Penetapan Kadar Asam Retinoat dalam Sediaan Krim Wajah yang Dijual Bebas di Salah Satu Toko Kosmetik di Kota Bandung dengan Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis Preparatif dan Spektrofotometer UV-Vis

  • Ruli Fauzyan Azhari Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Farendina Suarantika Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
  • Taufik Muhammad Fakih Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung
Keywords: Asam retinoat, KLT, Spektrofotometer UV-Vis

Abstract

Abstract. Retinoic acid is a compound that is often added to facial creams because it can remove dead skin cells, giving a whitening effect to the skin. Retinoic acid has a dangerous risk to the skin, which can cause redness of the skin such as a burning sensation, and redness of the skin and can cause carcinogens if used for a long period of time for more than 6 months in a row. The samples used were 3 facial cream products circulating in the Bandung City area. This study was conducted qualitatively and quantitatively using thin layer chromatography methods to determine the content of retinoic acid in the sample, then for separation or isolation using the TLC-Preparative method and for determination of levels using UV-Vis spectrophotomer. The results showed that the levels of retinoic acid in sample A were 0.12%, sample B 0.25% and sample C 0.13%, where the use of retinoic acid is prohibited in cosmetics according to the latest BPOM regulations, and validation of the analysis method was carried out to test the performance of the analysis method. for the validation parameters tested include: linearity, accuracy and precision.

Abstrak. Asam retinoat adalah senyawa yang sering ditambahkan dalam kirm wajah karena dapat mengangkat sel – sel kulit mati sehingga memberikan efek putih pada kulit. Asam retinoat mempunyai resiko berbahaya pada kulit yaitu dapat menimbulkan kemerahan pada kulit seperti rasa terbakar, dan kemerahan pada kulit serta dapat mengakibatkan karsinogen jika digunakan dalam jangka waktu yang lama lebih dari 6 bulan secara berturut – tururut. Sampel yang digunakan adalah 3 produk krim wajah yang beredar di daerah Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis untuk menentukan kandungan asam retinoat dalam sampel, kemudian untuk pemisahan atau isolasi dengan metode KLT-Preparatif dan untuk penetapan kadar menggunakan spektrofotomer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan kadar asam retinoat pada sampel A adalah 0,12%, sampel B 0,25% dan sampel C 0,13%, dimana penggunaan asam retinoat dilarang penggunaannya dalam kosmetik menurut peraturan BPOM terbaru, serta dilakukan validasi metode analisis untuk menguji kinerja metode analisis. untuk parameter validasi yang diuji diantaranya : linieritas, akurasi dan presisi.

References

Hidayah, Nurul. (2014). Gaya hidup Konsumtif Mahasiswa Pengguna Perawatan Wajah Di Klinik Kecantikan Kota Surabaya. Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya: Surabaya.
Depkes RI, (2020). Farmakope Indonesia edisi VI, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Badan POM RI. (2011). Melarang Produk Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Suhartati T, 2013. Dasar-dasar Spektrofotometri Uv-vis dan spektrometri Massa untuk Penentuan struktur Senyawa organic. Lampung: AURA.
Saad, A. A., Dalming, T., & Lestari, K. (2019). Analisis Kualitatif Asam Retionat Dengan Metode KLT Pada Sediaan Krim Pemutih Yang Beredar Di Pasar Limbung. Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia, 02(1), 1–5.
Hadriyati, A., Hartesi, B., & Fitri, S. (2021). Analisis Asam Retinoat Pada Krim Pemutih Malam Yang Beredar Di Klinik Kecantikan Kota Jambi Pada Kecamatan Jelutung. Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 17(1), 1.
Agustina, Anita S., Choiril HM., M. E. (2019). Analisa Kualitatif Asam Retinoat pada Sediaan Krim Malam di Pasar Klaten dengan Metode Kromatografi Lapis. MOTORIK Journal Kesehatan, 14(02), 136–140.
Kurniasih, N. 2016. Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A Ekstrak Biji Kedelai (Glycine max L): Uji Stabilitas Fisik dan Efek pada Kulit. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hadisoebroto, G. dan Budiman, S. /J. Kartika Kimia, Mei 2019, 2, (1), 51-56
Abdul, Rohman. 2009. Analisis obat secara Spektrofotometri dan Kromatografi. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Hadriyati, A., Hartesi, B., & Fitri, S. (2021). Analisis Asam Retinoat Pada Krim Pemutih Malam Yang Beredar Di Klinik Kecantikan Kota Jambi Pada Kecamatan Jelutung. Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 17(1), 1.
Charry Maria Gabriela dan Susana Linden, 2022, Analisis Kadar Asam Retinoat Dalam Krim Pemutih di Pasar Pagi Kota Samarinda Dengan Spektrofotometri UV – Vis , Jurnal Farmasi Vol. 2 No.2.
Published
2025-01-31