Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Mint (Mentha piperita L.) terhadap Mencit Galur BALB-C Jantan dengan Metode Proteksi dan Transit Intestinal
Abstract
Abstract. Diarrhea is a condition of defecation with a watery stool consistency three or more times in 24 hours. Antidiarrheal drugs that are sold freely are known to have limitations for use in children under 5 years of age. Therefore, other alternatives are needed to treat diarrhea that come from natural ingredients. One natural ingredient that can potentially be used as an antidiarrhea is mint leaves, which is based on its secondary metabolite content, namely tannin. This study aims to determine the effect of administering ethanol extract of mint leaves to male balb-c mice which were tested using 2 methods, namely the protection method and the intestinal transit method. In the protection method, Oleum ricini can reduce the frequency of defecation, increase stool consistency, and reduce stool weight. The intestinal transit method provides an antimotility effect on the intestine so that it can slow intestinal peristaltic movements and reduce the path length of the norit marker in the mouse intestine.
Abstrak. Diare adalah kondisi buang air besar dengan konsistensi feses yang encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Obat antidiare yang dijual secara bebas diketahui memiliki keterbatasan untuk digunakan pada anak usia dibawah 5 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif lain dalam pengobatan diare yang berasal dari bahan alam. Salah satu bahan alam yang berpotensi dapat digunakan sebagai antidiare yaitu daun mint yang didasarkan pada kandungan metabolit sekundernya yaitu berupa tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian dari ekstrak etanol daun mint pada mencit galur balb-c Jantan yang diuji dengan 2 metode yaitu metode proteksi dan metode transit intestinal. pada metode proteksi Oleum ricini dapat menurunkan frekuensi defekasi, meningkatkan konsistensi feses, dan menurunkan bobot feses. Pada metode transit intestinal memberikan efek antimotilitas pada usus sehingga dapat memperlambat gerakan peristaltik usus dan mengurangi panjang lintasan penanda dari marker norit terhadap usus mencit.
References
[2] Oswald, T.T., Nurendah, P.S., Dzulkarnain, B. 1982. Komponen tumbuhan yang aktif sebagai antidiare. Prosiding Kongres Nasional XI ISFI, Jakarta. Practice Fifth Edition. New York: Mc Graw-Hill Companies. Problems in Pediatric and Adolescent Health Care, 50(8), 1–5. https://doi.org/10.1016/j.cppeds.2020.100841
[3] Venkatesan, et al., 2005. Antidiarrheal Potential of Asparagus racemosus Wild Root Extract in Laboratory Animals, India : Guru Jambheshwar University.
[4] Winarno, MW dan Sundari, D, 1996. Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Diare di Indonesia, Jakarta : Pusat penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
[5] Depkes RI. (2011). Buku Saku Petugas Kesehatan: Lintas Diare Lima Langkah Tuntaskan Diare. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
[6] Wahid, A. R., Wardani, A. K., & Astuti, R. (2018). Uji Efek Antidiare Ekstrak Etanol Daun Sawo (Manilkara Zapota L.) Terhadap Mencit Jantan Dengan Metode Transit Intestinal. Jurnal Ulul Albab, 22(2), 61–63. https://doi.org/10.31764/jua.v22i2.587
[7] Badaring, D. R., Sari, S. P. M., Nurhabiba, S., Wulan, W., & Lembang, S. A. R. (2020). Uji Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 6(1), 16. https://doi.org/10.26858/ijfs.v6i1.13941 bark of Cordia africana. Journal of Experimental Pharmacology, 8, 53–59.
[8] Inayati ilmi, Winarto, A., Mustika, A., & Lina Noviyanti Sutardi. (2023). Efektivitas Infusa Daun Pelawan Merah (Tristaniopsis merguensis) sebagai Antidiare pada Mencit (Mus musculus). Jurnal Veteriner Dan Biomedis, 1(2), 84–91. https://doi.org/10.29244/jvetbiomed.1.2.84-91.
[9] Perdana, F., Ws, D., & Rd, R. (2016). Penapisan Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Jambu Bol, Daun Salam, Serta Daun Jamblang Asal Aboretum Garut. Jurnal Farmako Bahari, 7(2), 22–30. www.journal.uniga.ac.id polyantha Wight) Pada Mencit Putih (Mus musculus) Jantan Galur Balb-C.
[10] Sunani, S., & Hendriani, R. (2023). Classification and Pharmacological Activities of Bioactive Tannins. Indonesian Journal of Biological Pharmacy, 3(2), 130–142
[11] Fauzia, H., Yuniar, C. T., & Nuari, D. A. (2023). Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Batang Dan Daun Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm. F) Bedd) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster. Sains Medisina, 2(2), 59-65.
[12] Yasacaxena, L. N. Y., Defi, M. N., Kandari, V. P., Weru, P. T. R., Papilaya, F. E., Oktafera, M., & Setyaningsih, D. (2023). Review: Extraction of Temulawak Rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and Activity As Antibacterial. Jurnal Jamu Indonesia, 8(1), 10–17. https://doi.org/10.29244/jji.v8i1.265
[13] Alviola Bani, A., Amin, A., Mun’im, A., & Radji, M. (2023). Rasio Nilai Rendamen dan Lama Ekstraksi Maserat Etanol Daging Buah Burahol (Stelecocharpus burahol) Berdasarkan Cara Preparasi Simplisia. Makassar Natural Product Journal, 1(3), 176–184. https://journal.farmasi.umi.ac.id/index.php/mnpj
[14] Rajesh, R. 2013. Impact of Tourist Perceptions, Destination Image and Tourist Satisfaction on Destination Loyalty: A Conceptual Model. Pondicherry University, Puducherry, India
[15] Mekonnen, B., Asrie, A. B., & Wubneh, Z. B. (2018). Antidiarrheal Activity of 80% Methanolic Leaf Extract of Justicia schimperiana. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2018.