Uji Cemaran Mikroba pada Sediaan Toner Tanpa Izin Edar BPOM

Authors

  • Fatimah Ghaida Muthmainnah Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Farendina Suarantika Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Bertha Rusdi Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsp.v6i2.24609

Keywords:

Cemaran mikroba, Kosmetik, Toner

Abstract

Abstract. Toners are water-based cosmetic products that are highly susceptible to microbial contamination if manufacturing, storage, and distribution processes are not adequately controlled. This study aimed to analyze microbial contamination in facial toners without BPOM marketing authorization based on Total Plate Count (TPC) and Yeast and Mold Count (YMC). A descriptive experimental study was conducted using six samples consisting of five non-BPOM-registered toners and one BPOM-authorized toner as a comparator. Samples were selected purposively according to BPOM registration status, price, customer rating, packaging condition, and online marketplace availability. TPC was determined using Tryptic Soy Agar (TSA), whereas YMC was evaluated using Sabouraud Dextrose Agar (SDA) by the pour plate method. The results showed that all samples had TPC and YMC values below the BPOM maximum microbial contamination limit of <10³ CFU/mL. Therefore, all toner samples complied with the microbiological quality requirements for cosmetic products based on TPC and YMC parameters. Further studies are recommended to identify preservative or solvent components that may influence the microbial contamination test results.

Abstrak. Toner merupakan kosmetik berbasis air yang memiliki risiko tinggi mengalami cemaran mikroba apabila proses produksi, penyimpanan, dan distribusinya tidak memenuhi persyaratan. Penelitian ini bertujuan menganalisis cemaran mikroba pada sediaan toner tanpa izin edar BPOM berdasarkan parameter Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK). Penelitian menggunakan metode deskriptif eksperimental terhadap enam sampel yang terdiri atas lima toner tanpa izin edar BPOM dan satu toner berizin edar BPOM sebagai pembanding. Sampel dipilih secara purposive berdasarkan status registrasi BPOM, harga, rating pembelian, kondisi kemasan, dan sumber pembelian melalui toko daring. Pengujian ALT dilakukan menggunakan media Tryptic Soy Agar (TSA), sedangkan AKK menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dengan metode pour plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki nilai ALT dan AKK di bawah batas maksimum cemaran mikroba yang ditetapkan BPOM, yaitu <10³ CFU/mL. Dengan demikian, seluruh sampel memenuhi persyaratan mutu mikrobiologi kosmetik berdasarkan parameter ALT dan AKK. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi komponen pengawet atau pelarut yang berpotensi memengaruhi hasil pengujian cemaran mikroba.

References

Aspadiah, V., Sitti Zubaydah, W. O., Muliadi, R., Anwar, I., & Jumilta. (2024). Formulasi, Evaluasi dan Uji Iritasi Sediaan Toner Niacinamide. Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.33772/lansau.v2i1.20
BPOM. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07331 Tahun 2011 Tentang Metode Analisis Kosmetika.
BPOM. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 16 Tahun 2024 Tentang Batas Cemaran dalam Kosmetika. BPOM, 1–23.
Cahyani, E. D., & Purwanto, A. (2020). Edukasi Cemaran Mikroba Kosmetik Kelompok PKK RW 09 Kelurahan Klegen Kecamatan Kartoharjo Perumahan Bumi Antariksa Madiun. Jurnal Daya-Mas, 5(1), 7–11. https://doi.org/10.33319/dymas.v5i1.33
Cengiz, G., & Yapar, E. A. (2018). Neutalizants for Antimicrobial Effective Preservatives in Microbiological Analysis in Cosmetic Products. Current Perspectives on Medicinal and Aromatic Plants, 2, 117–119.
Damayanti, N. W. E., Abadi, M. F., & Bintara, N. W. D. (2020). Perbedaan Jumlah Bakteriuri pada Wanita Lanjut Usia Berdasarkan Kultur Mikrobiologi Menggunakan Teknik Cawan Tuang dan Cawan Sebar. Meditory, 8(1), 1–4.
Efrianti, D., & Mulyaningsih, S. (2025). Uji Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Streptococcus pyogenes. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 16(4), 33–37.
Halla, N., Fernandes, I. P., Heleno, S. A., Costa, P., Boucherit-Otmani, Z., Boucherit, K., Rodrigues, A. E., Ferreira, I. C. F. R., & Barreiro, M. F. (2020). Cosmetics Preservation : A Review on Present Strategies. Molecules, 23(1571), 1–41. https://doi.org/10.3390/molecules23071571
Harlita, T. D., Aina, G. Q., & Azahra, S. (2023). Deteksi Cemaran Jamur Pada Liquid Foundation. Sains Medisina, 2(1), 13–18.
Nabilla, A., & Advinda, L. (2022). Antimicrobic Activities Of Solid Soap Against Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Human Pathogen Bacteria Aktivitas Antimikroba Sabun Mandi Padat Terhadap Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Bakteri Patogen Manusia. Serambi Biologi, 7(4), 306–310.
Noor, M., Malahayati, S., & Nastiti, K. (2023). FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN TONER WAJAH EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L) SEBAGAI ANTI JERAWAT DENGAN VARIASI SURFAKTAN. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 5(1), 133–145. https://doi.org/10.33759/jrki.v5i1.330
Rahmah, C. J., Pujiyanto, S., & Rukmi, I. (2021). Analisis Mikrobiologis Produk Lipstik Cair yang Digunakan oleh Penata Rias. Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, 4(2), 105–114.
Sari, D. Y., Ariansyah, S., Shinta, S., & Beniardi, W. (2021). Face Tonic Formulation From Ethanol Extract of Maranta arundinacea L. With Variety of Cosolvent and Surfactant: Propylene Glycol and Polysorbate 80. Proceeding of 27th International Conference ADRI, Vol. 4, 34–39. https://doi.org/10.26737/adri27
Septiani, Dewi, E. N., & Wijayanti, I. (2017). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lamun (Cymodocea rotundata) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 13(1), 1–6.
Suseno, H. P. (2019). Pemanfaatan Bonggol Jagung Sebagai Bioetaol. Jurnal Teknologi Technoscientia, 12(1), 85–92.

Published

2026-07-31