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Jurnal Kesehatan, 9(3).
Novitasari, H., Nashihah, S., & Zamzani, I. (2021). Identifikasi daun sangkareho (Callicarpa longifolia Lam) secara makroskopis dan mikroskopis. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3(5), 667–672. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i5.570
Oktavia, F. D. (2021). Skrining fitokimia, kandungan flavonoid total, dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol tumbuhan Selaginella doederleinii. Jurnal Kimia Riset, 6(2).
Padamani, E., Ngginak, J., & Lema, A. T. (2020). Analisis kandungan polifenol pada ekstrak tunas bambu betung (Dendrocalamus asper). Bioma: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 5(1), 52–65. https://doi.org/10.32528/bioma.v5i1.3688
Sambuaga, M. E., Longdong, S. N. J., & Manoppo, H. (2018). Sensitivitas ekstrak tanaman kemangi (Ocimum sactum) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila. Budidaya Perairan, 6(1).
Saputri, C. F., & Zahara, R. (2016). Uji aktivitas anti-inflamasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum americanum L.) pada tikus putih jantan yang diinduksi karagenan. 3(3).
Simamora, S. (2020). Upaya pengendalian resistensi antibiotik melalui penyerahan antibiotik secara tepat di apotek wilayah Seberang Ulu Palembang. 2.
Su, X., Liu, X., Wang, S., Li, B., Pan, T., Liu, D., Wang, F., Diao, Y., & Li, K. (2017). Wound-healing promoting effect of total tannins from Entada phaseoloides (L.) Merr. in rats. Burns, 43(4), 830–838. https://doi.org/10.1016/j.burns.2016.10.010
Sukartini, T., Theresia Dee, T. M., Probowati, R., & Arifin, H. (2020). Behaviour model for diabetic ulcer prevention. Journal of Diabetes and Metabolic Disorders, 19(1), 135–143. https://doi.org/10.1007/s40200-019-00484-1
Supriningrum, R., Ansyori, A. K., Rahmasuari, D. D., Tinggi, S., & Samarinda, I. K. (2020). Karakterisasi spesifik dan non spesifik simplisia daun kawau (Millettia sericea). Al Ulum Sains dan Teknologi, 6(1).
Surahmaida, & Umarudin. (2019). Studi fitokimia ekstrak daun kemangi dan daun kumis kucing menggunakan pelarut metanol. Indonesian Chemistry and Application Journal, 1(3).
Threenesia, A., & Ramadhian, M. R. (2019). Perbandingan efek pemberian ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap daya hambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi secara in vitro. J Agromedicine, 6(1).
Triwahyuono, A. D., & Hidajati, N. (2020). Uji fitokimia ekstrak etanol kulit batang mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.). UNESA Journal of Chemistry, 9(1).
Utami, N., Nita Damayanti, P., & Karunia Kristy, T. (2024). Standardisasi dan pemisahan pigmen ekstrak etanol daun selada merah (Lactuca sativa var crispa L.). Jurnal Farmasetis, 13(2).
Walukow, A., Pareta, D. N., Tumbel, S. L., Tombuku, J. L., & Sambou, C. N. (2023). Uji efektitivitas sediaan gel ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap penyembuhan luka sayatan tikus putih (Rattus nornvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6.