Pola Penggunaan dan Interaksi Obat pada Pasien Rawat Inap Sindrom Metabolik di RSUD Bandung Kiwari
Abstract
Abstract. Metabolic syndrome is a significant global health issue, including in Indonesia, with a prevalence of 23.34% of the total population. This study aims to analyze the patterns of drug use and the depiction of harmful drug interactions in patients with metabolic syndrome at RSUD Bandung Kiwari during the period from January to December 2023. The method used is a non-experimental study with retrospective data collection from patient medical records. Samples were taken using total sampling techniques based on predetermined inclusion criteria. The results of the study indicate that the majority of patients with metabolic syndrome are women (65%), with the largest age group being in the range of 56-65 years (45%). The use of drug combinations, particularly Amlodipine, Atorvastatin, and Insulin, is the primary approach in managing metabolic syndrome. The most commonly found drug interaction is between Amlodipine and Atorvastatin, which interacts through pharmacokinetic mechanisms with a moderate severity level, potentially leading to rhabdomyolysis. Interactions between medications such as Ramipril, Furosemide, Glimepiride, and Insulin can be well managed, allowing patients to avoid serious complications.
Keywords: Metabolic Syndrome, Cardiovascular, Drug Interactions, Patterns of Drug Use
Abstrak. Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan yang signifikan secara global, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 23,34% dari total populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat dan gambaran interaksi obat yang merugikan pada pasien sindrom metabolik di RSUD Bandung Kiwari selama periode Januari hingga Desember 2023. Metode yang digunakan adalah penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien sindrom metabolik adalah wanita (65%), dengan kelompok usia terbanyak berada di rentang 56-65 tahun (45%). Penggunaan kombinasi obat, terutama Amlodipin, Atorvastatin, dan Insulin, menjadi pendekatan utama dalam pengelolaan sindrom metabolik. Gambaran interaksi obat yang paling umum ditemukan adalah antara amlodipin dan atorvastatin, yang berinteraksi melalui mekanisme farmakokinetik dengan tingkat keparahan moderat, berpotensi menyebabkan rhabdomyolisis. Interaksi antara obat-obatan seperti ramipril, furosemid, glimepiride, dan insulin dapat dikelola dengan baik, sehingga pasien tidak mengalami komplikasi serius.
Kata Kunci: Sindrom metabolik, Kardiovaskular, Interaksi Obat, Pola Penggunaan Obat
References
Driyah, S., Oemiati, R., Rustika, & Hartati, N. S. (2019). Prediktor Sindrom Metabolik: Studi Kohor Prospektif Selama Enam Tahun di Bogor, Indonesia. Media Litbangkes, 29(3), 215-224. https://doi.org/10.22435/mpk.v29i3.654
Baxter, K. (2010). Stockley's Drug Interactions (Vol. 495). In London: Pharmaceutical Press. (Karen Baxt, Vol. 6, Issue 1)
International Diabetes Federation (IDF). (2018). Information on the IDF consensus worldwide definition of the metabolic syndrome. 2018 [internet]. Available from: https://idf.org/media/uploads/2023/05/attachments-30.pdf
Riskedas: (2013). Risel Kesehatan Dasar: jakarta: Badan Penelian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Kementrian Kesehatan RI. (2019). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Sindrom Metabolik. Jakarta : Kementrian Kesehtan RI
Kumari, R., Kumar, S., & Kant, R. (2019). An update on metabolic syndrome: Metabolic risk markers and adipokines in the development of metabolic syndrome. In Diabetes and Metabolic Syndrome: Clinical Research and Reviews (Vol. 13, Issue 4, pp. 2409–2417). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.dsx.2019.06.005
Sigit, F.S., Tahapary, D. L. Trompet, S, Satono, E., Willems van Dijk, K., Rosendal, F. R, & de Mutert, R. (2020). The prevalence of metabolic syndrome and its association with body fat distribution in middle-aged individuals from Indonesia and the NetherlandS: a cross-sectional analysis of two population-based studies. Diabetology & Metabolic Syndrome, 12(1). doi: 10.1186/13098-019-0503-1
Sovia, F., Hardiyanti, N., Rafsanjani, A., & Oktresia, E. E. (2023). Identifikasi Interaksi Obat Pada Pasien Lansia Yang Berisiko Sindrom Metabolik Di Puskesmas Aikmel. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 6(1), 39–46. https://doi.org/10.52216/jfsi.vol6no1p39-46
Goenawan, H., Lesmana, R., Rosdianto, A. M., & Tarawan, V. (2023). Program Peningkatan Pengetahuan untuk Lansia dengan Sindroma Metabolik di Cimahi. Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), 6(3), 1158-1166. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i3.8532
Candra, A. (2019). Pengetahuan Gizi dan Kejadian Sindrom Metabolik pada Lansia di Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Journal of Nutrition and Health, 7(1), 24-32. e-ISSN: 2622-8483; p-ISSN: 2338-3380