Pengujian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Maserasi Bertingkat Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Metode DPPH
Abstract
Abstract. Oxidative stress is a state of imbalance between the production of reactive oxygen species (ROS) and antioxidant defense mechanisms. ROS can cause oxidative damage to cellular biomolecules including DNA, proteins, nucleic acids, and membrane lipids. Increased oxidative stress plays a major role in the occurrence of various degenerative diseases. Avocado seeds are known to contain compounds that act as antioxidants. This study aims to determine the antioxidant activity of avocado seed extract using the DPPH method. Extraction was carried out using multistage maceration using n-hexane, ethyl acetate and methanol as solvents. The research results showed that the n-hexane extract of avocado seeds showed an lC50 value of 59.319 ppm, the ethyl acetate extract of avocado seeds showed an lC50 value of 119.581 ppm and the methanol extract of avocado seeds had an lC50 of 93.392 ppm.
Abstrak. Stress oksidatif adalah keadaan yang tak seimbang antara produksi reactive oxygen species (ROS) dan mekanisme pertahanan antioksidan. ROS dapat mengakibatkan kerusakan oksidatif pada biomolekul seluler termasuk DNA, protein, asam nukleat, dan lipida membran. Peningkatan stres oksidatif sangat berperan pada terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Biji alpukat diketahui mengandung senyawa yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat menggunakan metode DPPH. Ekstraksi dilakukan secara maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan methanol. hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana biji alpukat menunjukkan nilai lC50 sebesar 59,319 ppm, ektrak etil asetat biji alpukat menunjukkan nilai lC50 sebesar 119,581 ppm dan ekstrak metanol biji alpukat memiliki lC50 sebesar 93,392 ppm.
References
Achyat, S. S. (2008). Jurnal Bahan Alam indonesia, Pengaruh Pemberian Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Imunitas Humoral Tikus (Rattus norvegicus L.). Galur Wistar Melalui Pengamatan Titer Antibodi Anti-SDMD, 145-148.
Andarina, R. &. (2017). Antioksidan Dalam Dermatologi. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 39–48.
Hajimahmoodi, M. M. (2013). Total Phenolic, Flavonoids, Tannin Content and Antioxidant Power of Some Iranian Pomegranate Flower Cultivars (Punica granatum L. Am J Plant Sci, Vol 4, no.9.
Lopez, V. (2002). Fruit Characterization of High Oil Content Avocado Varieties. Scientia Agricol 59, , 403-406.
Taroreh, M. R. (2015). Ekstraksi Daun Gedi (Abelmoschus manihot L) Secara Sekuensial dan Aktivitas Antioksidannya. Agritech, 35(3),, 280-286.
Departemen Kesehatan RI, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Cetakan Pertama, 3-11, 17-19, Dikjen POM, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional.
Dontha, S. (2016). A review on antioxidant methods. Asian J. Pharm. Clin. Res, 9, 14-32.
Warono, D. &. (2013). Analisis Kimia Kuantitatif. Ed ke-5. Konversi, 2(2), , 57–65.
Agustina, E. A. (2020). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Hitam (Black Garlic) Dengan Variasi Lama Pemanasan. . Jurnal Biologi, 13, 39–50.
Kemenkes RI. (1985). Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2020). Farmakope Indonesia Edisi VI. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Vifta, R. L., & Advistasari, Y. D. (2018). Skrining Fitokimia, Karakterisasi, dan Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Fraksi-Fraksi Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.). Prosiding Seminar Nasional Unimus, 1(1), 8-14
Molyneux, P. (2004). The Use of The Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity, . Songklanakarin J. Sci. Technol. , 26(2), 211-21.