Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pneumonia Pediatri di RSUD Bandung Kiwari Metode Gyssens

Authors

  • Anggietha Zahra Khairunnisa Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Fetri Lestari Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Umi Yuniarni Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v6i2.24742

Keywords:

Pneumonia komunitas, Pediatri, Metode gyssens

Abstract

Abstract. Community-Acquired Pneumonia (CAP) is one of the main causes of hospitalization in pediatric patients. Inappropriate use of antibiotics can reduce the effectiveness of treatment, prolong hospitalization, increase health care costs, and potentially lead to antibiotic resistance. The purpose of this study was to determine antibiotic use and determine the percentage of rational and irrational antibiotic use using the Gyssens method in hospitalized pediatric patients with community acquired pneumonia at Bandung Kiwari Regional Hospital. This study was conducted as a retrospective analytical observational study using total sampling based on medical record data. Based on the research conducted, in hospitalized pediatric patients with community-acquired pneumonia at Bandung Kiwari Regional Hospital in the period 2023-2025, it showed that antibiotic use included; Cefotaxime (18,92%), ceftriaxone (18,92%), ceftriaxone + azithromycin (21,62%), cefotaxime + cloxacillin (5.41%), ampicillin (5.41%), ceftriaxone + cloxacillin (10,81%), azithromycin (2,70%), levofloxacin (2,70%), where according to the evaluation results of antibiotic use as empirical therapy according to the Gyssens method, the rational use of antibiotics (category 0) was 80.65% and the irrational use of antibiotics included in category IV C (there are cheaper antibiotic alternatives) was 19.35%. Meanwhile, the evaluation results of antibiotics as definitive therapy according to the Gyssens method obtained rational antibiotics (category 0) as much as 66.67% and irrational antibiotics included in category IV C (there are cheaper antibiotic alternatives) as much as 33.33%.

Abstrak. Pneumonia komunitas (Community Acquired Pneumonia/CAP) adalah salah satu penyebab utama pasien pediatri dirawat di rumah sakit. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengurangi efektivitas pengobatan, memperpanjang masa rawat inap, meningkatkan biaya perawatan kesehatan, dan berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penggunaan antibiotik serta menentukan persentase penggunaan antibiotik rasional dan tidak rasional menggunakan metode Gyssens pada pasien pediatri rawat inap dengan pneumonia komunitas di RSUD Bandung Kiwari. Penelitian ini dilakukan sebagai studi observasional analitik retrospektif menggunakan total sampling berdasarkan data rekam medis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, pada pasien rawat inap anak dengan pneumonia komunitas di RSUD Bandung Kiwari pada periode 2023-2025, menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik meliputi; sefotaksim (32,43%), seftriakson (18,92%), seftriakson + azitromisin (21,62%), sefotaksim + kloksasilin (10,81%), ampisilin (5,41%), seftriakson + kloksasilin (5,41%), azitromisin (2,70%), levofloksasin (2,70%), di mana menurut hasil evaluasi penggunaaan antibiotik sebagai terapi empiris menurut metode Gyssens diperoleh penggunaan antibiotik rasional (kategori 0) sebanyak 80,65% dan penggunaan antibiotik tidak rasional termasuk dalam kategori IV C (ada alternatif antibiotik yang lebih murah) sebanyak 19,35%. Sedangkan, hasil evaluasi antibiotik sebagai terapi definitif menurut metode Gyssens diperoleh antibiotik rasional (kategori 0) sebanyak 66,67% dan tidak rasional termasuk dalam kategori IV C (ada alternatif antibiotik yang lebih murah) sebanyak 33,33%

References

ASHP. (2020). AHFS drug information 2020. In Am J Health-Syst Pharm 77(23).
Chamekh, M., Deny, M., Romano, M., Lefèvre, N., Corazza, F., Duchateau, J., & Casimir, G. (2017). Differential susceptibility to infectious respiratory diseases between males and females linked to sex-specific innate immune inflammatory response. In Frontiers in Immunology (Vol. 8, Number DEC). Frontiers Media S.A.
Fadrian. (2023). Antibiotik, Infeksi, dan Resistensi (1st ed.). Andalas University Press.
Gerber, J. S., Jackson, M. A., Tamma, P. D., & Zaoutis, T. E. (2021). Antibiotic Stewardship in Pediatrics. American Academy of Pediatrics, 147(1).
Gyssens, I. C. (2005). Audits for monitoring the quality of antimicrobial prescriptions. Springer.
Hidayati, T., Ulum Mahfud, M., & Karina Permatasari, I. (2020). The rationality of the use of antibiotics towards the mortality and hospitalization period of pediatric patients with pneumonia. Journal of Critical Reviews, 7(15).
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2025). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK): Pneumonia pada Anak. Pengurus Pusat IDAI.
Kementrian Kesehatan. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2015 tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementrian Kesehatan. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementrian Kesehatan. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementrian Kesehatan. (2025). Profil Kesehatan Indonesia 2024. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Lomauro, A., & Aliverti, A. (2018). Sex differences in respiratory function. Breathe, 14(2), 131–140.
Megawati, S., Nuraini, N., & Carolina, F. (2024). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode Gyssens Pada Pasien Demam Tifoid Anak Di Instalasi Rawat Inap Rsup Dr. Sitanala Tahun 2019-2021. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 6, 127–138.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2022). Pneumonia Komunitas: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (19th ed.). Alfabeta CV

Published

2026-08-01